Terima Kasih Pak SBY


            SBY... sudah menjadi sangat terkenal sejak Pemilu 2004. Bersama wakilnya pak JK yang juga inisialnya menjadi sangat terkenal dengan figur keduanya yang begitu bertolak belakang. Pak SBY yang tenang dan berwibawa didampingi oleh Pak JK yang spontan dan tegas. Saat itu saya baru masuk SMP. Ketika kami diminta untuk berbaris dipinggir jalan, menyambut kedatangan Presiden pertama Indonesia yang dipilih oleh rakyat.
            Ada perasaan bangga karena Pak SBY juga menjadi bahan pembicaraan seluruh rakyat Indonesia. Sosoknya yang baru pertama kali mencalonkan diri menjadi Presiden serta masih muda menjadi warna baru dalam pemilihan presiden. Kepemimpinannya meskipun demikian tetap diwarnai beragam warna. Mulai dari banyaknya kecelakaan dari darat hingga udara serta bencana alam, pengaktifkan tugas KPK untuk menangkap koruptor dan lain sebagainya. Meski demikian, kesatuan NKRI tetap terjaga juga dengan perdamaian di Aceh.
            Permasalahan bangsa menjadi tugas berat untuk sang Presiden. Mengurus sebuah rumah tangga saja susah, apalagi mengurus 200 juta lebih penduduk Indonesia. Maka tidak heran, wajah cerah sang Presiden berubah menjadi begitu lelah. Yang paling menonjol dari kelelahan sang Presiden adalah kantong matanya. Terlihat jelas bahwa sang Presiden tidak bisa tidur dengan nyenyak demi memikirkan solusi untuk tetap menjaga keamanan dan kedamaian bangsa Indonesia.
            Merasa belum pantas mundur, belum banyak tugas yang ia selesaikan. Sang Presiden kembali maju dalam pemilihan presiden tahun 2009. Slogannya adalah “Lanjutkan” pembangunan dari 2004 hingga 2014. Ada yang menolak tetapi banyak yang mendukung. Meskipun bercerai dengan sang wakil yang juga maju dalam Pilpres, SBY belum kehilangan daya tariknya. Sebagian besar rakyat Indonesia memberikannya lagi mandat untuk memimpin Indonesia lima tahun lagi dengan seorang wakil dari ekonom handal Indonesia, Boediono.
            Lima tahun kepemimpinannya, badai masih tetap menerjang Indonesia. Terutama masalah ekonomi. Nilai rupiah jatuh, BBM naik, BBM turun, dan serentetan masalah ekonomi yang lain. Tapi SBY tetap terlihat tenang, keputusannya dinilai lamban. Meski demikian Indonesia masih aman terkendali.
            Sepuluh tahun memimpin memang tidak selama 32 tahun, namun 10 tahun bersama SBY Insya Allah membawa banyak berkah untuk Indonesia. Meskipun di derai banyak komplain dari rakyat, Pak SBY tetap tersenyum. Karena itulah tugas seorang Presiden. Melayani rakyat sebab ia dipilih dari rakyat.
            Ada yang tidak puas, ada yang cukup puas dengan 10 tahun dipimpin pak SBY. Meskipun di akhir-akhir masa jabatannya, kasus-kasus korupsi mencederasi namanya dan partainya. Itu menjadi bukti, bahwa pak SBY tidak pandang bulu dan menjerat koruptor. Siapapun itu, bahkan hingga besannya sekalipun. Jika terbukti bersalah maka ia harus dihukum.
            Mungkin banyak yang tidak suka, tapi bagi saya, bangga bisa dipimpin oleh orang sehebat dan seberwibawa pak SBY. Di mata dunia saja ia dipandang dengan hormat, apalagi di mata saya seorang yang biasa.
            Sejak SMP hingga tamat kuliah, saya tidak merasakan tidak enaknya tinggal di Indonesia. Sehingga menurut saya pak SBY sukses dengan kabinetnya menjaga Indonesia.
            Terkhusus, sebuah kebijakan dari Pak SBY dan menterinya membuat saya bisa duduk di bangku kuliah dan menyelesaikannya dengan baik.
            Terima kasih Pak SBY. Tidak mudah memang mengurusi kami, 200 juta orang Indonesia yang memiliki pandangan berbeda-beda. Tidak mudah memang memimpin kami yang kerjanya hanya komplain ini dan itu.
            Terima kasih Pak SBY atas ketegaran hati Anda memimpin kami yang terlalu banyak maunya. Kami sadar menjadi seorang pemimpin tidaklah mudah. Pemimpin diberikan amanah yang harus ia pertanggung jawabkan bukan hanya di dunia melainkan juga di akhirat.
            Terima kasih Pak SBY telah menghiasi dinding kelas kami selama 10 tahun ini. Menjadi saksi bisu kecurangan dan kenakalan kami dalam ujian di kelas.
            Terima kasih Pak SBY. Hormat dan bangga kami untukmu : )
            Selamat menikmati hari-hari bersama keluarga tanpa harus memikirkan negara lagi ahahahahah : D

Comments

Popular posts from this blog

KEEP SHINING AND KEEP THE FAITH

S U D D E N L Y