Saat Kadang Kita Merasa Sedih


Di sini kadang gue merasa sedih.
Saat gue bangun pagi tanpa beban. Gue sama sekali nggak tahu gue bangun di hari apa, tanggal berapa, tahun berapa. Nyaman banget ya kedengarannya. Kedengarannya.. Kenyataannya  itu sama sekali enggak nyaman dan enggak baik. Sebab bisa saja nih, di saat tertentu tiba-tiba kamu pengen lihat kalender dan menyadari kalau umur kamu udah bertambah setahun! Oh No!
Emang nggak ada salahnya sih umur bertambah, toh itu adalah kodrat dari Sang Maha Kuasa. Yang salah itu, dan membuat gue mesti memekik keras, adalah karena gue enggak melakukan hal-hal yang berguna selama satu tahun umurku kemarin. Emm.. sebenarnya bukan enggak berguna sih. Tapi karena beberapa bulan sebelum gue genap berusia dua puluh tiiiiiiit, gue menjalani hari-hari terberat dalam hidupku. Seperti yang gue uraikan di atas, bangun pagi tanpa beban dan terdengar nyaman itu adalah hari terberat dalam hidupku.
Disitu kadang gue merasa sedih.
Zaman sekarang adalah zaman yang serba canggih. Kamu enggak perlu lagi nanya posisi seseorang dimana karena sudah ada GPS dan path yang akan menunjukkan padamu. Setidaknya membuat orang-orang enggak bisa bohong. Tapi dengan semakin canggihnya teknonologi, kadang membuat bete juga. Terutama kalau udah nge-add temen lama tapi ternyata mereka udah berubah jadi power rangers.  Hehe.. maksud gue everyone pasti berubah, tapi aneh aja sih (gue yang aneh bukan temen gue) kalau pas diajak jalan sekarang semua udah pada sibuk dan kebanyakan udah pada punya temen baru atau bahkan sudah punya suami yang akan ngelarang ke sana sini. Terus gue yang merasa menjadi sendirian kadang bete kalau melihat status temen2 yang rada alay dan menurut gue enggak sesuai sama umur kita-kita yang sudah agak t*a.. #abaikanparagrafini
Disitu kadang gue merasa sedih.
Kalian tahu donk gimana mandirinya jadi anak kos itu? Apa-apa kalian urus sendiri. Enggak minta bantuan orang tua, kecuali temen. Temen pun kadang jadi keluarga baru yang enggak bisa kalian sepelekan begitu saja. Begitu kalian kembali ke rumah, kadang nih kadang, ada aja yang membuat kalian jadi pengen manja-manja lagi. Apalagi karena udah lama enggak ngelakuin itu. Tapi jangan lama-lama. Soalnya kalau kelamaan bisa-bisa kalian akan kembali ke masa anak SMA yang manja. Seperti yang gue rasain saat ini. Karena terlalu lama santai, gue jadi lupa kalau seharusnya gue udah berevolusi menjadi serigala eh maksud gue wanita yang lebih dewasa yang siap menikah dan mengurus rumah tangga omalee yang kadang membuat gue banyak berpikir bahwa sebenarnya usia yang menyedihkan itu ya disini, usia dua puluhan, saat kalian masih pengen manja-manja tapi enggak bisa karena umur loe udah men*a. Hahahahiikks
Disitu kadang gue merasa sedih.
Disisi lain tumbuh remaja dengan menjadi pecandu kepop ternyata membuatmu memberikan kenangan yang lucu di kemudian hari. Seperti saat ini, saat gue memandangi poster-poster lelaki tampan juga cantik yang dulu menghiasi setiap sudut kamarku. Saya dulu pernah nangis entah mengapa, emosional gitu deh, terutama saat melihat konser idola yang udah bubar. Rasanya seolah-olah saya yang mengalami perpecahan itu. Sekarang, saat semua masa-masa indah nan lucu itu berangsur memudar, kadang saya merasa pengen nangis, bukan karena perasaan yang sama, tapi karena sedih melihat saya yang dulu begitu lucu dan mungkin bodoh. Hahahahiks.
Disitu kadang gue merasa sedih.
Ketika paket internet gue yang sebulan bisa dibayar sama dengan harga makan gue dulu dua minggu (150 rebuu) dan gue harus memutar otak mencari alasan supaya diberikan duit untuk memasang paket lagi. Padahal gue udah komit (ceileeh) pengen kerja cepet biar enggak usah nadah-nadah telapak tangan di depan ortu. Akhirnya, gue harus menahan diri untuk tidak mendownload drama terbaru ataupun video terbaru yang akhirnya lambat laun menjadikanku sadar bahwa semakin lama aku semakin menjauh dari dunia kepop. Ketidakberadaan wifi disini juga kadang membuat gue pengen nangis juga pengen bersyukur sih, hahahiks.
Disitu yang paling kadang gue merasa sedih.
Tiba-tiba aja temen college dulu bbm dan nanya kapan gue mau ntaktir dia. Gue dengan kening berkerut sepuluh tak mengerti arah pembicaraannya seperti itu dengan seorang pengang*uran. Baru kemudian aku sadar bahwa aku ternyata (mungkin) satu-satunya yang belum merubah status yee. Disini yang paling bikin gue nyesek dan enggak kadang sedih lagi. Tau-tau aja gue jadi kepengen meringkuk di dalam kamar, enggak buka medsos apapun, dan hanya sibuk menghibur diri dengan banyak-banyak ngucapin Alhamdulillah. Biar Allah tahu kalau kita enggak pernah lupa bersyukur atas apa yang udah dikasih meski belum diberi yang sering kita minta. Disitu pelan-pelan aku merasa bahagia kembali dan bangkit untuk mencoret bagian yang kadang membuat gue merasa sedih.
Oke, selamat malam : )

Comments

Popular posts from this blog

KEEP SHINING AND KEEP THE FAITH

S U D D E N L Y