Identity (2003)
Hujan deras turun di daerah perbatasan di
Amerika. Sebuah motel kecil di bagian terpencil, managernya sedang asyik
menonton kuis di televisi ketika seorang pria masuk dengan menggendong tubuh
istrinya yang berlumuran darah. Kejadian flashback ke sebelum kejadian ketika
sang suami George York, istrinya Stepanhie York dan anaknya Timmothy York
membelah jalanan yang diguyur hujan deras. Namun ditengah perjalanan ban mobil
mereka melindas sesuatu yang membuatnya bocor. Saat diperbaiki, George
menemukan sebuah sepatu. Kejadian kemudian flashback ke kronologis adanya
sebuah sepatu di tengah jalan. Sepatu itu milik seorang PSK, Paris Nevada, yang
ingin pulang ke Florida. Ditengah perjalanan ia tidak sengaja membuat sebagian
isi tasnya terbang terbawa angin, termasuk sepatunya.
Kembali George York yang sedang
memperbaiki ban mobilnya. Tiba-tiba, sebuah mobil melintas dengan sangat cepat
dan menabrak istrinya Stephanie yang sedang menemani Timmy bermain di luar
mobil. Si pemilik mobil hitam, Edward, terkejut. Ia tidak menyangka saat sedang
mencarikan battery ponsel milik penumpangnya, Caroline Suzzane, seorang tengah
berdiri di tengah jalan yang hujan deras. Ia cukup bertanggung jawab dan
membawa keluarga York ke motel terdekat untuk mencari telepon.
Hujan yang deras di malam hari
itu membuat beberapa tamu dadakan berkumpul di motel Larry. Semuanya berkumpul
karena jalanan menuju kota tertutup banjir. Istri George pun terpaksa batal di
bawa ke rumah sakit, apalagi karena ulah Paris, antena telepon mengalami
gangguan, sehingga kesepuluh orang tersebut terpaksa menetap di motel. Mereka
adalah keluarga York, Edward Dakota, Caroline Suzanne, Virginia Lousiana dan
Lou Lousiana pasangan suami istri muda, Paris Nevada, Rhodes dan Maine si
polisi dan tahanannya, dan Larry Washington si manajer.
Namun, sebuah kejadian mengerikan
terjadi kemudian ketika ditemukan kepala Caroline di dalam mesin cuci, kemudian
suami Ginny tewas di dalam kamar, dan tahanan Rhodes, Maine yang tewas saat di
ikat. Kejadian itu membuat mereka ketakutan dan mencari siapa sebenarnya
pembunuhnya?
Di tempat lain, dengan hujan
deras yang sama, seorang tahanan pembunuhan berantai tengah menjalani sidang
terakhir menjelang hari eksekusinya besok. Pengacaranya membawa serta seorang
dokter ahli kejiwaan untuk membela pasiennya, Malcom Rivers yang menderita
sebuah keanehan psikologis, yaitu memiliki 10 kepribadian. Demi untuk membuktikan
bahwa Malcom memiliki kelainan jiwa, ia pun dipaksa untuk memunculkan satu per
satu karakternya sampai tinggal satu karakter saja.
Kira-kira begitulah cerita
Identity, film 2003 yang baru saja saya tonton. Asli, film ini dengan subtitle
inggrisnya membuat saya kebingungan memahami arah cerita di film ini. Saya
sampai memutarnya berkali-kali untuk mencoba mengerti apa kaitan antara Malcom
dan pembunuhan berantai di Motel itu. Setelah menonton kembali, saya akhirnya
mengerti kalau 10 orang yang ada di motel itu adalah karakter dari Malcom.
Mereka memiliki ulang tahun yang sama dengan nama kota di bagian belakang atau depan
nama mereka, seperti Malcom Rivers. Malam itu, ia tengah diobati untuk membuang
9 karakter lainnya dan menyisakn 1 karakter asli saja. Awalnya ia berhenti pada
Paris Nevada sebagai karakternya, yang baik dan mau berubah dari PSK menjadi
pengelola perkebunan jeruk. Namun, setelah dinyatakan tidak jadi dieksekusi dan
dibawa ke tempat rehabilitasi saja, ternyata masih ada satu karakter yang
dikira sudah meninggal. Karakter itu adalah karakter pembunuh, karakter asli
Malcom yang akhirnya membuat pengacara dan dokternya mati di tangannya
Filmnya sangat seru dan layak
ditonton karena sekali tonton pasti sulit dimengerti. Alur yang menarik dengan
cerita yang jelas meskipun ada adegan flasback. Pembunuhannya pun tidak terlalu
sadis. Sip deh pokoknya.

Comments