Kekuatan Doa
Aku tak tahu harus menulis apa. Tapi aku
ingin sekali menuliskannya. Sebab semakin lama berdiam di dalam hati akan
semakin terasa sakit.
AKu pernah mempercayai kalimat ini dengan
konotasi negatif. Have You Ever Seen A
Dream Come True? Aku mempercayainya sebagai arti bahwa sebenarnya tidak ada
mimpi yang menjadi nyata. Itu saat aku sedang patah hati (hehe). Tidak penting
sekali tapi mampu membuat menganggap mimpi hanya buang-buang waktu.
Itu tidak lama. Karena setelah luka hatiku
sembuh, aku kembali menyakini bahwa ada banyak impian yang menjadi nyata. Tidak
hanya impian mereka, impianku juga demikian. Iya, kalau kita bersyukur dan
ikhlas kita akan sadari betapa banyak nikmat Tuhan yang sudah kita rasakan.
Begitu banyak jawaban Tuhan yang sudah ia berikan atas doa-doa dan impian kita
selama ini.
Ada sebuah kalimat bijak. Aku tidak tahu
siapa yang yang menuliskannya, aku hanya membacanya di media sosial tanpa nama.
Jika itu adalah kalimat kalian atau orang yang kalian kenal, sungguh aku hanya
ingin mengutip. Bunyinya begini;
“Karena
mengulang doa-doa seperti kayuhan sepeda. Suatu saat ia akan membawamu ke arah
yang kamu tuju. Semoga dan selalu, Amiin..”
Sejak bertekad menjadi seorang penulis,
sebenarnya aku belum menerbitkan satu tulisan pun. Kebanyakan tulisanku ditolak
(hehe). Lalu di suatu waktu, aku mengikuti sebuah lomba menulis antologi
cerpen. Harapan untuk diterima tentu saja selalu ada. Akupun mengirimkannya
segera. Itu sekitar bulan Juni. Kemudian saat masuk bulan Juli yang juga bulan
Ramadhan, doa aku setiap shalat adalah agar Allah membiarkan editor melirik
tulisanku. Tulisan yang kutulis dengan sepenuh hati. Doaku hanya itu. Terus dan
terus.
Sampai suatu hari, aku mendapatkan informasi
bahwa tulisanku diterima sebagai salah cerita yang akan menghiasi buku
tersebut. Bukan main terharunya diriku. Setelah sekian lama akhirnya tulisan aku
bisa terbit. Walau baru satu. Sebab seorang penulis senior pernah mengatakan,”Jangan mengaku diri sebagai penulis jika
karyanya belum pernah terbit.” Kalimat
itu ditujukan untuk kita-kita yang hanya menyimpan cerita di dalam
folder-folder komputer. Cobalah untuk terus mengirimkannya.
Cerita aku yang terbit aku yakini sebagai
jawaban Allah terhadap doa-doa dan usahaku. Sejak saat itu, aku sadar. Selama
ini aku sudah melupakan kekuatan doa. Padahal, saat lulus SMA, aku berdoa
setiap hari agar diterima di universitas yang aku inginkan. Doa-doa itu
kemudian menjadi kenyataan ketika aku bisa kuliah di tempat yang aku inginkan.
Setelah itu, aku terbuai dengan kemegahan kota besar. Lupa bahwa hanya dengan
doa segala usaha yang kau lakukan tidak akan sia-sia. Dan kau akan lebih ikhlas
menerima keputusan dari Tuhan.
Seperti saat ini, saat teman aku memberitahu
sebuah pengumuman penerimaan kerja. Saat aku menyadari tidak ada namaku di
dalam daftar. Sedih, wajar. Tapi saat itu aku sudah mulai bisa mengontrol
perasaan kecewa. Karena aku sadar untuk penerimaan di tempat itu aku tidak
mengerahkan usaha yang berlebihan, seperti usaha yang keras dan doa tentu saja.
Aku memberikan selamat kepada teman aku yang
lolos, tapi dia malah tidak enak dengan aku. Dia mengatakan seharusnya kita
lolos sama-sama. Aku kemudian mengatakan bahwa itu rejekimu, belum rejekiku.
Lagipula, aku sudah banyak merepotkanmu dengan mengurus berkasku juga.
Ia juga bercerita, bahwa di dalam
penantiannya menunggu pengumuman, ia melaksanakan shalat tahajud. Memohon perlindungan dan bantuan dari ALLAH SWT.
Saat itu aku pun tertampar keras. Seharusnya, dari segala macam kegagalan yang aku
alami sejak bulan Juli 2014, aku sudah melaksanakan Shalat Malam dan memohon
petunjuk serta perlindungan dari ALLAH SWT. Tapi tidak aku lakukan. Shalat
wajib memang PERLU, tetapi Shalat Malam membuatmu semakin dekat dengan Sang
Pemilik Nafas. Membuatmu mulia karena bangun untuk bertemu ALLAH SWT di saat
yang lainnya sibuk terlelap.
Maafkan aku Ya ALLAH..
Cerita ini aku
tulis untuk sekedar berbagi. Jika usaha kita menurut kita sudah maksimal tapi kita
masih gagal, mungkin saja kita kurang berdoa.
Jayapura, 17 Desember 2014



Comments