Hampir Ketipu Gue : Modus Penipuan Berkedok RSPP
Susahnya
menjadi pengguran ya gini, mudah percaya pada apapun yang berbau ‘dibutuhkan
bla bla bla’. Selama ini gue selalu suka sama dunia maya, banyak informasi yang
bisa gue dapatkan tanpa harus sibuk-sibuk. Apalagi masalah gosip, wuihhh..
lancar nian. Selama ini gue juga nggak percaya-percaya amat sama info yang gue
baca, tapi sering juga percaya.
Sampai
kemarin, pada saat orang lagi heboh-hebohnya ngomongin pilpres, dukung nomor
satu nomor dua. Gue sempat terpana sama info yang gue baca mengenai salah satu
capres. Gue yang suka banget nonton film hollywood baca novel terjemahan sempat
terpana sama fakta-fakta antimainstream yang bikin gue bergidik. Masa iya
Indonesia kayak gini? Tapi, lambat laun gue mulai sadar kalau gue harus
realistis kayak sebagian masyarakat Indonesia lain. Kalau yang gue baca itu Cuma
ada di film-film hollywood.
Baru-baru,
gue sempat tertarik pada info lowongan salah satu situs pencari kerja. Gimana
enggak, masa lowongan untuk rumah sakit pertamina cuma butuh ijazah, transkip
sama ktp. Tapi karena kemudahan itu gue iseng-iseng ngirim lamaran. Satu hari
dua hari tiga hari, gue dapat sms dari nomor tak dikenal. Nyuruh gue cek email
untuk download surat panggilan seleksi. Gue buka email, download dan print buat
dibaca baik-baik. Gue bertanya-tanya, tanda tanya besar. Ini kan rumah sakit
besar, masa iya dua hari langsung ada panggilan. Sudah gitu nama-nama yang
lolos berkas tidak meyakinkan semua. Feeling gue aja sih, ada yang tidak beres.
Gue
baca suratnya sampai terakhir. Banyak banget tanda tanya yang membuat gue
berpikir aneh. Pertama, kop surat yang tidak biasa. Kedua, tanda tangan tanpa
stempel. Ketiga, tembusannya kok ke Kemenkes, padahal kan harusnya BUMN.
Keempat, isi surat yang tidak nyambung. Di lembaran ketiga kita diminta untuk
datang interview, eh di lembar kelima malah disuruh ikut seleksi lagi untuk
TKD, bahkan ada wacana seleksi untuk pimpinan proyek dan jadwal seleksi yang di
dalamnya sudah tertera penandatangan kontrak. Masa iya secepat itu perekrutan
karyawan untuk rumah sakit besar. Hanya dibutuhkan dua hari untuk tes dan
pengumuman.
Semakin
tidak percaya ketika paman gue mencoba menelepon travel yang katanya sudah
dibooking supaya lebih efisien. Nah ini nih yang penipuan nya. Masa iya pulang
pergi Jayapura-Jakarta 2.700.000? Nggak pernah naik pesawat nih orang tranvel.
Untuk
lebih meyakinkan, akhirnya gue mencari nomer telpon RSPP. Dan dari pihak RSPP
menjelaskan kebenarannya. Memang banyak sekali modus penipuan yang
mengatasnamakan RSPP dan PT. Pertamina Bina Medika. Dan, gue bukan satu-satunya
yang menelepon ke RSPP untuk menanyakan kebenarannya.
Memang
kesalahan gue yang main percaya aja sama situs pencari kerja tanpa ngecek ke
situs resmi. Asli, biasanya gue langsung ngeh ini bohong apa engga. Biasanya
kalau benar pasti dicantumin situs resminya, kayak waktu itu BPJS jelas-jelas
bohong soalnya gak ada situs resminya.
Namun
alhamdulillah, Allah masih lindungi gue dengan feeling yang pas banget. Hampir
aja duit dua juta melayang gak ada guna.
Dan
gue searching di google ternyata memang banyak sekali info lowongan yang
mengatasnamakan RSPP yang diupload dari tahun lalu dengan isi yang sama namun
alamat email yang berbeda.
Ini
adalah kisah gue. Gue berbagi buat temen-temen di luar sana yang juga lagi
nyari kerjaan untuk tidak mudah mempercayai berita di dunia maya. Too many
hoax. Dan ini pembelajaran banget buat gue untuk lebih sering menyaring
informasi dahulu sebelum mencernanya.
Oke,
selamat malam semua J
Comments