Sebelum Aku Pulang
Lambat laun peristiwa demi
peristiwa mendekap memori
Meminta dengan halus untuk
dikenang saja, juga lupakan lebih baik
Matahari di penghujung bulan Mei
tidak sepanas yang dulu-dulu
Entah mengapa
Meski keringat masih tetap
menetes ketika kaki merajut langkah di jalanan kota daeng
Ah..
Kota ini, bukan kota impian
Impianku...
Bukan untuk tinggal di sini,
Bukan untuk menuntut ilmu di sini
Bukan untuk merasakan coto
makassar setiap pekan, mungkin dua kali sepekan
Hanya saja, aku menorehkan banyak
harapan
Sejak menyatu bersama udara kota
daeng
Mimpi-mimpi-ku masih tersisa di
kota ini
Yang aku torehkan, dengan
terpaksa, ada juga sukarela
Empat tahun yang lalu
Panasnya, debunya, cotonya,
burasa-nya, konronya, pisang ijonya,
Semuaaa akan dirindukan
Tak lupa pete-pete-nya, bukan
makanan!
Tempat-tempat indahnya
Losari dan kawan-kawan
Meski jauh lebih indah, pondokan
tempat aku menghabiskan waktu
Pondok hijau yang penuh ilmu
Ah..
Kota ini, bukan kota impian
Orang-orangnya
Yang katanya kasar namun penuh
semangat
Yang katanya beragam suku namun
tetap satu padu
Ah...
Kota ini, bukan kota impian
Impianku
Tidak pernah datang ke kota daeng
Namun takdir menuntunku
Untuk menemukan beberapa
pelajaran kehidupan
Pada napak tilas perjalanan
mahasiswi rantau
Di tanah Sultan Hasanuddin
Sebelum aku pulang
Aku ingin merasakan udara kota
Daeng
Yang meski panas pun berdebu
Namun kita tidak mati kan?
Udara kehidupan penyambung jutaan
nyawa yang mencoba hidup di ibukota Sulawesi Selatan
Hingar bingar riuh redam padatnya kota daeng..
Sebelum aku pulang
Aku ingin merangkum semuanya
dalam gelas-gelas memori
Takut aku lupa, kalau-kalau aku
pernah mencoba peruntungan hidup di kota daeng
Sebelum aku pulang
Ah.. aku tidak ingin pulang
Berat rasanya meninggalkan, mereka
Dosen-dosen hebat, teman-teman
cerdas, sahabat yang selalu...
Juga dia..
Sebelum aku pulang
Ah.. sungguh aku tidak ingin
pulang
Kota daeng, bukan kota impian
Impianku, dulu bukan kota ini
Kini,
Kutorehkan impianku di kota ini
Entah dapat aku raih atau harus
aku lepaskan
Terima kasih sudah menerimaku
gadis perantau yang dulu masih malu-malu
gadis perantau yang tidak ingin datang dulu, kini tak mau pulang
mungkinkah karena pesonamu, kota daeng?
atau karena ada hati yang tertinggal
di sini
di kota daeng
ah.. mungkin hanya mimpi :p
========
oleh : Rashy Imawa

Comments