Bakar-Bakar Duit Di Tahun Baru


Jederr! Geblak! Booom! (?)

“Yeaaaaah!!”

Pandangan semua mata tertuju pada langit malam yang biasanya gelap dan dihiasi secercah titik-titik putih bernama bintang, kini menjadi lebih berwarna, lebih hidup dan bersuara. Yup, kembang api aneka warna yang membuat langit malam kita hari ini menjadi lebih hidup. Apalagi  selain celebrate the new year.

Oke, sebelum kita lanjutkan, i just wanna say happy new year to all of you. Goodbye 2014 and welcome 2015. Wish we’re lucky and became more good than yesterday.
 
Momen tahun baru rasanya kurang lengkap tanpa hiasan kembang api di langit malam. Bulan pun tampaknya kalah indah dengan pijar-pijar kembang api beraneka warna. Tidak hanya itu, bumi pun turut bergemuruh bak perang sedang berlangsung. Suara desing petasan dan kembang api membahana seantero negeri. Rasanya tahun tak akan berganti sebelum disambut dengan suara berisik dari petasan-petasan anak-anak yang dilempar ke sembarang tempat. 

Di seluruh pelosok negeri, begitu memasuki bulan desember, kita akan melihat sederetan penjual petasan dan kembang api di pinggir jalan. Kita tinggal memilih, meja mana yang akan dibeli petasan dan kembang apinya. Untuk anak, adik, saudara dan keluarga besar. Yang akan menjadi pelengkap ayam bakar dan jagung bakar di rumah, menyambut tahun yang baru.
Eniwey, tahu tidak darimana kembang api berasal?

Meskipun dikembangkan di Eropa, sebenarnya dari daratan Chinalah kembang api pertama ditemukan. Pada abad ke 9, seorang koki tidak sengaja menemukan bubuk mesiu yang mudah terbakar setelah setelah mencampurkan tiga bahan bubuk hitam (black powder) yaitu Kalium Nitrat (KNO3) atau garam peter, belerang atau sulfur dan arang kayu (charcoal). Apabila bubuk tersebut dimasukan ke dalam tabung bersumbu, lalu sumbunya di sulut api maka akan menimbulkan ledakan kecil dengan suara yang berisik. Kemudian pabrik kembang api dimulai pada masa Dinasti Chong. Tabung bersumbu diganti dengan kertas. Itulah petasan bahan dasar kembang api. Pada abad ke 13, Marco Polo membawa bubuk mesiu itu ke Eropa. Italia menjadi negara yang memproduksi kembang api secara besar. 

Seiring perkembangan zaman, kembang api dimodifikasi sehingga mampu menghasilkan pijar-pijar berwarna di langit apabila sumbunya di sulut sehingga melesat ke udara. Kembang api menjadi acara yang menarik dalam beberapa perayaan, termasuk pergantian tahun.

Berapa sih harga kembang api?

Heheu~ kalau ini sih bukan karena saya penjual kembang api ya. Kembang api menjadi sangat laris setiap musim pergantian tahun. Keuntungan yang diraup produsen kembang api dengan memasarkan di Indonesia pada akhir tahun ini mencapai 6 milyar rupiah. Ditaksir puluhan milyar yang dihabiskan orang Indonesia untuk membeli kembang api. Hmm.. angka yang banyak untuk dihabiskan hanya untuk dibakar dan cuusss.. hilang. Produsen kembang api saja mengaku kalau tahun ini penjualan kembang apinya menurun. Itu baru satu produsen loh. Kebayang dong berapa milyar yang telah kita bakar dilangit? Berapa milyar yang didapat produsen kembang api? Wuihh...

Harga kembang api berkisar dari lima ribu rupiah sampai lebih dari dua juta rupiah. Setiap tahun berton-ton kembang api diproduksi untuk berbagai macam perayaan, terutama momen pergantian tahun. Di Indonesia, penjualan kembang api awalnya lebih dominan di jawa barat. Namun semakin tahun, daerah Indonesia timur juga turut menjadi konsumen kembang api yang cukup banyak, seperti Papua.

Tahu donk, Papua. Provinsi tertimur Indonesia itu dinilai masih membutuhkan banyak pembangunan. Selain karena angka kesejahteraan yang rendah juga dibarengi dengan tingginya angka penyakit menular dan gizi buruk di sana. But, setiap tahun, Papua menyumbang uang yang banyak untuk merayakan momen tahun baru dengan membeli kembang api. Menyambut tahun 2013, Pemprov Papua menghabiskan 800 juta lebih untuk membeli 3 ton kembang api. Waw, angka yang lumayan banyak apabila dialihkan untuk membangun sekolah-sekolah. Itu baru Pemprov, belum setiap rumah yang tidak mau ketinggalan membeli kembang seharga ratusan ribu demi turut menghiasi langit malam. Tahu gak? Tahun barunya masih sebulan lagi, tapi di Jayapura petasan dan kembang api sudah berbunyi sejak tanggal 1 (heheu.. agak lebay sih ini, tapi bener). Itu baru di papua loh. Kebayang donk berapa banyak duit yang dibakar pada tahun baru demi menuruti selera barat pasar yang menyesatkan mengasyikan? 

Sebenarnya asyik juga sih maen kembang api pas tahun baru, tapi buat saya lebih asyik duduk nyantai ngunyah ayam bakar sambil lihatin kembang api tetangga-tetangga ramein langit malam. Gue suka gratisan sih.. haha. Perut kenyang, duit aman (investaikan ke hal lain yang lebih bermanfaat, beli ayam misalnya. Haha!)

Well, selamat tahun baru. Selamat bakar-bakar duit (duit mah bisa dicari sih, happy-happy yang sayang dilewatin : D (-__-))

Pukul 09.30 WIT tetapi langit malam sudah rame dengan kebyar-kebyur (eh) kembang api.

Tasangakapura, 31 Desember 2014

Comments

Popular posts from this blog

KEEP SHINING AND KEEP THE FAITH

S U D D E N L Y