Happy Mother’s Day
22 Desember 2014
Pagi yang cerah membantuku untuk bangun lebih
awal. Sebenarnya. Tapi karena mata tak mau terpejam sampai pukul 12 malam
semalam, akhirnya aku memanfaatkan waktu pagi untuk masih berbaring-baring di
atas kasur. Nyaman. Sembari pikiran menerawang kesana kesini pada dunia yang
tidak tentu arah. Akhirnya, dengan sebuah kepalan serius di atas kepala, aku
menyadari sesuatu akan hari ini. HARI IBU...
Buru-buru
aku mengecek kalender, untuk membenarkan ingatanku. Maklum, sejak berstatus
sebagai jobseeker sejak agustus lalu,
tanggal bagiku menjadi satu hal yang sulit untuk diingat. Kecuali ada deadline
pengumpulan berkas tentunya (Hehe). Dan benar, ternyata hari ini adalah HARI
IBU. Berubahlah segenap Display Picture (DP) di BBM, momen di PATH, status di
FACEBOOK, gambar di INSTAGRAM, dan segenap untaian kata-kata di TWITTER,
TUMBLR, dan BLOG, menjadi all about IBU.
Ada yang mengupdate status sedemikian,”Ibu,
suatu hari nanti saya akan membelikan Ibu sepatu yang indah, agar surga yang
berada di telapak kakimu tidak kotor menginjak tanah.”
Hiks!
Ada juga yang mengatakan,”Ibu, di hari ini
beristirahatlah. Biar kami anak-anakmu yang mengganti seharian tugas-tugas
rumahmu.”
Yehee!
Yang paling penting adalah mengupload foto
eksis me and mom. Kalau yang ini jangan heran
kalau hari ini hari dimana profile picture berganti menjadi me and mom.
Sembari menulis ini, supaya lebih menghayati
HARI IBU, saya sengaja memutar lagu Mother How Are You Today dari Maywood.
Liriknya pas sekali dengan suasana hatiku memaknai HARI IBU.
Mother how
are you today?
Here is a note from your daughter.
With me everything is ok.
Mother, how are you today?
Mother, don’t worry, I’m fine.
Promise to see you this summer.
This time there will be no delay.
Mother, how are you today?
Liriknya begitu menyentuh. Apalagi didengarkan
di saat-saat seperti ini. Jauh dari sang ibu. Ah~ rasanya ingin masuk ke dalam
selimut dan menangis diam-diam.
Ibu.. sebenarnya bagiku adalah makhluk yang
sangat aku rindukan. Tidak hanya di saat-saat spesial seperti HARI IBU. Everyday, i miss my mom. Aku rindu
pelukannya saat aku sedih. Saat aku sakit. Saat aku tidak tahu harus berbuat
apa. Mereka bilang, rindu bukan hanya untuk dua orang yang dahulu bersama namun
kemudian terpisah, rindu juga untuk orang-orang yang tidak pernah bersama
sebelumnya. Rindu untuk setidaknya akhirnya bisa bertemu.
Momen-momen HARI IBU setiap tahunku selalu
sama. Dipenuhi dengan perasaan iri (Ya ALLAH maaaf) dengan mereka-mereka yang
bisa memasang foto dengan foto Ibunya (hehe). Bisa bercerita bagaimana
hangatnya tumbuh di sisi Ibu kandung. Yang akan selalu mengingatkan mereka akan
hal-hal yang salah dan benar dalam setiap tindakannya. Auh~ aku tidak tahu
bagaimana perasaanku jika aku punya kesempatan seperti itu.
Itu dulu sih, saat aku masih tidak tahu
bagaimana perasaanku saat menyebut kata Mama untuk pertama kalinya lagi setelah
sembilan tahun. Tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Yang aku lakukan saat
melihat sosok yang seperti Ibu di pelabuhan adalah berlari menerjangnya dan
menangis sejadi-jadinya. Melepas segala bentuk penasaran dalam hidupku selama
ini. Begini rupanya hangat pelukan Ibu, suara Ibu, wajahnya, dan bagaimana ia
mencoba melindungiku.
Canggung? Tentu saja! Bahkan pada Ibu
sendiri. Saya seperti anak durhaka yang tidak tahu bagaimana caranya
mengakrabkan suasana hatiku. Parah ya. Meski begitu, sebenarnya saya sangat
merindukan Ibu. Malam-malam di rumah sendiri saya sangat senang karena Ibu
datang memelukku. Saat itu aku tengah demam. Saat itu rasanya sesak sekali di
dada. Entah karena aku sangat merindukan Ibu atau karena aku merasa bodoh untuk
tidak terlalu dekat dengannya meskipun kini ia dekat denganku.
Saat aku akan kembali berpisah dengannya. Sebenarnya
aku bisa memilih untuk tetap tinggal. Tapi tidak aku lakukan. Bukan karena rasa
canggung itu, tetapi karena aku ingin menjadi sukses dan kemudian membuatnya
bahagia. Dan saat-saat dimana aku tidak bisa bertemu, berbicara langsung lagi
dengannya adalah hal-hal yang sangat aku rindukan.
Di momen HARI IBU, sebenarnya aku ingin
memberikannya sebuah hadiah spesial. Tapi apa daya, aku belum mendapatkan
pekerjaan. Maka yang bisa aku lakukan adalah memberinya ucapan selamat yang di
dalamnya terselip perasaan kerinduan dan permohonan maaf karena belum bisa
membahagiakannya.
I found the man of my dreams.
Next time you will get to know him.
Many things happened while I was away.
Mother, how are you today?
Lirik yang ini. Hmm~ someday i will let you get to know him :)
Untuk semua IBU-IBU HEBAT di dunia, celebrate your day!
Untuk seorang Ibu yang merawatku sejak dulu hingga sekarang, TERIMA KASIH, Maaf karena aku belum menjadi orang yang bisa membahagiakanmu. Aku akan segara membahagiaanmu ; )
Comments