Long Story After Graduation (4)

September
            Awal September alhamdulillah CPNS Kemenkes sudah dibuka dan BPJS Kesehatan untuk kualifikasi pendidikanku terbuka. Tanpa menunggu waktu lagi, langsung saja saya daftar.
            Ada yang mengatakan bahwa bulan September selalu ceria sehingga September selalu disebut sebagai September ceria. Tapi saya lebih suka dengan salah lagu Green Day “Wake Me Up When September Ends.”
            Iya, menjiwai sekali dengan saya yang masih betah di rumah. Entah mengapa saya tidak kepikiran untuk mencoba semua jalan yang ada.  Dimanapun seharusnya saya mendaftar tidak peduli apakah ilmu saya akan terpakai atau hanya ditinggalkan di belakang.
            Seminggu, dua minggu, saya habiskan dengan hobi menulis dan nonton filmku. Juga sesekali keluar rumah kalau ada yang hendak keluar.
            Membosankan? Iya bingits!!
            Mau mengajak teman seperjuangan untuk mencari bersama, mereka semua tidak ada di kota ini. Mau jalan seorang diri. Saya (masih) tidak berani.
            Seminggu, dua minggu yang saya jalani terasa seperti setahun dua tahun. Saya sempat takut kalau akan menjadi seperti ini terus. Takut tidak akan kebagian kerja jika hanya bersantai di rumah menunggu lamaran kerja di terima. Saya sebenarnya depresi. Sampai-sampai berat badan naik karena hanya makan dan tidur sambil nonton.
            Kalimat-kalimat motivasi rasanya seperti sebuah tamparan keras jika kubaca. Saya punya setumpuk ide-ide yang begitu besar. Hingga rumahku tidak sanggup untuk menampungnya. Tapi saya punya sedikit action sampai semua dedemit di rumah menertawaiku (sungguh, ini dedemit beneran!). Jika dulu sehari saya kurang untuk menyelesaikan semua urusanku. Sekarang, satu hari bukan terdiri dari 24 jam melainkan 24 tahun. Setiap kali melihat cermin, saya pikir umur saya sudah bertambah setahun demi setahun. OMG!
            Doa-doa yang terus saya ulangi di setiap sujudku terasa menggunung di pintu surga. Apakah Allah mendengarnya? Apakah Allah melihatnya? Atau para malaikat langsung menaruhnya di gudang, karena terlalu banyak (hehe.. becanda). Aku yakin Allah selalu mendengarnya, namun ia menunggu waktu yang tepat untuk menjawabnya. Hanya dengan ber-positif thinking, saya bisa menjalani hari-hariku dengan bahagia.
            Di minggu terakhir bulan September, akhirnya keluar pengumuman dari BPJS Kesehatan mengenai seleksi berkas. Alhamdulillah saya lolos seleksi berkas. Dan berhak untuk ikut tes selanjutnya yaitu Tes Potensi Akademik (TPA). Karena sudah pernah tes TPA dari Bappenas, saya merasa cukup yakin bisa melaluinya. Apalagi saya berpikir tes dari BPJS tidak akan sesulit tes dari Bappenas. Hehe...
            Tanggal 22 September saya excited sekali untuk ikut tes pegawai pertama kalinya. Kemudian saya dapat sms dari teman yang mengatakan bahwa materi tesnya bukan tentang sinonim-antonim ataupun deret angka dan yang lainnya seperti tes TPA pada umumnya. Namun tentang BPJS dan seluk beluknya. Waduh! Saya tepuk jidat. Panik. Bagaimana caranya saya menghafal UU dan Perpu atau apalah yang berhubungan dengan BPJS. Akhirnya saya pelajari sebisa saya, minimal UU apa yang mengatur BPJS dan sejarah pembentukkan BPJS setelah sebelumnya bernama PT. Askes. Tak lupa saya bertanya pada orang tua berapa persen gaji yang dipotong untuk asuransi ini.
Percaya diri saja. Saya memasuki ruang ujian. Pesertanya lumayan sedikit. Berbeda sekali dengan cerita teman-teman saya di Makassar yang pesertanya sampai ribuang orang. Kursi yang disediakan panitia bahkan kosong banyak. Begitu soal dibagikan, saya tersenyum. Ternyata teman saya salah. Materinya sama dengan tes TPA pada umumnya, cuma di bagian terakhir ada sedikit soal tentang BPJS yang bisa saya jawab karena saya sempat mempelajarinya tadi pagi.
Saya yakin sekali bisa lolos tes TPA.
Dan saya setuju dengan lirik lagu barat tersebut, “Wake me up when September Ends”. Karena semangat untuk bangkit dari libur panjang dan bergegas untuk mencari kerja semaksimal mungkin bangun di akhir september.

To be continued...

Comments

Popular posts from this blog

KEEP SHINING AND KEEP THE FAITH

S U D D E N L Y