Media Unsosial

source : fbclaudia - WordPress.com

            Lalu lama-lama saya merasa membuang banyak waktu dengan membuka media sosial. Membaca status yang dipasang orang-orang, melihat gambar-gambar mereka, membaca website-website yang mereka sharing, pun video-video yang disharing. Kemudian saya mulai menghapus aplikasi media sosial dari smartphone saya. Satu per satu sampai yang tersisa tingga aplikasi massanger yang sering saya pakai. Itu terjadi karena suatu hari saya bangun dengan kepala yang begitu sakit. Kurang tidur atau terlalu banyak tidur aku tidak yakin akan hal itu. Yang saya tahu tidurku menjadi tidak teratur. 

            Setelah mematikan lampu dan siap untuk tidur, refleks tangan siapa saja pasti akan memegang ponsel yang diletakkan tak jauh dari dirinya. Untuk pasangan yang LDR, ponsel terasa sangat penting karena merupakan media yang memperdekat jarak. Jadi, sebelum tidur ngecheck pesan dulu. Kalau nggak ada ngecheck pesan dari yang lain. Kalau nggak ada yang menarik, maka dibuka aplikasi-aplikasi yang lain. Niat ingin segera tidur tiba-tiba tertunda menjadi beberapa jam kemudian. Kemudian kita sadar waktu sudah menunjukkan pukul tengah malam. Kemudian kita sadar kalau dibandingkan buka smarthphone lebih baik buka laptop dan mengerjakan tugas atau nulis atau kerjaan atau segera tidur karena besok harus bangun pagi. Tapi kita tidak melaksanakannya. Kita masih asyik di depan layar smartphone yang menyala di kegelapan. Dan tertidur tiba-tiba tanpa sadar.

            Smartphone juga sangat penting bagi mereka yang menggunakannya untuk bisnis. Misalnya bisnis online yang sekarang sedang banyak-banyaknya. Wajar saja kalau ponselnya harus selalu berada di dekat pemiliknya. Mereka sudah bagaikan amplop dan perangko. Lalu bagaimana dengan saya yang bukan pebisnis? Selalu berada di dekat ponsel terkadang membuat waktuku pergi begitu saja. Begitu asyiknya saya membaca timeline di media sosial yang satu ke media sosial yang lain membuatku bertanya-tanya kemudian. Kenapa saya harus menghabiskan waktu untuk membaca postingan mereka. Padahal isi postingan di media sosial kebanyakan pendapat pribadi hingga hal-hal yang berbau provokasi. Well yeah meskipun ada postingan-postingan yang cukup penting dan menggugah rasa kemanusiaan juga sih. Tapi tetap saja, akhir-akhir ini saya merasa telah bodoh menghabiskan waktu disana. 

            Saya juga kadang bertanya-tanya sendiri kalau melihat orang-orang yang selalu punya waktu untuk mengupdate di semua media sosial. Smartphonenya penuh dengan aplikasi. Smarthphone pasti canggih dengan RAM yang besar agar bisa berfungsi semaksimal mungkin pada semua aplikasi yang diunggah. Apakah mereka pernah sadar telah membuang waktu di sana? Seperti saya yang mulai gerah dengan aktifitas di media sosial yang terkesan tidak penting.

            Hadirnya internet memang sebuah kecanggihan yang memberikan banyak bantuan bagi manusia. Namun, penggunaan internet yang berlebih berdampak buruk bagi manusia juga. Kita semua sudah sadar kalau penggunaan smarthphone ternyata menjauhkan orang-orang di sekitar dan mendekatkan kita dengan orang-orang yang jauh. Terkadang, dalam satu rumah kita bisa berkomunikasi dengan menggunakan smarthphone. Padahal kita berada dalam tempat yang sama. Kadang. 

            Saya pernah membaca sebuah meme yang memberikan gambaran mengenai orang dulu yang selalu bisa bertemu meskipun tanpa janjian dulu di lewat media sosial. Kita selalu saling bisa menemukan. Sekarang kita juga bisa lebih bisa saling menemukan, lewat dunia maya. Keberadaan GPS dan fitur massanger membuat semua orang tahu dimana kita berada saat ini, di facebook kah? Di whatsapp kah? Di Instagram kah? Atau di ketiga-tiganya. 

            Begitulah manusia zaman sekarang yang diborgol tangannya untuk selalu memegang ponsel. Matanya yang selalu membaca melalui smartphone. Pun teman-teman yang sedang membaca ini mungkin tengah membukanya melalui browser di smarthphone.

            Pelan-pelan kita harus sadar dan semakin bijak dalam memanfaatkan smartphone. Agar kita benar-benar memanfaatkannya sesuai pada tempatnya bukan smartphone yang memanfaatkan kita.

Sendowog 
Lagi sadar

Comments

Popular posts from this blog

KEEP SHINING AND KEEP THE FAITH

S U D D E N L Y