Kerja, Lanjut Sekolah, Atau Menikah??
Mendapatkan
penambahan gelar pada belakang nama, memberikan pilihan-pilihan pada kita
sebagai seorang manusia. Hakikatnya manusia harus terus berubah, berinovasi
menjadi manusia yang lebih baik. Rencana-rencana kehidupan disusun guna menjadi
pegangan untuk melanjutkan kehidupan sebagai hamba Allah. Saya pikir banyak
sekali pilihan-pilihan yang bisa kita pilih sebagai bagian dari kelanjutan
kehidupan setelah menamatkan perguruan tinggi untuk jenjang pertama. Tetapi,
semua yang akan kita lanjutkan sepertinya hanya mengerucut pada tiga hal.
Bekerja, melanjutkan sekolah, atau menikah?
Setelah
lulus sekolah dasar, hal pertama yang dipikirkan selanjutnya adalah memilih
sekolah menengah pertama mana yang ingin dituju. Begitupun setelah tamat
sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas. Lalu setelah menamatkan
perguruan tinggi? Jawaban yang terlintas dipikiranku hanya satu : melanjutkan
hidup.
Iya.
Itulah yang harus dilakukan setelah menamatkan sekolah tinggi. Melanjutkan
kehidupan. Karena itulah tujuan dari sebuah kehidupan yang diberikan Allah pada
kita semua hambanya. Tinggal bagaimana kita memutuskan untuk melanjutkan
kehidupan ini. Yang pasti kita akan mengalami dua hal yaitu bekerja dan
menikah. Masalahnya yang mana lebih dahulu yang harus kita kejar. Menikah atau
bekerja atau melanjutkan sekolah?
Nampaknya
memutuskan untuk memilih jalan pertama dari kelanjutan kehidupan sebagai
manusia seutuhnya jauh lebih membuat ‘galau’ dibandingkan saat memilih jurusan mana
yang diinginkan dulu. Aneh sekali. Padahal keduanya inshaa Allah akan kita
jalani, tapi mengapa begitu kesulitan untuk memilih yang mana lebih dulu yang
ingin dijalani?
Layaknya
berdiri di pertigaan yang jalannya memutar sebenarnya, saya berdiri dengan
kebingungan. Hati ingin juga menikah, juga bekerja, tetapi impian ingin
melanjutkan sekolah juga tinggi. Belum lagi jika dipikirkan bagaimana susahnya
orangtua nanti jika masih harus menanggung biaya sekolah lanjutan saya. Juga
melihat teman-teman sejawat yang pelan-pelan mulai memantapkan hati membina
rumah tangga. Dan beberapa dari mereka juga sibuk mengurus berkas lamaran
pekerjaan.
Saya
masih berdiri di persimpangan yang jalannya memutar. Mengingat bisikan-bisikan.
Lakukan
apa yang ingin kamu lakukan. Pergilah ke tempat yang kamu inginkan.
Which way must i choose?

Comments