Introvert : Kamu Unique!!
Dulu saya sering bertanya, saya
ini kenapa sih? Pas di rumah memberontak pengen ikut-ikut kaum sosialita. Tapi
pas di sana yang aku lakuin hanya ‘mengamati’ dan menimpali seadanya. Dan saat
saya tiba kembali di rumah, rasanya semua beban dipundak saya luruh ke bawah. Cepat-cepat
saya membersihkan wajah dan menatap lekat wajahku di cermin. Iya, itulah saya
yang ada di cermin. Yang ingin peka tapi sulit untuk peka. Yang ingin ceriwis
namun tidak mudah menemukan kalimat awal yang tepat. Dan seharusnya saat-saat
seperti saya yakin, tidak perlu lagi menggunakan topeng. Jadilah dirimu sendiri
dan bangga menjadi bagian unique dari populasi manusia, kaum introvert.
Saya pernah menulis ini tentang
introvert di tulisan saya sebelumnya. Saat masih SMP saya pernah menjugde teman
saya yang terlalu tertutup, tidak mau membagi kisah sedihnya kepada sahabatnya.
Tapi bertahun-tahun kemudian saya sadar, bahwa yang introvert itu sebenarnya
adalah saya. Bukan dia. Yang kami lakukan pada saat itu hanya memaksa orang yang
sedang sedih untuk bercerita. Padahal, tidak semua masalah harus diceritakan
kepada orang lain bukan?
Menyadari bahwa saya orang
introvert sempat membuat saya kebingungan. Bagaimana tidak, seorang introvert itu
adalah pengembang ide-ide, imajinatif. Tapi semua ide saya tidak bisa saya
berikan begitu saja kepada orang lain. karena saya tidak mau berada di belakang
layar saja sementara orang lain yang akan mendapat sorotan publik karena
membawakan ide saya. Ini persis seperti sutradara yang lebih terkenal di
bandingkan penulis naskah. Padahal, siapa yang punya ide? Haha!
Introvert kok mau unjuk gigi di
depan? Sebenarnya bisa saja, karena orang introvert yang tidak pernah di asah
kemampuan sosialnya hanya akan menjadi introvert saja. Orang yang introvert
bisa juga menjadi ekstrovert di saat-saat tertentu. Saat ia diminta untuk
menjelaskan idenya kepada orang banyak, saat itulah ia menjadi seorang
ekstrovert. Membuka diri. Karena memang dalam menjelaskan ide dan gagasan,
hanya si pemilik idelah yang mampu membawakan dengan lugas.
Tapi kembali lagi, introvert
tanpa keberanian adalah sebuah kematian. Kadang, kita dituntut untuk bisa
berbicara di depan. Baik ekstrovert maupun introvert sama-sama memiliki demam
panggung, kecuali memang yang sudah sering unjuk gigi. Tapi, untuk orang
ekstrovert seberapa demam panggung pun dirinya, dia tetap memilik sikap yang
tidak tahu malu, berani berbicara sehingga tidak akan sulit ia mengendalikan
demam panggungnya. Untuk yang introvert hanya sikap beranilah yang membuat
akhirnya mereka berdiri di depan. Atau desakan dari dalam diri mereka sendiri
juga bisa dari orang lain.
Kesannya menyedihkan sekali kaum
introvert ini. Mereka lebih senang tinggal di dalam rumah dan berkutat dengan
penemuan ide-ide brilliant. Mereka bisa saja ada di antara kaum ekstrovert,
tetapi mereka melakukan hal itu lebih kepada sebuah kewajiban untuk berada di
sana. Selebihnya, mereka lebih suka berbicara pada sekelompok orang saja. Sehingga
kadang, jika berada di sekelompok orang saja mereka tidak terlihat seperti
orang introvert. Kalian akan melihatnya seperti berbicara dengan lancar,
tertawa dengan lebar, bahkan sampai melakukan aksi gila. Iya, karena begitulah
mereka. Unique bukan?
Mereka juga sering di cap
sebagai orang yang sombong karena sifat pendiamnya. Itu yang sering saya alami.
Waktu SD saya pernah mengikuti kursus bahasa inggris dan berteman dengan dua
orang cewek. Saat saya SMA, saya bertemu lagi dengan teman saya tersebut.
sayangnya, dia tidak mengenaliku. Suatu waktu, saya dan dia berbincang di dalam
mushola. Lalu dia menyeletuk.
“Saya kira kamu orangnya
sombong, ternyata tidak.” Aku tersenyum, sudah biasa. Tapi kemudian saya
penasaran, kenapa dia tidak mengenaliku. Lalu saya bertanya dan kemudian dia
menjawab.
“Sebenarnya saya seperti
mengenalimu, tapi kamu yang sekarang terlihat cuek berbeda dengan waktu di les
yang cerewet.”
Aku tertawa. Begitulah orang
introvert, dari luar mereka tampak cuek dan sombong, tapi begitu mengenal
mereka sebenarnya adalah orang yang hangat dan lembut (eaaa), mereka juga
menjadi lebih cerewet. Dan saya membaca ini dari sebuah blog yang mengatakan
jika orang introvert membuka dirinya padamu, itu artinya kamu adalah orang
spesial untuknya.
Meskipun bisa bergabung dalam
kelompok kecil, introvert hanya akan nyaman dengan beberapa orang. Dan jika
kamu adalah orang nyaman pilihannya, maka ia tidak segan-segan untuk
menceritakan apa yang ia rasakan kepadamu tanpa malu-malu. Karena kamu adalah
orang yang spesial untuknya.
Orang yang spesial bukan hanya
kekasih bukan, bisa saja itu adalah sahabat. Pernah di waktu saya KKN,
sebenarnya saya tidak merasa menutup diri. Saya juga suka tertawa (sering
malah) dan ikut berbincang. Tapi entahlah, sifat seseorang kan hanya dilihat
oleh orang lain. itulah mengapa saat kami merekam video gila-gilaan, komentar
teman-teman adalah “wah, saya baru tahu kamu bisa juga beraksi gila seperti
itu.”
Awalnya saya tertegun dan merasa
bukankah selama ini saya sudah menunjukkan sikap kegilaan dan tidak menutup
diri. Tapi kemudian saya sadar mungkin saja seperti itulah yang dilihat oleh
teman-temanku. Dan ketika saya sudah membuka diri, saya sudah menganggap bahwa
teman-teman saya itu adalah orang-orang yang spesial untukku.
Introvert lebih memikirkan dulu
sebelum berbicara. Mereka tidak merasa puas jika diberikan tugas dadakan,
meskipun mengerjakan saat deadline selalu menghasilkan hasil yang bagus. Namun,
jika tugasnya diberikan lebih awal dan dikerjakan saat deadline maka hasilnya mungkin
luar biasa.
Saya tidak bisa mengatakan bahwa
presentasi pra-proposalku itu bagus dan istimewa karena hanya orang lain yang
mampu menilai. Tapi yang saya rasakan adalah rasa puas karena menyiapkannya
dengan sangat baik jauh-jauh hari dan memikirkan dengan matang seperti hal-hal lain.
Dan tidak enaknya menjadi
introvert adalah kamu tidak memiliki banyak teman. Tapi saya berprinsip bahwa 1
orang sahabat jauh lebih baik daripada 1000 teman yang hanya datang di saat
butuh dan pergi saat tidak butuh kita. Sebenarnya bukan karena tidak ingin
berteman, hanya merasa sendiri adalah menenangkan. Seperti Sherlock Holmes yang
mengatakn bahwa dia menyukai kesendirian dan kesendirian itu menolongnya. Haha!
Bukan berarti karena lebih suka
sendiri, introvert tidak bisa jatuh cinta. Sebagai manusia jatuh cinta adalah
hal yang wajib. Dan begitupun untuk orang introvert. Saat mereka jatuh cinta
adalah saat dimana orang spesial yang saya sebutkan tadi juga ditujukan untuk
kekasih. Orang yang akan mereka bagi cerita hidupnya hanya kepadanya. (eaa).
Dan menurut saya introvert adalah orang yang setia, karena introvert tidak
mudah untuk jatuh cinta. Haha!
Introvert tidak suka hanya diam
di rumah. Ia juga senang bepergian ke luar rumah dan bertemu orang baru. Hanya saja
mereka merasa lebih nyaman jika berada di rumah. jadi jangan heran jika mereka
tampak terlihat bosan berada di sekeliling orang daripada sendirian di rumah.
Aneh sih, tapi mereka menikmatinya. Jadi, tidak salah bukan?
Dari tulisan-tulisan yang saya
baca, orang introvert lebih suka menulsi daripada berbicara, tapi bukan berarti
mereka tidak suka berbicara. Itulah mengapa mereka lebih suka mengirim sms atau
bahkan chatting daripada menelepon. Hihi. Saya juga demikian, kalau tidak
terlalu penting lebih baik sms saja. Karena saya suka sekali mendiamkan telepon
yang berdering sampai mati (haha! Maaf teman-teman!)
Lalu, unique mereka dimana ya?
Haha! Thats why i called them unique,
because i can’t find a good word to describe how unique they are : D
At least, introvert or extrovert sama-sama bagus kok, tergantung
bagaimana kita mengolahnya sehingga tidak merugikan orang lain dan diri kita sendiri. ;)
in the middle aftrenoon at Jayapura Town




Comments