Bila Kau Tak Temukan Cinta, Biar Cinta Yang Menemukanmu
Assalamualaikum Cinta, Assalamualaikum
Beijing.
Akhirnya kesampaian juga nonton film ini. Dua
hari setelah tanggal rilis, akhirnya sampe juga roll film ini ke bioskop XXI
kota. Tapi berhubung harga tiket nonton hari libur yang lumayan nguras isi
kantong, jadi deh dipilih hari biasa aja buat nonton. Daaan...
“Cinta itu menjaga, tergesa-gesa itu nafsu!”
kata Ra pada Dewa sehari sebelum pernikahan (sehari ya?). Dewa memang kurang
ajar. Sudah bagus dipertemukan dengan wanita secantik dan seshalehah Ra, tapi
dia dengan nafsu yang tak bisa dikuasi malah menghamili Anita (Anita ya?).
Kontan saja Ra marah. Saya sebagai perempuan dan semua perempuan di dunia ini
pasti sangat marah. Dewa memang kurang ajar, meski begitu dengan mulutnya yang
berbisa masih mengaku lebih mencintai Ra.
Di tempat lain, Asma berangkat ke Beijing untuk
bekerja dan move on. Ia disambut dengan hangat oleh sahabatnya, Sekar, dan
suaminya. Di sana, ia tidak sengaja bertemu dengan pria yang bernama Zhong Wei,
yang seorang atheis. Awalnya pertemuan tak sengaja, lalu bertemu lagi karena
ternyata Zhong Wei adalah seorang guide.
Jadilah mereka berdua berjalan-jalan di Beijing. Asma meliput tentang agama
Islam di negeri tirai bambu dan Zhong Wei mengantarnya kesana kemari. Ternyata,
Zhong Wei belajar banyak dari dari Asma seperti Asma merasa Zhong Wei tahu
banyak hal. Dan disanalah, cinta itu hadir. Meskipun ketika Dewa datang ke
Beijing dan meminta Asma (Ra) untuk kembali padanya, Asma sudah tidak peduli
lagi.
"Let’s slowly grow old together,” kata Zhong
Wei pada Asma. Rupanya, kalimat yang ia ucapkan di Tembok Raksana, dan
dituliskan di buku ‘Ashima’ adalah hati Zhong Wei sebenarnya. Bahwa Asma adalah
istimewa. Pelan-pelan, karena terpukau dengan Islam, ia pun menjadi mualaf.
Saat itu, Asma sudah kembali ke Indonesia. Ia mengidap penyakit aneh yang
membuatnya bisa stroke, buta, tidak bisa punya anak dan bahkan mati. Tapi ia wanita
yang kuat. Ia berjuang melawan penyakitnya. Agar bisa sembuh dan dapat kembali
pada Zhong Wei dalam keadaan sehat.
Tapi ya namanya juga cinta. “Tak perlu fisik
yang sempurna, untuk mendapatkan kisah cinta yang sempurna,” kata Zhong Wei
sebelum melamar Asma. Awww~
Akhirnya, endingnya, mereka bersatu enggak
ya? Apalagi ada Dewa yang tidak berhenti mengejar Asma? Beli bukunya dan tonton
filmnya, Assalamualaikum Beijing, mulai 30 Desember 2014 di seluruh bioskop
Indonesia.
Yihiii~
Ceritanya memang romantis dan sarat akan dakwah.
Tapi kalau menurut aku alur ceritanya terlalu cepaat sekali. Kurang banyak dakwahnya. Heheh. Hahah. Tapi dari semuanya, aku suka sama akting Sekar sih, udah dapet banget
lucu-lucunya. Mungkin perlu adegan terpana dan terpukau dari Asma dan Chung2 secara
diam-diam. Seperti film-film romantis di koreaa *ala Sekar*. Tadinya aku pengen
banget bisa nangis karena katanya menyentuh sekali. Hasilnya aku hanya bisa terdiam
karena adegan lamaran Zhong Wei agak kurang gimana gitu. *kebanyakan nonton film luar sih aku -__-* Saya malah
merindingnya pas Zhong Wei ngomong pake bahasa cina di Great Wall dan artinya
di rahasiakan. So sweet.. Heheh..
"Saya nggak percaya cinta kilat!" Haha! Yup, sama saya juga. Tapi Chung2 beneran suka loh, Asma. Hehe..
But, film ini memang layak ditonton. Khususnya buat remaja. Novelnya apalagi, wajib baca. Siip deh
buat Mbak Asma Nadia dan seluruh krew-nya, dan semoga Reva dan Bella bisa berhijab. Soale sudah cucok
buanget deh make kudung gitu : )

Comments