Magang (Lagi)


Untuk kedua kalinya, setelah cerita akhir tahun 2013 kemarin, menjalani sebuah kegiatan bernama MAGANG. Tepatnya sih pada jenjang ini disebut sebagai TUGAS LAPANGAN. Dan dari laporan-laporan yang ditulis oleh senior, kita disebut sebagai karyasiswa. Memutuskan untuk memilih Epidemiologi Lapangan setelah sebelumnya berniat ikut berperan dalam mengembangkan sistem informasi yang cepat dan tepat untuk informasi kesehatan, akhirnya menyeberang arah ke ruang sebelah (dulu, kalau di kampus ruang kuliah SIMKES dan FETP berseberangan ) untuk menjalani kehidupan sebagai calon seorang AHLI amatiran Epidemiologi (rendah diri). Sebuah sebutan yang terlalu bagus untuk seseorang yang hanya diam memikirkan apa yang harus di lakukan tanpa ‘terlalu’ banyak bertindak.
Ini hanya cerita tentang “magang” pertamaku di jenjang pascasarjana. Jika jauh-jauh hari aku berpikir ini akan menyenangkan, maka sebenarnya itu berlangsung dengan ‘sangat’ menyenangkan. Aku sudah pernah menuliskan di postingan beberapa tahun sebelumnya tentang pengalaman luar biasa magang di dinas kesehatan provinsi kalimantan timur. Disana selain disuguhkan sama pemandangan yang berbeda dari makassar, budaya yang berbeda, sampai ilmu-ilmu yang luar biasa di sana. (terutama dikenalkan sama Posbindu yang jadi topik evapro-ku sekarang, haha). Disini, aku ingin berbagi kisah menjadi karyasiswa di Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul. Mulai dari kesulitan menyesuaikan diri dengan dunia kerja, sulitnya menjadi mahasiswa pascasarjana yang masih terlalu miskin ilmu tapi sudah disuruh analisis masalah, sampai yang paling parah selalu merepotkan partner magang (hehe).
Bulan pertama kita ditugaskan untuk melakukan analisis masalah kesehatan yang ada di kabupaten bantul. Dari pemilihan katanya saja, analisis masalah kesehatan, berarti ini jenjangnya lebih profesional kan? Biasanya dilakukan oleh bagian perencaan di divisi masing-masing untuk mengetahui problem yang ada dan prioritas untuk ditangani. Jadi, jangan tanya apakah saya mengerti dan bisa melakukannya. Itu sudah jelas, aku bingung harus mulai darimana. Tapi berbekal salah satu tugas mata kuliah perencanaan dan evaluasi yang menugaskan kita untuk melakukan analisis masalah kesehatan dan laporan senior tentunya, maka pelan-pelan muncullah lilin-lilin di tengah kegelapan menyusuri koridor dinas setiap hari-hari pertama disana.
Lilin pertama yang menyala ternyata membuat sedikit kebingungan. Apakah kita harus melakukan analisis sendirian yang berarti hanya mengambil salah satu masalah kesehatan diantara banyak masalah kesehatan di bantul ataukah melakukan analisis masalah kesehatan keseluruhan yang berarti dikerjakan barengan?
Lilin kedua menyala setelah mendapat jawaban dari pembimbing yang mengatakan bahwa kalian boleh menentukkan baiknya gimana yang penting tidak menyusahkan diri kalian sendiri tapi bisa bermanfaat juga untuk instansi tersebut. Benar-benar jawaban yang luar biasa. Akhirnya kami memutuskan untuk melakukan bersama-sama. Alasannya karena kita tidak tahu masalah apa yang perlu dikaji mendalam karena kita merupakan “orang baru” maka perlu sekali untuk mengetahui apa yang menjadi masalah diantara banyak masalah. Selain itu, karena sepertinya ‘mudah’ untuk dilakukan dibandingkan memilih salah satu masalah saja. Dan tentu saja itu bermanfaat untuk dinas kesehatan, kan?
Orang matematika mengatakan bahwa jika jawaban perhitungan matematika begitu mudah dilakukan maka pasti ada yang salah. Dan itulah yang kita rasakan. Ternyata menganalisis semua masalah kesehatan untuk mencari prioritas masalah tidak mudah. Hal itu terjadi karena kita harus mengumpulkan semua data dari masing-masing bidang dan menganalisisnya satu persatu. Banyaknya data yang ada membuat kita tambah keblenger. Haha! Hanya saja ada hikmah dibalik masalah. Hikmahnya adalah kita bisa sekaligus berkenalan dengan semua bidang yang ada sekalius menyesuaikan diri karena berada di dinas untuk waktu yang lama tidak pernah saya bayangkan dan ingin rasakan tentunya. Dan tentu saja hasil akhirnya dapat dijadikan landasan untuk melanjutkan tugas berikutnya. Selain itu, kita semakin tahu akan metode Hanlon. Haha!
Selain mengerjakan tugas lapangan, kita juga diharapkan dapat membantu keseharian kegiatan yang ada di dinas kesehatan. Yeah kalian tahu bantuan apa yang diberikan mahasiswa kepada pegawai tetap. Tapi bukan membantu membuat kopi dan menulis surat yah! Heheh...
Next, balik ke kampus untuk kuliah lagi.
Sendowog
Sudah mandi mau kerja tugas tapi rindu nulis.

Comments

Popular posts from this blog

KEEP SHINING AND KEEP THE FAITH

S U D D E N L Y