Sepenggal Kisah Horor Kamar Kos (1)


Satu—Ketukan Palu Di Malam Hari

sumber : google-ing (mungkin agak tdk nyambung dg cerita ilustrasi di atas, berhubung sy takut lihat gambar-gambar horor lama-lama jadi asal comot aja yee.. )

Hampir tiga tahun saya tinggal di pondokan bernama pondok ilmu. Awalnya saya mengira asal mula pemberian nama Ilmu pada pondokan ini karena khusus menerima mahasiswa rajin dan tekun kayak saya (hahaa). Tapi ternyata itu karena si pemilik kos mempunyai anak bernama ilmi yang dalam bahasa arab artinya ilmu.

Pondokan saya biasa-biasa saja. Dari segi bangunan hingga penghuni pondoknya. Bangunannya berlantai dua dengan 10 kamar kos di lantai dua dan dua kamar kos di lantai bawah serta rumah pemiliknya. Tidak ada halaman di pondokan ini alias langsung berbatasan dengan lorong utama. Satu-satunya yang menjadi pengaman sepuluh kamar di lantai atas adalah pagar di tangga-tangga. Penghuninya semuanya adalah perempuan berasal dari berbagai jurusan yang ada di universitas. Pun baik hati dan tidak banyak tingkah. Semua menjalani kehidupannya masing-masing. Meskipun biasa-biasa saja, ada yang luar biasa dari pondokan ini. Yaitu suara ibu kos yang cetar menggelegar. Untungnya meskipun agak berlebihan volume suara ibu, namun untuk urusan tagih menagih uang kos pasti dipelanin (haha).

Saya tinggal di kamar paling ujung. Kamar yang tidak saya pesan awalnya. Awalnya saya memesan kamar yang ditengah, namun karena masih ada penghuninya saya diminta untuk menaruh barang-barang di kamar bawah dan menunggu sampai penghuninya selesai masa kontraknya. Saya terima saja ditempatkan di ujung meskipun saya tahu kamar yang tengah masih kosong. Entah apa yang ada dipikiran ibu kos. Saya tak begitu peduli yang penting saat saat kembali ke kota itu dari liburan aku tidak kehujanan dan kepanasan. Dan jadilah saya menjalani kehidupanku di kamar paling ujung, paling sudut dan paling sepi. Namun bisa menjadi kamar paling berisik saat menonton drama korea. Bukan suara saya yang berisik sih, tapi suara percakapan yang tidak hanya dimengerti oleh orang indonesia normal.

Sejak tinggal di kamar itu, saya tidak pernah merasakan kekurangnyamanan dan kekurangamanan. Malah saya merasa sangat aman dan nyaman sekali. Beberapa kali saya mendengar kasus pencurian di beberapa pondokan dekat pondok ilmu. Alhamdulillah meskipun hanya dipagari di bagian tangga, pondokan ini cukup aman. Mungkin ibu kos sudah membentengi pondok dengan nama anaknya ini dengan doa-doa.

Meskipun aman dan nyaman, pernah beberapa kali saya merasakan hal-hal aneh yang tidak biasa. Tahulah bagaiman kondisi mindset orang indonesia yang meskipun pegangannya gadget layar sentuh tapi pikirannya masih juga suka yang mistis-mistis. Heheh..

Suatu malam di malam-malam pertama saya disana dan beberapa malam selama hampir tiga tahun, saya selalu mendengar suara palu yang dibenturkan ke dinding seperti orang sedang memaku. Terutama saat saya terjaga di malam hari karena insomnia. Siapa yang memaku tengah malam begini? Saya tidak terlalu peduli dan melanjutkan tidur. Mencoba berpikir positif bahwa ada yang membutuhkan gantungan paku di dinding pada tengah malam begitu. Saya mencoba menebak itu dari lantai bawah dimana ibu kosku tinggal. Namun karena sering mendengar ketukan palu di sekitar jam 12-an hingga jam 1 dini hari, saya jadi teringat sesuatu.

Perkara mendengar suara palu di malam hari sebenarnya bukan pertama kalinya. Sebelumnya, saat masih tinggal di asrama mahasiswa saya juga sering mendengar suara palu di malam-malam insomniaku. Kalau dipikir-pikir masih lebih logis saya mendengar suara palu di lingkungan pondokanku. Jarak satu pondokan dan pondokan lainnya hanya dibatasi oleh dinding. Namun di asrama ini rasanya tidak mungkin ketika hampir setiap malam saya mendengar suara palu.

Kamar saya di asrama ini terletak di blok paling belakang dari jalan masuk namun paling dekat dengan jalan raya. Di depan kamarku ada pohon mangga besar dan dibelakangnya yang berbatasan dengan jalan raya dipenuhi dengan deretan pohon-pohon besar. dengan lingkungan seperti itu, darimanakah asal suara palu yang selalu saya dengar kala malam?

Di kamar itu, saya tingga sendirian. Padahal seharusnya berdua. Karena kamar asrama dirancang untuk dua orang dengan tempat tidur tingkat, dua meja, satu lemari besar dengan dua pintu, dia rak belajar, dua kursi dan dua kunci kamar tentunya. Anehnya, sampai saya akan keluar dari asrama si teman kamar itu tidak pernah memunculkan batang hidungnya. saya pernah mengecek namanya di kantor asrama dan disitu tertulis namanya adalah Siti berasal dari Bima. Dia tercatat berkuliah di fakultas sastra inggris. Tapi saat saya bertanya pada teman-teman di sastra, tidak ada satupun yang mengenalnya. Disitu saya mengambil dua kemungkinan, pertama bahwa dia tidak jadi kuliah di sini. Kedua, mungkin di tengah-tengah perjalanannya dari Bima ia mengalami kejadian yang membuatnya tidak bisa sampai ke asrama. Mungkin.

Kamarku berada di dekat kamar mandi dengan satu kamar di sampingku sebagai pemisah. Sebenarnya kamar saya dan kamar disebelahnya adalah satu ruangan. Namun dipisahkan dengan sebuah tripleks tebal di tengah. Buktinya, kami berbagi balkon belakang yang sama. Setiap kamar di asrama ini mempunyai bentuk yang serupa.  Sayangnya, kamar disampingku itu jarang sekali ditinggali penghuninya. Maka jadilah saya sendiri yang berada di dekat kamar mandi. Dan ketika saya mendengar suara ketukan palu itu, saya sadar bahwa hanya saya seorang yang mendengarnya di asrama ini.

“Enggak? Suara palu? Mana ada yang bawa palu kemari..”

Kira-kira begitulah tanggapan teman saya yang tinggal di kamar-kamar lain di asrama ini. Saya mulai mengambil dua kemungkinan dalam masalah ketukan palu dan insomnia jam 1 malam. Pertama, mungkin ada yang memang memaku di tengah malam. Kedua, mungkin.. mungkin yaa.. mungkiin... itu adalah...
Ah sudahlah.. Saya mencoba untuk tidak peduli. Karena salah satu alasan seseorang dikirim untuk tinggal sendirian selain belajar mandiri adalah agar tidak takut ke kamar sendiri lagi (haha). Dan saya tidak sadar bahwa suatu hari masalah ini akan saya pecahkan. Dengan sebuah kenyataan yang mengerikan.

To be continued...

Comments

Popular posts from this blog

KEEP SHINING AND KEEP THE FAITH

PENYANYI PRIA TERBAIK di KOREA berdasarkan penilaian ahli vokal korea