Goodbye Twenty Two


Alhamudillahi rabbil alamiin...

Honestly, perjuangan menjadi seorang jobseeker membuatku lebih banyak bersyukur dibanding hari-hari yang kuhabiskan menjadi seorang mahasiswa. Aku menjadi mengerti bagaimana susahnya mengumpulkan uang, mencari pekerjaan, menjadi pengangguran, merasakan hopeless dan upset dan sempat ingin jadi pengurus rumah tangga saja (haha), dan masih banyak lagi suka duka yang kita lalui di masa menjadi jobseeker.

Itu tidak mudah. Tidak pernah terbayangkan bahwa aku akan terluntang-luntang kesana kemari mengirim CV, mengurus berkas, mengikuti tes, kecewa, gagal, sedih, nangis, dan berdiam seharian di dalam kamar, uring-uringan. Ah! Unpredictable deh..

Uniknya, saya mengalami semua itu di sekitar sembilan bulan di usia dua-dua tahunku. Yang membuatku menamai perjalanan duadua tahunku sebagai perjalanan yang hidup yang penuh makna. Di mulai di awal januari 2014 dimana saya harus segera turun penelitian demi skripsi yang manis itu. Perjuangan untuk mendapatkan responden di wilayah antah berantah jelas tidak mudah. Saya dan kedua rekan saya sampai terduduk lesu di pinggir jalan. Menatap nanar pada kendaraan yang lewat. Debu dan polusi menerpa wajah-wajah mulus kita. Tapi kita hanya bisa terdiam sembari menunggu malaikat lewat memberi solusi pada kertas kuesioner yang masih banyak kosong melompong. 

Dan, tangan malaikat itu datang melalui seorang kader posyandu. She helps us, gusy! To finish about four distrik. Alhamdulillah...

Kemudian, suka duka mengejar dosen agar bisa mengikuti seminar hingga ujian meja. Begadang bermalam-malam demi meraih sebuah gelar. Gelar yang menjadi ‘dream’ setiap mahasiswa. Tidak mudah, tapi kita berhasil melewatinya. Senyum sumringah tak bisa kita sembunyikan saat kamera menjepret foto wisuda bersama orang-orang tercinta. 

Hanya saja, after that, setelah semua kesulitan dan kemudahan, hidup tetap memberikan kedua rasa itu. Kesulitan dan kemudahan. I prepare for my apply to postgraduate scholarship. Its not easy man. Lagi, kesulitan bertubi-tubi menderaku. Setelah itu ada kemudahan. Tapi aneh, malah di akhiri dengan kegagalan. (T___T)

Aku hampir menangis saat pengumuman itu di bulan Juli. Aku pikir semua tenagaku habis untuk menggapai impian itu. Tetapi kemudian saya sadar bahwa saya kurang bersyukur. Di balik setiap kegagalan ada kesuksesan yang tertunda. Ada hikmah di balik semua itu. 

I never forgot about my dream, i just menundanya for next year. Wish i can get it, wish i can have a job, wish wish wish...

Aku menghitung gaji yang kuterima dari mengajar di bulan after graduate. Tidak banyak, tapi disitulah letak kesalahanku. Aku tidak bersyukur atas gaji yang tidak banyak itu. 

Lalu, segelintir kesulitan dan kemudahan dan diakhiri kegagalan lagi-lagi menderaku. Aku seperti ingin lari ke hutan, belok ke pantai, nyebur ke air, kemudian meet up sama hiu dan paus yang lagi pesta makan malam. Eat me! kataku nanar. (hahah)

Yup, hopeless itu semua pernah merasakan. Me too and this not for the first time. Karena habis patah semangat selalu ada yang menyemangati kembali. Aku sadar itu, sampai akhirnya aku melihat one by one of my friends meet with their dream job or dream love. And me? I think i became more awesome (hahah). 

 At the time, i feel down down and down. My spirit didn’t  play hide and seek anymore. My spirit is hide all the time. (huaaa!). Sampai saya sadar, just one can make my spirit cameback. GRATEFUL yeah ALHAMDULILLAH. 

Dengan bersyukur kita akan selalu merasa bahagia, dicintai Allah. Ingat saja apa-apa yang sudah Allah bantu dalam hidupmu. Kesulitan-kesulitan apa saja yang sudah berhasil kau lewati dengan bantuan dari sang Maha Pemurah. Apa-apa yang sudah kau capai, apa-apa yang menyebabkanmu belum mencapai apa yang ingin kamu capai. Remember and say Alhamdulillah :)

Yup, i became more grateful. Something that i never do more tomorrow. I feel so sorry. There are too much love from Allah and i forgot to say Alhamdulillah. 

Biasanya, i hate became older (haha) but now, at the end of my twenty two years old, i’m very grafetul.  

Alhamdulillah, aku masih bisa menghirup udara, merasakan sinar mentari, di usia yang baru.
Allah gave you 1,314,000 seconds a year. Have you used 1 to say ALHAMDULILLAH? Because Grateful is Everything. 

Goodbye Twenty Two, welcome new experience in 23 and 2015 : )             

Comments

Popular posts from this blog

KEEP SHINING AND KEEP THE FAITH

S U D D E N L Y