Di negeri manakan aku tinggal sekarang?


Beberapa jam lalu akhirnya Presiden kita memutuskan sikapnya terhadap kisruh pemilihan calon Kapolri Budi Gunawan dengan membatalkan pelantikannya dan mengangkat Badrodin Haiti sebagi calon Kapolri. Tentu ini menjadi jawaban yang sangat ditunggu oleh rakyat Indonesia mengingat Budi Gunawan ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK atas tuduhan kepemilikan rekening gendut. Tidak hanya itu, Presiden juga mengeluarkan Keppres untuk memberhentikan sementara dua pimpinan KPK yaitu Abraham Samad dan Bambang Widjayanto. Nah loh?
                Mendengar berita ini saya sebagai rakyat Indonesia juga turut bahagia karena Budi Gunawan tidak jadi dilantik. Tapi saya kecewa karena BG yang dijadikan tersangka korupsi memenangkan sidang pra peradilan. Bapak Joko, Presiden kita, juga memberhentikan sementara dua pimpinan KPK yang adalah ‘dalang’ dibalik penentapan tersangka dan membuat BG kehilangan muka di mata rakyat dan menempatkan presiden dalam suasana ‘dilema’.  Ya, ini adalah keputusan yang tepat untuk menenangkan kedua kubu yang ‘panas’ dan untuk menegakkan hukum.
                Ini negeriku kah? Aku yang masih sibuk mencari sesuap nasi kini harus melihat drama politik pemimpin negeri di televisi. Menyiratkan bahwa masalah yang paling berat dalam hidup ini adalah politik. Aku tertawa lebar saat akhirnya Abraham Samad dijadikan tersangka atas kasus pemalsuan dokumen di kota yang membesarkannya. Dan saya semakin tertawa melihat kenyataan kubu yg kesal dengan AS mencari-cari alasan apaaa sajaaa yang bisa menciduk duet pemimpin KPK karena telah ‘melukai’ wajah mereka. Yeah! Kasus yang banyak dilakukan orang Indonesia ini menjadi saksi kunci betapa hal-hal kecil yang diabaikan bisa jadi bumerang yang besar. Yang sabar pak, Samad.
                Ini memang pertarungan KPK dan Polri dengan Joko sebagai jurinya. Pada akhirnya, meskipun Joko ‘seolah’ tidak mendukung keduanya dengan batal melantik BG dan memberhentikan sementara AS an BW, tapi status BG? Akankah batal dilantik dan diberhentikannya AS dan BW yang menjeratnya membuatnya ia lepas dari status tersangka?
                Lucu sekali. Saat orang yang kalian tuduh balik menuduh kalian. Di negeri manakah aku tinggal sekarang? Saat Polri, Hakim, Jaksa dan DPR tidak bisa dipercaya, sekarang KPK dibuatnya seolah-olah juga sebagai ‘sarang maling’ seperti mereka? Tapi saya masih percaya KPK meskipun ada desas-desus beberapa penyidik KPK bakal dijadikan tersangka. Yang saya ragukan adalah apakah KPK akan tetap ada? Apakah KPK akan tetap kuat mengingat KPK ‘seolah’ sama sekali tidak bisa menyentuh Polri? Apakah masih ada orang-orang yang bisa dipercaya untuk memberantas korupsi tanpa tebang pilih?
                Semoga kasus pemimpin KPK ini menjadi sebuah pembelajaran bahwa KPK tidak kebal hukum, tetapi Polri kebal hukum (iya nggak? Cobe deh mikir? Hahah!) sudahlah, aku tak pernah respek sama polisi korup! Penegak hukum yang menegakkan hukum dengan tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Presidenku, aku setuju kau batal melantiknya, tapi lebih setuju kalau kau usut juga kasus korupsinya dan beberapa tersangka lainnya yang ditetapkan oleh KPK! Serta membersihkan KPK dari pemimpin yang bermasalah, sehingga kelak KPK tidak punya kartu hitam yang membuat mereka tidak bisa menciduk Buaya yang bermandikan uang rakyat!
                Hidup Indonesia. Save KPK. Musnahkan Koruptor!
               

Comments

Popular posts from this blog

KEEP SHINING AND KEEP THE FAITH

S U D D E N L Y