Cinta Yang Tak Dirindukan

Jatuh cinta pada orang yang salah. Banyak dari kita yang mengalaminya. Baik dari penilaian visual maupun lewat hati yang paling dalam. Namun, mereka tetap saja menjadi cinta yang salah. Cinta yang awalnya memberikan senang namun berakhir duka. Pedih. Sakit. Hingg kita bertanya mengapa dulu kita harus dipertemukan?

Aku banyak berpikir tentang pola permintaan dan pengkabulan. Sesungguhnya Allah mengabulkan permintaan-permintaan kita di saat yang tetap. Namun banyak tak kita sadari.

Saat kita meminta kekuatan, Allah langsung memberikan kita rasa percaya diri yang membuat kita merasa kuat, misalnya untuk mengerjakan tugas presentasi bagi yang demam panggung. Setelah presentase usai, kita lupa memberikan rasa syukur kita atas kekuatan dan rasa percaya diri yang telah diberikan. Kita fokus pada antuasiasme teman-teman yang tidak kita bayangkan. Kita lupa berterima kasih. Lalu saat nilai keluar dan melihat bahwa nilai kita belum sempurna, kita kembali ingat pada permintaan kita sebelumnya dan merasa bahwa Allah belum menjawabnya.

Begitulah manusia. Makhluk yang diberi akal namun banyak perasaan. Selalu bersikap ingin "mencoba". Mencoba merasakan cinta pada lawan jenis misalnya.

Meminta dihadirkan cinta. Namun bukan cinta kepada-Nya melainkan kepadanya. Pada makhluk tuhan yang membuat hatinya berdebar dan matanya berbinar. Cinta dihadirkan berharap si peminta sadar bahwa terkabulnya doanya membuat ia semakin cinta pada-Nya. Namun itu tidak terjadi, hingga cinta padanya itu berujung pada ketidaksetiaan dan rasa sakit hati.

Menyedihkan membahas tentang patah hati. Sejak awal memang kita telah salah melangkah. Mencintai makhluk-Nya lebih dari pada pemiliknya. Hingga berujung pada cinta yang salah. Cinta yang tidak dirindukan.

Ya Allah, aku sudah merasakan patah hati karena cinta yang salah. Maafkan aku karena belum mencintai-Mu sepenuhnya. Biarkanlah aku hanya jatuh cinta pada dia yang menjadi jodohku. Bentengilah hatiku dari jatuh cinta pada orang yang salah. Biarkanlah aku menjadi salah satu dari orang-orang yang mendapat berkah pada pertemuan dua insan yang kau ridhai. Dari jalan yang benar.

Tidak mudah memang. Banyak godaan yang menggoyahkan prinsip kita di dalam berproses menjadi manusia yang lebih baik. Misalnya saat hati mulai tertarik pada makhluknya lagi.

Ingat-ingat lagi bagaimana kau menangis karena cinta yang telah meninggalkanmu. Cinta kepada mahkluk yang membuatmu kecewa.

Ingat-ingat lagi bahwa seharusnya kau mencintai cinta si pemilik cinta. Dia, Allah SWT.

Yang tak akan membuatmu patah hati. Melainkan memberikan cinta dari jalan kerberkahan.

Ya Allah istiqamahkan kami di jalan-Mu.
Aamiiin ya rabbal alamiin.

----

Aku bertemu dengannya. Berharap bisa dekat dengannya. Namun aku keburu sadar pada prinsipku. Sembari khawatir akan jatuh cinta pada orang yang salah. Sehingga saat ini aku berharap Allah hanya membuatku jatuh cinta pada orang yang menjadi jodohku.

----

Tulisan malam hari ini terinspirasi dari mana? Mungkin dari banyaknya undangan pernikahan teman dan update foto nikah teman-teman media sosial dan seiiring kencangnya suara tanya "kapan nikah?" Yaa meskipun tidak sekeras suara tanya "kapan kerja?" Hihihiiiii

Dari Magic City and romantic city, Yogyakarta..

Comments

Popular posts from this blog

KEEP SHINING AND KEEP THE FAITH

S U D D E N L Y