Dunia Teks yang Mengubah-ubah Hatimu



Sewaktu remaja ababil, aku suka sekali mendengarkan lagu Simple Plan yang bertajuk Welcome To My Life. Liriknya kalau kata orang jekardah itu “gue banget, dah!”. Aku sering menyanyikannya keras-keras. Tidak ada niat apa-apa. Bukan karena aku ingin orang mendengar suaraku yang lumayan bisa membuat rumah sebelah gempa skala ringan. Atau karena aku ingin menujukan liriknya pada orang-orang tertentu. Toh mereka juga tak tahu apa arti dari kata-kata yang aku suarakan lewat lagu itu. Hanya saja saat kalian menyanyi dengan suara keras dan lantang, sebagian bebanmu seperti terangkat. Bagai debu-debu halus yang seketika berterbangan diterpa angin. Bagai debu...
Ngomong-ngomong tentang debu, kita pernah punya lagu yang sangat hits ditengah-tengah masyarakat khususnya kaum yang suka galau-gundah-gulana. Dipopulerkan oleh penyanyi pendatang baru bersuara serak-serak basah. Liriknya sangat bagus dan sedikit lucu menurut saya. “Kuberlari kau terdiam ku menangis kau tersenyum ku berduka kau bahagia ku pergi kau kembali. Ku coba meraih mimpi kau coba hentikan mimpi. Aku tanpamu butiran debu” Aku suka memberi judul baru untuk lagu ini, yaitu Tidak Jodoh! Sebab dari lirik tersebut diungkapkan bagaimana dua orang yang tidak memiliki kesamaan sedikitpun. Biasanya nih, kalau jodoh kan selalu ditandai dengan hal-hal yang menyatukan mereka meskipun banyak hal yang tidak sama diantara mereka. Nah, itu.. Aku berlari kau terdiam. Udahlah... enggak usah balik dilihat, terus aja berlari. Siapa tahu.. di depan sana ada yang sedang menunggu tongkat estafet Anda. Hihiii...
Eh, out of topic. Kembali ke simple plan dan lagu anyarnya. Pernah suatu waktu, saat sedang duduk di dalam mobil yang membawaku pulang ke posko bersama teman-teman, lalu mengalun dengan lembut suara    yang menyanyikan lagu Welcome To My Life dan seisi mobil yang tadinya diam melompong karena mulai ngantuk mengeluarkan desis-desis kecil namun seragam. Mengikuti tiap bait dari lagu ini dengan suara pelan. Begitupun denganku yang sembari tersenyum kecil. bagaimanapun bahagianya dirimu waktu remaja rasanya kurang lengkap tanpa menghafal lirik dari lagu ini. Menggambarkan secara jelas bagaimana keadaan down anak remaja saat mengalami suatu masalah. Bisa menjadi sebuah media refleksi juga untuk anak remaja agar tahu beginiloh hidupku. Haha
Lagu kadang mengingatkan kita pada masa-masa dimana sesuatu terjadi. Ada satu lagu yang sampai saat ini kalau sedang aku dengarkan selalu membangkitkan perasaan sedih, kesepian dan kosoooong banget. Itu lagu dari ost You’re Beautiful, salah satu drama korea. Mengapa lagu yang tidak mempunyai lirik sedih itu malah membuatku merasa kosong? Iya, karena lagu itu menemani hari-hariku saat pertama kali mencoba hidup mandiri di kota orang. Saat itu memang aku sedang merasa kesepian stadium 3 (belum separah saat aku menuliskan ini) karena harus berpisah dengan orang tua dan memulai hidupku ALONE  di negeri orang. Begitupun dengan lagu simple plan ini. Saat ini entah mengapa saya benci sekali mendengarkan lagu ini. Seolah-olah aku ingin membanting sebuah vas bunga dari lantai dua puluh tiga sambil berteriak lantang, INI LOH HIDUPKU!
To be hurt
To be lost
To be left out in the dark
To be kicked when you’re down
To feel like you’ve been pushed around
To be on the of breaking down
And no one’s there to save you
No, you don’t know what it’s like

Hati itu ibarat bulu di padang yang luas, yang dibolak-balikkan oleh angin. Kadang kita bisa merasa bahagia ketika hati bahagia dan kadang kita berada di lantai dasar kesedihan ketika hati sedang sedih. Kadang aku merasa mendengarkan lagu bisa menenangkan perasaanku, namun kadang aku merasa muak dan ingin muntah mendengarkan lagu-lagu yang sudah aku hafal lirik dan maknanya.

Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di depan. Bumi terus berputar dan kadang kita merasa berada di atas angin juga bisa kembali merangkak di lantai yang keras dan panas. Itu semua membuatku banyak mengerti arti dari kehidupan dan menghargai bagaimana kata-kata yang lahir dari lagu, novel, film, hingga ciutan kelakar dan sok bijak orang-orang di media sosial mampu membolak-balikkan hati kita yang hanya bagaikan sehelai bulu ini.

Comments

Popular posts from this blog

KEEP SHINING AND KEEP THE FAITH

S U D D E N L Y