Pelajaran dari Reza Noah

kapanlagi.com




Selama ini melihat satu per satu artis yang mulai meninggalkan dunia keartisannya untuk lebih mendalami agama memang patut diacungi jempol. Saya sebenarnya tidak terlalu mengikuti sekali, hanya membaca sekilas saja artis-artis yang keluar dari dunia hiburan dan fokus pada menyebarkan syiar agama Islam, seperti Sakti Sheila On 7, dan juga Lukman Noah yang dulu sebelum Ariel bebas juga sibuk bergabung dengan dunia dakwah. Juga seperti Syahrul Gunawan, Teuku Wisnu, juga aktris Risti Tagor, dan lain sebagainya. 


Baru-baru ini, dunia musik indonesia dikejutkan dengan kabar hengkangnya Reza, drummer band Noah. Tentu saja sebagai fans sangat kaget. Saya sebagai fans juga kaget. Setelah membaca buku Kisah Lainnya, saya seperti tahu bagaimana kedekatan tiap member untuk saling menjaga Noah tetap ada saat Ariel di penjara. Dan sekarang ketika salah satu dari yang juga menjaga ingin keluar, rasanya aneh. Tapi kemudian alasan Reza untuk fokus mendalami agama kemudian saya pikir tidak aneh. 

Yang membuat saya tertegun adalah alasan Reza untuk keluar. Mungkin bukan alasan yang sebenarnya, tapi memang itu adalah salah satu alasan. Selama ini saya tidak terlalu membaca alasan para artis lain yang memilih untuk mendalami agama, baru alasan Reza.

“Tadi waktu konser, saya melalaikan ratusan umat dari shalat. Sekarang saya harus mengajak sebanyak-banyaknya umat untuk shalat” –kata Reza

Alasan inilah yang membuat saya tertegun. Bagaimana Reza sadar bahwa dengan musiknya ia telah melalaikan ratusan penontonya dari melaksanakan shalat. Saya langsung teringat bagaimana suasana konser-konser band yang dipadati oleh banyak penonton, seperti konser Noah. Konser yang berlangsung berjam-jam tanpa jeda itu penontonnya pasti banyak yang meninggalkan shalat.

Saya ingat, dulu saya pernah menonton acara inaugurasi penerimaan mahasiswa baru yang berupa semacam pentas seni. Acaranya dimulai dari jam 1 siang sampai jam delapan malam. Untuk bisa mendapat tempat yang strategis kita mungkin datang satu jam lebih awal. Jadi dari jam 12 siang sampai 8 malam, kalau orang yang mager (malas gerak) apalagi dihimpir banyak orang, sesak, jauh (ini mah saya hehe) jadinya malas deh keluar cari masjid. Hehe~ saya ingat banget saya sampe lupa makan saking banyak orang dan desak-desakkan kalau keluar. Akhirnya saya melewatkan dua shalat wajib. Astgafirullah..

Kemudian saya hubungkan dengan alasan Reza. Saya saat itu nontonnya duduk di kursi aja udah malas gerak cuma nonton ‘artis’ ingusan lagi. Apalagi penonton konser Noah yang desak-desakkan dan terus disuguhi dengan permainan musik Noah serta suara musik Ariel. Wajar kalau Reza (harusnya Noah sekaligus dan EO-nya) merasa bersalah karena telah melalaikan kewajiban menghadap Allah digantikan dengan menonton pertunjukkan musiknya.

Ini sering banget diserukan orang tua terhadap saya untuk mendahulukan Allah baru kesenangan, seperti nonton film atau drama. Intinya orang tua saya mengedepankan kita sebagai penikmat yang harus sadar lebih dulu. Tapi baru kali ini saya melihat orang yang ditonton yang sadar bahwa ia telah melakukan kesalahan. Masya Allah  : )

Membaca alasan Reza membuat saya banyak berkhayal, mungkin enggak ya acara-acara konser bukan hanya konser band tapi juga yang lainnya juga memikirkan kewajiban penontonnya yang kebanyak adalah orang Islam untuk dihentikan sejenak acaranya dan mengajak bersama-sama untuk shalat jamaah. Hehe. Mungkin enggak ya?

Saya juga shalatnya masih bolong-bolong sih, membaca kisah Reza cukup membuat saya tertampar. Alhamdulillah Reza sudah dapat hidayah, next  kita-kita yah. Amiin ya Rabbal alamiin. 

Keep Istiqamah, Keep Love Allah SWT
Tasangkapura, 24 Desember 2014

Comments

Popular posts from this blog

KEEP SHINING AND KEEP THE FAITH

S U D D E N L Y