Perempuan Belajar Masak



source : google

            Ceritanya waktu itu lagi gathering dengan tim Infokom. Kebetulan yang datang hanya sedikit orang. Waktu itu ada Pak Ketua beserta keluarganya, dan yang lainnya cewek-cewek semua total berlima. Sebelumnya, di grup whatsapp sudah dihimbaukan untuk membawa cemilan masing-masing. Tujuannya biar tidak usah beli di lokasi. Kan lebih hemat. Sebagai anak kos-kos an yang sukanya simple dan tidak ribet ya makanan-makanan ringan di toko-toko menjadi alternatif untuk dibawa. Pas sudah tiba dilokasi, kita jalan-jalan dulu. Wisata sebentar sampai waktu dhuhur tiba dan bincang-bincangnya pun dimulai sekaligus makan-makan cemilan yang dibawa. Saat itu, istri Pak Ketua mengeluarkan dua kotak makanan yang agak besar berisi donat yang masing-masing kotaknya rasanya berbeda. Satu coklat meses, satunya gula putih. Hmmm... nyamiii kan kelihatannya. Kita pake adegan malu-malu dulu baru ngehabisin donat yang menggiurkan itu. 

            Sambil bincang-bincang, Pak Ketua berkata kalau keluarganya tiap piknik pasti makannya dibawa sendiri. So sweet aja melihatnya. Padahal, di keluargaku juga kalau piknik pasti masak dulu buat bekal. Pak ketua melanjutkan kalau istrinya harus bekerja keras buat masak karena beliau orangnya suka makan. Ya, siapa sih yang nggak suka makan? Hehe.. Tapi melihatnya bikin baper kita-kita yang belum pada menikah itu. 

            Berdasarkan pengalaman tersebut (ceilaah, kalimatnya udah kayak kalimat bab 1 tesis yaa, haha), aku jadi banyak berpikir tentang wanita dan memasak. Kita sering mendengar kalau para lelaki biasanya menjadikan syarat harus bisa masak untuk calom istrinya. Ada juga yang mengatakan tidak perlu harus bisa masak. Ada juga yang membuat artikel yang menyatakan bahwa tugas-tugas rumah tangga seperti memasak, mencuci, membersihkan rumah itu sebenarnya bukan tugas istri saja, suami pun bisa berperan seperti itu. Diantara banyak perdebatan seperti itu, semuanya kembali lagi pada komunikasi dua pihak. Menurutku sih. Bagaimana selayaknya kodrat wanita adalah menjadi ibu rumah tangga yang mengurus rumah tangga, namun bukan berarti laki-laki sebagai pemimpin rumah tangga turut serta dalam mengurus rumah. Kan leader yang baik katanya adalah yang juga turut turun tangan dalam mengatasi masalah. Haha..

            Dan meskipun wanita tidak diharuskan untuk bisa memasak, aku tetap belajar memasak. Kenapa? Karena kayaknya malu banget gitu loh kalau kita mendapatkan pasangan yang bisa memasak dan kita setiap hari dimanjakan dengan masakannya. Masa cewek yang katanya meski punya gelar setinggi langit tempatnya adalah di dapur untuk memasak buat keluarga. Tapi, kalau tidak masak? Aku maluuu... 

           


      Akhirnya, aku mulai belajar memasak. Selain karena hal-hal yang sudah aku sebutkan di atas. Ada juga beberapa keuntungan yang bisa di dapat kalau kita para wanita bisa memasak yaitu keluarga pasti akan merindukan masakan rumah, bisa disayang lebih sama mertua, hemat apalagi kalau ke tempat rekreasi, dan itu romantis!




Tapi, kalau masih single dan bisa masak, itu sangat menguntungkan juga. Kamu pasti akan bosan jika makan diluar terus. Seperti yang aku rasakan. Mau makan diluar tapi semuanya sudah pernah dirasakan. Yang belum adalah masakan sendiri yang lebih rumahan dan enak serta bikin kangen rumah sedikit terobati. Misalnya, masak tempe oseng lombok ijo. Di warung makan atau restoran mana ada? Atau masak terong balado ala rumah. Di warung makan ada sih, tapi kan lebih seger kalau buat sendiri. Hahah.

Kedua, bisa lebih hemat. Ini sangat penting. Kenapa? Karena mending uangnya ditabung buat beli hal-hal yang kita impikan dibandingkan memanjakan terus lidah kita yang terasa cuma sesaat. Tapi bukan berarti kita tidak boleh makan di luar terus, ya. Boleh dong.

Karena dua alasan di atas akhirnya ya saya menjadi suka masak (kalau lagi ada waktu sih hehe) untuk hemat dan bisa lebih dikontrol sendiri pengunaan bahan-bahan yang kalau berlebihan bisa berbahaya bagi kesehatan, misalnya garam dan minyak. 

Yuk, masak, guys!!

Sendowo, mendung
Dan menanti seorang pembimbing thesis
:D


           

Comments

Popular posts from this blog

KEEP SHINING AND KEEP THE FAITH

S U D D E N L Y