Menuju Satu Tahun : ikhlas itu susah tapi katanya hadiahnya bukan kipas angin


Orang ngitung tanggal pernikahan, aku ngitung tanggal pasang pen.

Tahu gak kapan Allah akan mengabulkan doa kita? Kalau dipikir-pikir Allah memang selalu mengabulkan apa yang kita inginkan. Meskipun kadang caranya dengan sesuatu yang tidak terduga dan juga membuat kita terpekur terlebih dahulu.

Kira-kira dua tahun yang lalu, dia pernah berdoa untuk meminta kekuatan. Bukan kekuatan gaib atau kekuatan yang seperti di film-film di Indosiar, loh. But, kekuatan hati, jiwa dan raga untuk menghadapi kejamnya dunia persilatan. I mean, kerasnya persaingan di dunia kerja. Berhadapan dengan manusia adalah kelemahannya. Tapi bukan berarti dia berani hadapi jin, setan, iblis, kunti de el el. Sama aja. Takut, cyiin. Saking takutnya, dia berpikir bisa mengatasi semua masalahnya SENDIRIAN. Dan, datanglah ujian kekuatan itu. Ujian yang mungkin sebagian dari kalian tidak akan pernah membayangkannya. Ujian yang tidak pernah dia bayangkan. Bahwa hidupnya akan bergantung dengan orang lain.

Tiga minggu sebelumnya, dia ditegur oleh orang yang selama ini membesarkannya. “Kamu jangan pikir kamu bisa mengatasi semua sendirian.” Hari itu dia sudah mendapatkan kos baru dan lupa memberitahu kakak sepupunya yang sudah sewajarnya tahu apapun yang dia lakukan di tempat yang baru sekali untuknya. Sehingga, keluarlah kalimat itu. Dan kalian tahu, dia masih menanggapinya dengan. “I can do everything alone.”

Tepat di awal Juni, cobaan itu datang. Tapi sampai disini aku masih tidak dapat menuliskan ceritanya. Menyedihkan. Meskipun sekarang dia sudah bahagia. Yang bisa aku tuliskan adalah bagaimana semua kemudahan-kemudahan yang dia dapatkan setelah menguatkan hati dan mengikhlaskan segalanya. Misalnya mendapatkan banyak bantuan dari banyak tangan yang dia percayai itu semua dari Allah. Terutama saat dia mesti menyelesaikan pelatihannya, hingga harus masuk kuliah dan bergerak naik ke lantai tiga sendirian setiap hari. Bukankah cara Allah membuatnya kuat terlalu unik?
I ask for the strenght and He gave me exams to make me strenghten. Which is he make i can walk well for a while.

Dan diantara keunikan Dia menjawab doamu, ada hal-hal lain yang juga membuatmu terperangah bagaimana Dia telah mengatur hidupmu, sedemikian rupa sehingga jika kau tarik sebuah garis tipis maka semua kejadian-kejadian menjadi berhubungan.

I ask for a guy who can lead me to love you more, but He make me fall with a guy who not trust Him. Don’t you think He just want you to love Him first?

PUKUL 4 PAGI

Tidak ada yang bisa diajak berbincang.
Dari jendela kau lihat
bintang-bintang sudah lama tanggal.
Lampu-lampu kota
bagai kalimat selamat tinggal.
Kau rasakan seseorang di kejauhan
menggeliat dalam dirimu.
Kau berdoa: semoga kesedihan
memperlakukan matanya dengan baik.

Kadang-kadang, kau pikir,
lebih mudah mencintai semua orang
daripada melupakan satu orang.
Jika ada seseorang
yang terlanjur menyentuh inti jantungmu,
mereka yang datang kemudian
hanya akan menemukan kemungkinan-kemungkinan.


Dirimu tidak pernah utuh.
Sementara kesunyian
adalah buah yang menolak dikupas.
Jika kaucoba melepas kulitnya,
hanya akan kau temukan
kesunyian yang lebih besar.


Pukul 4 pagi. Kau butuh kopi segelas lagi.

#Tidak ada New York Hari Ini

Meskipun dia tidak sedang menuliskan nya di pukul 4 pagi atau di saat-saat dia tidak bisa tidur, tapi puisi di atas seperti sedang menari-nari dikepalanya bersama hati-hati yang menjahit diri mereka sendiri setelah robek berulang-ulang.

Setelah pertemuan yang tidak disengaja itu, banyak hal-hal yang coba dia tepis. Bukan karena tempat kosong dihatinya sudah tertutup rapat. Tapi dia sadar ada benteng yang begitu tinggi memisahkan mereka. Hanya saja rupanya anugerah perasaan dari-Nya itu tidak mengenal benteng atau jarak atau apapun itu. Dia melesat menembus segalanya dan mengisi ruang-ruang kekosongan itu hingga ke inti jantungnya. Ditambah rencana-rencana besar yang jika kalian tahu sebenarnya tidak realistis. Tapi dia menyukainya, dan memilih percaya pada takdir-Nya. Bahwa ada hikmah dibalik segalanya.

Dan ketika tiba-tiba mereka merasa terjebak dan mulai berhenti berusaha apalagi bermimpi, mampukah dia melupakan semuanya? Kadang-kadang, kau pikir, lebih mudah mencintai semua orang daripada melupakan satu orang. Jika ada seseorang yang terlanjur menyentuh inti jantungmu, mereka yang datang kemudian hanya akan menemukan kemungkinan-kemungkinan.


Dari dinas kesehatan kabupaten bantul
Ditemani sedih dan senang bisa pulang kampung
Dan belum makan dari semalam


Comments

Popular posts from this blog

KEEP SHINING AND KEEP THE FAITH

S U D D E N L Y