Benarkah Patah Kaki Menghambat Aktivitasmu?
Menjadi
orang-orang pilihan Allah untuk merasakan pedihnya tulang yang patah memang
tidak mudah. Kita yang awalnya banyak melakukan hal-hal menjadi terbatas dalam
melakukan banyak hal. Kita menjadi kaum difabel, kaum yang terbatas dalam
melakukan aktivitas. Terutama ketika bagian tulang yang patah di bagian kaki,
maka itu sama saja dengan memintamu untuk tidak banyak berjalan-keluyuran lagi.
Patah kaki
menjadikan kita tidak bisa melakukan banyak aktivitas, terutama hal-hal yang
berbau kebersihan. Semuanya yang awalnya normal menjadi dikondisikan, misalnya
ingin buang air besar jika tidak punya toilet duduk, maka kita harus melobangi
kursi. Atau ingin mandi namun tidak bisa berdiri seperti biasa, belum lagi
kalau kaki masih diperban. Maka urusan kebersihan tubuh menjadi sedikit rumit
untuk dilakukan.
Selain urusan
kebersihan, patah kaki membuat kita menjadi kaum yang suka meminta bantuan
orang lain. Mau makan diambil, tidak perlu masak-masak lagi, tidak usah cuci
piring, tidak usah mencuci baju. Semuanya menjadi serba minta tolong. Terutama
saat-saat pasca operasi atau kaki masih diperban. Rasanya mau menangis terus
karena apa-apa harus minta sama orang lain. Apalagi jika kalian mengalami patah
kaki saat jauh dari keluarga. Double-double deh pedihnya.
Dan dari
semua keterbatasan yang kita alami. Untuk tidak bisa melakukan aktivitas sehari-hari
seperti sekolah, kuliah dan kerja seperti biasa adalah yang paling menyakitkan.
Terutama jika banyak jadwal yang harus kita batalkan karena tidak bisa berjalan
seperti biasa. Atau berjalan menggunakan kruk yang tentunya akan menguras lebih
banyak tenagamu. Atau tidak bisa menaiki tangga. Waktu kita seolah berhenti
untuk sementara. Dan saat kita sudah pulih kita akan sadar bahwa begitu banyak
waktu yang berhenti.
Sebenarnya untuk
tetap melakukan aktivitas di saat masa-masa pemulihan adalah hal yang cukup
tidak mungkin. Sebab menjadi seorang yang difabel, kita membutuhkan bantuan
orang lain untuk melakukan hal-hal yang tidak bisa kita lakukan. Apalagi saat
kaki masih berat dan perih karena luka operasi. Selain itu, timbul kekhawatiran
jika kita aktivitas yang kita lakukan akan menghambat proses penyembuhan tulang
atau bahkan misalnya bisa terjatuh lagi. Yup, semua yang kita lakukan setelah
mengalami patah tulang adalah ‘berhati-hati’.
Terakhir,
Banyak hal yang patut kita syukuri di dunia
ini, masih bisa menapak di bumi salah satunya.
Tetap semangat kawan-kawan yang
sedang berjuang untuk sembuh.
*tulisan ini
tercipta karena perasaan bersalah tidak bisa mengikuti kegiatan-kegiatan
outdoor hiks hiks hiks
Comments