Timbangan : Benda yang paling sering disalahkan
![]() |
| www.ovispaindonesia.com |
Ini cerita intermezo aja sih.
Jadi sejak balik ke Jayapura, saya membawa
serta timbangan berat badan yang membantu dan menemani saya dalam penelitian.
Sejak kedatangan si timbangan, ia sudah melakukan tugasnya sebagai timbangan,
yaitu menimbang berat badan. Namun saya kasihan, sebab ia selalu dipersalahkan
ketika angka yang ia munculkan di layar tidak sesuai dengan keinginan si
pemilik berat badan.
“Ah, salah nih timbangannya!”
Si timbangan elus-elus dada.
“Perasaan kemarin cuma sekian kilo, kok
sekarang jadi segini kilo? Salah nih timbangannya!
Si timbangan hanya nyengir. Ini apa adanya loh,
katanya.
“Apaaa? Segini kilo? Salah nih timbangannya!
Sabaar.
Berbeda sekali dengan keikutsertaannya dalam
penelitianku. Timbangan selalu menjadi benda yang sangat berguna dan tak jarang
ia mendapatkan ucapan terima kasih. Karena kebanayakan orang-orang atau sampel
penelitianku membutuhkan pengetahuan tentang kondisi berat badan mereka, juga
sedikit nasehat agar berat badan mereka tidak mengakibatkan masalah pada
kesehatannya.
Lalu, adik saya tiba-tiba masuk ke kamar.
“Kak, mau nimbang nih. Perasaan udah gede bener
nih badan,” katanya sambil memijakkan kakinya di atas timbangan. Semenit
kemudian, ia berseru,”OhmyGod! Ini sudah naik sekian kilo, apalagi besok. Harus
dieet!” Adik saya meratapi hasil timbangan berat badannya dengan sedih.
Di Jayapura, sudah menjadi tradisi sejak
entah zaman kapan, ada semacam tradisi silahturahmi atau open house every house
(?) pada hari-hari raya. Misalnya pada Hari Lebaran, setiap rumah yang
merayakan hari lebaran akan membuka rumahna untuk menerima tamu, baik saudara,
kerabat, maupun mungkin hanya teman say
hi di kantor, kampus, atau sekolah. Baik itu seagama maupun beda agama.
Istilahnya disebut PeTa singkatan dari Pegang Tangan atau silaturahmi. Dan pada
Hari Natal, maka giliran umat Kristiani yang melakukan hal tersebut.
Pada setiap rumah kenalan yang dimasuki
biasanya dihidangkan aneka suguhan, mulai dari makanan ringan (kue-kue kering
dan minuman bersoda) hingga makanan berat (daging dan lain-lain). Itulah
mengapa adik saya shock berat melihat hasil timbangannya yang sudah cukup
membuat pipinya seperti kue bakpao, apalagi setelah pergi PeTa besok? Hahah
Ia pun keluar dari kamar saya, setelah
mengucapkan terima kasih.
“Kak, akhirnya bener juga nih timbangan kak.
Makasih ya!”
Aku tersenyum melihat timbangan yang juga
tampak lega. Ia senang karena kegunaannya disadari. Bukan sebagai benda yang
menakutkan bagi setiap wanita (BB is important) yang selalu disalahkan jika
angkanya agak over dari perkiraan,
tapi sebagai benda yang akan selalu mengingatkan kita untuk menjaga berat
badan/menurunkan berat badan/menaikkan berat badan. Sebab, beberapa penyakit
serius memiliki keterkaitan dengan berat badan, misalnya diabetes melitus.
Okey, keep Healthy!!
Tasangkapura, 24 Desember 2014

Comments