(Another Zombie) The Walking Dead 1-3
Diantara
sekian banyak film zombie bergenre sama, kehancuran dunia, dan there’s no way
out. Mungkin, the walking dead menyajikan sebuah cerita yang sama namun
berbeda. Dari sudut pandang seorang penggemar film zombie, the walking dead
sukses membuat saya bertanya-tanya. Dari mana sih nih penulis dapat ide?
Yups!
The walking dead dulunya ada komik terkenal amerika. Ketika di buat ke dalam
serial televisi, the walking dead tidak meninggalkan unsur komiknya. Cerita
berjalan seperti yang ada di dalam komik. Tentang bagaimana dunia hancur karena
sebuah virus yang membuat manusia memakan teman mereka sendiri. Membuat manusia
kehilangan kesempatan untuk hidup lebih lama. Membuat manusia kehilangan rasa.
Membuat manusia menjadi zombie.
Sekelompok
orang yang berhasil selamat terus berusaha mempertahankan hidup mereka dari
para walkers, sebutan para zombie.
Mereka bertahan dari satu tempat ke tempat lainnya. Keep moving. Terus bergerak mencari secercah harapan sembari terus
penasaran dengan apa yang terjadi pada dunia yang indah ini? Kemana semua
orang? Tidak adakah yang berhasil selamat? Itu sih pertanyaanku, heheh.
Mereka
adalah Rick Grimes dan orang-orangnya dari sebuah kota kecil di Atlanta. Rick
yang siuman dari tidur panjangnya mendapati keadaan dunia yang kacau balau. There’s no Amerika kayak di film
Zombieland. Setting episode satu seasons satunya mirip-mirip sama film 28 days
ago. Kemudian film berjalan seperti khasnya film hollywood. Ada zombie
dimana-mana, ada kelompok-kelompok orang yang bersembunyi. Mencoba bertahan
hidup. Meskipun mereka tidak tahu untuk apa bertahan hidup ketika semuanya
telah musnah?
Jawabannya
adalah keluarga. Ketika kita memiliki keluarga, rasanya tidak mungkin kita akan
menyerah di dunia yang kejam itu. Seperti Andrea mencoba mencari adiknya, Amy.
Daryl mencoba mencari kakaknya, Merle. Rick mencoba mencari anak dan istrinya,
Lori dan Carl. Dan lain-lain yang tetap bertahan meskipun hidup seorang diri.
Hopes. Itu yang mereka pegang. Pasti ada
harapan di luar sana. Di seasons satu, sutradara mencoba mengambil sisi ini.
Harapan. Sekelompok orang yang bertahan karena harapan. Pasti ada jawaban dari
semua kegilaan ini. Iya kan?
Di
season dua sebenarnya begitu membosankan buatku. Karena meninggalkan kesan
zombie dan jalanan lengang. Dimana kelompok Rick menemukan sebuah perkebunan
besar milik Hershel. Di sana cukup aman. Para zombie tidak ada yang menyentuh
perkebunan itu. Sayang, kelompok Rick tidak diterima oleh Hershel untuk tinggal
lebih lama. Apalagi setelah sebuah rahasia besar terungkap. Banyak
rahasia-rahasia di season dua ini. Namun, rahasia itu yang membuat keluarga
Hershel akhirnya bergabung dengan kelompok Rick.
Di
season tiga, saya semakin tidak mengerti kemana arah hidupku. Ehh? Maksudku
arah kehidupan mereka. Lori yang mengandung anak keduanya tentu menjadi kisah
sedih tersendiri. Diantara kehancuran dunia yang tanpa harapan, kelahiran
seorang bayi rasanya begitu menyedihkan. Selain itu, di season tiga dengan
kemunculan beberapa orang baru. Seperti the governor yang menjadi tokoh
antagonis peganti Shane (Shane is dead di finale season 2). Terus cewek negro
yang ahli samurai dan beberapa orang yang selamat lainnya. Ceritanya the
walking dead di season dua yang hampir ngebosanin karena no zombies man, di season tiga lumayan sih buat bosan. Tapi, selama
masih ada Glenn dan Daryl yang awesomen banget manly dan baby facenya (Glenn) walking deas nggak boleh
ditinggalin.
Sebenarnya
dari episode ke episode The walking dead cukup membuat saya menahan napas.
Penasaran. Keren abis. Sembari berharap si sutradara nggak ngebuat Glenn
ataupun Daryl mati. Heheh^^
Di
akhir season, di finale season 3, sebenarnya saya berharap banget mendapatkan
kejelasan dari cerita ini. I mean,
kenapa dunia berubah seperti itu. Atau di akhir cerita Rick dan kawan-kawan
mendapat secercah harapan untuk memulai dunia yang baru. I hope so.
Sayangnya,
si sutradara ngatain saya terlalu banyak maunya. Setelah nggak mau Glenn atau
Daryl mati, sekarang saya mau Rick dan kawan-kawan tiba-tiba menemukan Camp
rahasia presiden AS dan petinggi PBB yang hidup damai di tengah lautan dengan
kapal besar mereka. *heh?*
But,
at least, setelah nonton 3 season di balap selama seminggu (hehe soalnya ini
series udah dari 2011 dan saya nontonya tahun 2013) saya langsung jatuh cinta
kembali dengan zombie. Dan mulai meng-unduh lagi film-film bertema zombie yang
pernah dan belum di tonton sambil nunggu season 4nya keluar.
Walaupun
bertema tentang zombie dan sarat dengan adegan-adegan tidak manusiawi terhadap
zombie seperti memenggal ala Mishone, memanah ala Daryl, dan menembak ala Rick,
dan kekejaman lainnya. Namun serial keluarga yang ditayangkan pada AMC ini juga
memiliki nilai-nilai yang bisa dipetik.
Seperti
di Season 1 saat Dale memaksa Andrea untuk tidak menyerah terhadap kehidupan
dengan memilih ikut meledak bersama CDC yang kehabisan bahan bakar (?).
Meskipun berat sekali menjalani hidup di dunia yang kacau balau seperti itu (I
guess) tetapi Dale pikir Andrea tidak boleh menyerah dan memilih bunuh diri. Juga
saat Rick melarang teman-temannya yang ingin membunuh John karena telah digigit
oleh zombie. Karena Rick berpikir ia masih diberi kesempatan untuk sembuh, dan
mengusahakan agar ia bisa sembuh dengan membawanya di CDC. Meskipun akhirnya
John memilih untuk ditinggalkan saja sih.
Pada
akhirnya penonton diminta untuk merasakan bahwa kehidupan dunia yang keras
bukan hanya ada pada dunia yang normal. Ketika terdapat wabah yang mengerikan,
kita justru semakin rentan untuk tidak peduli kepada sesama. Namun, di season
2, Hermes, si petani, mempersilahkan kelompok Rick untuk berbagi setelah
awalnya tidak memperbolehkan. Hermes melakukan itu karena ia tidak mengenal
kelompok Rick dan tentu saja dunia telah berubah. Tidak ada aturan lagi seperti
penjahat yang sudah tidak takut pada polisi. Bagaimana kelangsungan hidup
adalah bagaimana kita bisa bertahan dengan melawan.
Lalu,
orang-orang mulai berkelompok, membentuk koloni mereka masing-masing, saling
merebutkan makanan dan senjata. Kejadian yang juga kita temukan di kehidupan
normal. Mengajarkan kita pada suatu hal, bahwa hal yang menakutkan itu
sebenarnya bukan zombie-nya tetapi justru manusia-manusia itulah yang
menakutkan. Seperti season 3, saat Governor merebut senjata para tentara dengan
licik. Seperti saat ia berusaha merebut tempat tinggal Rick yang hanyalah
sebuah penjara sementara ia tinggal di kota kecil yang mewah dan bersih. Pada
akhirnya, musuh Rick bukanlah zombie, melainkan manusia yang takut kehilangan
kekuasaan.
To
be continued in season 4....

Comments