Ending : Mudah Memulai, Sulit Mengakhiri
Salah satu
dari sekian banyak block writer
adalah kesulitan mengakhiri cerita. Biasanya kita mengenal block writer yang lain adalah kehilangan ide sehingga berhenti di
tengah jalan. Mood juga salah satu dari block
writer yang paling banyak diderita oleh penulis, penulis amatir sih
kebanyakan, entahlah kalau penulis berpengalaman. Mood mungkin sudah menjadi
musuh yang dijinakan.
Pada saat
ide bermunculan, dengan gesit kita langsung mengambil pena dan menuliskannya di
note, atau memasukkan dahulu pada ponsel. Kalau lagi di depan laptop ya
langsung diketik. Semangat menulis awal cerita kadang tidak semulus mengakhiri
cerita tersebut. Ibarat kisah pasangan yang mudah mengawali tali kisah cinta,
namun begitu putus sulit untuk berpindah (hehe, nyambung gak ya?)
Yah,
pokoknya. Salah satu masalah kenapa banyak penulis amatir itu tidak bisa
menerbitkan tulisan ya karena tidak bisa menyelesaikan endingnya. Iya gak?
Ibaratnya tanpa ending tidak akan ada cerita yang terbit. Hehe...
Dulu, saya
pernah mengikuti talk show penulis favorit saya, Tere Liye, di kampus. Ia
mengungkapkan salah satu ending novel dari Daun Yang Jatuh Tidak Membenci
Angin. Kata beliau, saat menulis akhir cerita tersebut beliau sudah kehabisan
ide, akhirnya ia biarkan saja ending ceritanya menggantung seperti itu.
Endingnya yaitu saat Tiara menemui pamannya di bekas rumah kardus mereka.
Sudah, gitu aja. Banyak pembaca yang gregetan sama endingnya. Gantung banget
untuk cerita yang diawal sudah mengaduk-aduk perasaan.
Darwis
Tere Liye mengatakan, ending itu adalah akhir dari cerita. Jadi, kalau kita
kesulitan membuat ending, ya tinggal kita akhiri saja cerita itu. Iya juga sih?
Haha...
Saya lalu
juga berpikir mengapa banyak penulis buku yang kemudian di daulat jadi
pengamat, terutama untuk buku-buku ilmiah. Karena di dalam buku mereka terdapat
solusi-solusi yang ada di akhir cerita.
Lalu para
penulis fiksi, saya pikir mereka pasti tidak mengalami banyak masalah. Pasalnya
di dalam buku fiksi mereka selalu bisa mengatasi masalah yang mereka munculkan
sendiri.
Sampai
disitu saya kemudian berpikir, mungkin penyebab saya kesulitan dengan bagian
ending adalah karena saya belum bisa memecahkan masalah-masalah yang ada dalam
kehidupan saya atau masalah yang saya ciptakan sendiri di dalam tulisan saya.
Oke, gitu
aja. Huaha~ Selamat Malam
Comments