Kita Yang Jadi Realistis
Tadi berbincang dengan Innah dan Ainum.
Lalu Ainum menyinggung status-status Innah yang saat ini seperti sedang
berbunga-bunga cinta bermekaran *loh malah nyanyi* . Innah mengutip status-status
cinta penuh makna dari penulis Tere Liye. Terutama tentang menahan diri untuk
mendapatkan cinta yang diridhai Allah SWT.
Kita sudah berubah dari mahasiswi yang
malu-malu kucing dan ababil, menjadi seorang wanita yang sebentar lagi harus
berumah tangga. Pembicaraan kami bukan seputar artis korea yang lagi manggung
di Seoul atau touring mereka di beberapa negara. Pembicaraan kami sekarang
adalah tentang pernikahan. Sehingga kalau dipikir-pikir dan seperti celetukan
Ainum, sekarang kami menjadi realistis.
“Emang kenapa, Num?”
“Dulu kan kalian mengidolakan
orang-orang tidak nyata.”
Aku dan Innah tertawa. Yeah. Itu kami
yang dulu. Sedih karena idola sedih dan senang karena idola senang. Sampai
tidak punya waktu untuk memikirkan kenapa kita masih menjomblo. Yah walaupun
tidak ada penelitian yang menunjukan bahwa kpopers kebanyakan menjomblo karena
terlalu ingin bisa bersama dengan idolanya. Kesingle-an kami dikarenakan faktor
memang tidak ingin punya pacar. *alesan*
Tahun lalu sekitar bulan November, kami
dikejutkan dengan kabar yang sangat mengejutkan tentang pernikahan salah satu
sahabat kami. Bukannya seharusnya senang dan bahagia, tapi kami malah kesel.
Sebab dia tidak memberitahukan kepada kami. Beberapa hari kemudian akhirnya
kami memutuskan untuk mengirimkan kado saja, meskipun masih kesel dan tidak
percaya. Namun, usut punya usut, dia ternyata sedang membohongi Innah. Dengan
lugunya Innah percaya dan menyebarkan ke kami semua. Tapi dari kejadian itu aku
belajar bahwa sekarang pernikahan kita-kita adalah berita yang menghebohkan
dibandingkan kamu telah diterima kerja dimana seperti bulan-bulan pertama
lulus. Mengindikasikan bahwa memang kami berada di usia yang sudah bisa/harus
menikah.
Sebuah realita yang harus kami hadapi.
Bahwa kita bukan gadis kecil lagi yang beramai-ramai ke mall cerita ini itu.
Bukan lagi yang bergalau-galau ria di kamar kos-an. Bukan lagi saatnya....
Sekarang adalah saatnya bekerja dan
segera menikah. Melanjutkan kehidupan dan yang penting menyempurnakan agama.
Tapi dengan siapa?
“Kayaknya semua orang keren dan saleh
sudah sold out, Ci,” Ainum.
Hahahahahah...
Yeah, mengutip kembali tulisan Tere Liye
di akun facebooknya, “Ada orang-orang
yang jatuh cinta, tapi tidak ditakdirkan bersama. Ada orang-orang yang bersama,
tapi tidak jatuh cinta. Ada pula orang-orang yang jatuh cinta, ditakdirkan
bersama. Hidup ini memang begitu-begitu saja. 7 Milyar manusia di atas bumi;
tiap detik, setidaknya ada yang jatuh cinta, pun tiap detik, ada yang berpisah.
Jadi, tidak perlu galau, sakit hati, sesak, toh, penulis skenario hidup kita
adalah yang Maha Mengetahui. Dijalani saja, apapun ujungnya. Syukur-syukur
happy ending~”
*lha kok kutipannya galau ya.. hahah
Comments