DESEMBER TERAKHIR (1)



Waktu terus berlalu tanpa bisa menyapa. Aku masih duduk di depan layar leptop yang kursornya berkelap-kelip. Serupa pikiranku yang nyala-padam akan inspirasi. Mereka mengatakan jangan menunggu sampai inspirasi itu datang, tapi mulailah menulis maka inspirasi itu akan datang.

Well, yeah. Terkadang hal-hal seperti itu bisa saja terjadi. Ketika kita mulai mengetikkan beberapa kata membentuk satu kalimat kemudian paragraf hingga hadirlah sebuah ide yang menarik. Seperti saat ini, saat aku ingin menulis mengenai sebuah perenungan hebat di penghujung tahun, di penghujung bulan.

Desember selalu menjadi sebuah momen yang bagus untuk perenungan bagiku. Mungkin bagi sebagian orang juga. Di bulan desember, aku melakukan dua perenungan penting. Pertema perenungan akan apa-apa yang sudah aku capai di usia yang akan segera berganti. Kedua melakukan perenungan untuk merancang resolusi-resolusi apa saja yang akan aku lakukan di tahun depan. 

Lima menit kupandangi layar putih itu (ehm sedikit lebay) sampai aku benar-benar tidak tahu harus menuliskan apa tentang ‘desember’. Kuketikan sebuah kata lalu dihapus kembali. Kuketikkan lagi sebuah kalimat, lalu dihapus kembali. Aku mulai berpikir untuk mengakhiri adegan maju mundur cantik ala penulis cantik ini (eh), tapi hatiku menolak keras. Kalau bukan sekarang kapan lagi? Kalau mau jadi penulis ya harus lawan rasa malas menulis! Oke, aku nurut sama perintah hati (haha). Kembali kuulangi adegan maju mundur cantik ala penulis ini sampai aku tiba pada satu kesimpulan.

Just write!

Iya. Kalau dipikir-pikir menulis itu mudah. Kamu tinggal menulis lalu menghapus kata-kata yang salah (aku lupa ini quote siapah! Maaf). Yang susah itu menjadi seorang ‘penulis’. Penulis itu mereka yang sudah menerbitkan karya. Kalau belum menerbitkan karya mereka disebut penulis amatir. Lha, kan tetap ada kata ‘penulis’ nya? Ehm, iya sih. Hehehehe

Well, pokoknya, ya jangan dibuat pusing lah. Kalau mau sekali menulis ya silahkan di pakai adegan maju mundur cantik ala penulisnya. Kalau hanya sekedar ingin menulis, ya silahkan ditinggalkan sejenak. Ditinggal mandi, makan, jalan-jalan, tidur. Eh kapan nulisnya? Itu sih aku banget. Kadang sudah di depan laptop, sudah jadi seribu kalimat (?) lalu tiba-tiba rasa malas mendera, hasrat ingin nonton melanda, cacing menendang-nendang dalam perut (laper), mata berat ingin bertemu bantal. Dan, yeah.. selesai sudah. Ia aku tinggalkan begitu saja tanpa kejelasan. Hahaha

Terus hubungannya dengan ‘desember’ apa?
Hmm.. makanya aku nambahin (1) di depan judul. Soale yang bener-bener mau aku tulis jadinya ‘entar ajaaa deh.”

Comments

Popular posts from this blog

KEEP SHINING AND KEEP THE FAITH

PENYANYI PRIA TERBAIK di KOREA berdasarkan penilaian ahli vokal korea