Pengalaman Bakal Kondangan Sendirian
Bagi
sebagian orang mungkin ini adalah masalah besar. Membayangkan akan pergi
kondangan sendirian sebenarnya enggak pernah sih. Begitu dapat undangan, aku
seneng karena ini kan berita bahagia. Tapi kemudian di hari-hari menjelang hari
H aku mulai galau jika akan pergi sendirian. Haha. Aku pikir hanya diriku
seorang yang galau ketika harus pergi ke kondangan sendirian. Ternyata, ini
adalah hal yang lumrah.
Sebelumnya,
karena mungkin keseringan merantau dan entah kenapa teman-teman rantauan pada
belum ada rencana menikah semua jadi kegiatanku untuk pergi ke kondangan bisa
dikatakan dapat di hitung jari. Setelah menyelesaikan studi dan mengejar
sebagian mimpi, pulanglah aku ke kota dimana aku dibesarkan. Yang aku tahu,
sebagian teman-temanku sudah pada menikah (jadi bisa ditebak ya berapa umur
saya? Haha). Sehingga, kegiatan untuk pergi kondangan mungkin tidak akan padat.
Tiba-tiba, sebuah kabar datang bahwa
teman SMA saya akan melangsungkan pernikahan. Bukan tiba-tiba juga sih, aku
sudah tahu bahwa dalam waktu dekat dia akan menikah. Begitu mendapat kabar
tersebut, aku langsung kebingungan. Bingung bukan soal masalah baju atau make
up, tapi temen ke kondangan. Secara teman-teman saya kebanyakan sudah menikah,
tentu saja mereka akan pergi ke kondangan dengan pasangan masing-masing. Karena
memikirkan hal ini, aku sampai merasa bahwa waktu bergulir dengan sangaaat
laaambbaaat. Padahal, aku sudah tidak sabar menantikan minggu depan. Sudah
masuk minggu mid semester berarti aku bisa libur mengajar selama seminggu. Yang
menjadi hambatan untuk segera menyongsong minggu depan adalah pertanyaan dengan
siapa aku harus pergi ke kondangan? Haha
Aku
sempat curhat ke abang yang jauh disana tentang kegalauanku ini. Awalnya aku
berusaha menyakinkan diriku bahwa aku bisa pergi sendiri. Menyakinkan diriku
dengan membandingkan aku bisa melakukan penelitian yang menurutku mustahil
karena tidak bisa mengendarai motor, atau keberanian melawaan rasa takut untuk
ujian tesis, dan hal-hal lain yang coba aku bandingan dengan pemikiran bahwa
pergi kondangan sendirian bukanlah masalah besar. Simple. Aku hanya perlu datang,
salaman, makan, pulang. Bila perlu, nggak usah makan. Namun, semakin dekat
dengan hari H keberanian itu datang dan pergi silih berganti. Kata abang aku
harus pergi biarpun sendirian. Bagaimanapun, yang nikah adalah teman suka duka
di tanah rantau. Akhirnya aku memutar otak untuk mengusahakan mengajak siapa
aja yang mau pergi.
Sebelum
sempat mendapat kabar, aku sempat searching di google. Nih, saking menurutku
aku tidak normal dengan ketakutan pergi kondangan sendirian. Seolah-olah pergi
kondangan sendirian adalah seperti masuk ke kandang singa. Padahal, kebanyak
tamu undangan yang lain tidak aku kenal. Kecuali teman-teman SMA yang sudah
datang ke pasangan masing-masing yang jumlahnya tidak banyak. Maklum, prioritas
orang beda-beda. Ternyata, setelah mengkaji beberapa literatur di luar sana
(eaa haha) aku mendapatkan kenyataan bahwa pergi kondangan sendirian adalah
suatu masalah terutama bagi kaum yang masih single. Jadi, sah-sah saja ketika
aku merasa tidak nyaman ketika harus pergi ke kondangan sendirian. Karena
merupakan kondisi yang sama dengan beberapa umat di luar sana.
So,
kenapa sih momen pergi kondangan sendirian menjadi masalah? Mungkin karena
tamu-tamu lainnya datang dengan pasangan masing-masing atau karena harus
kondangan sendirian di usia yang sudah tidak muda lagi. Plus,
pertanyaan-pertanyaan horor yang mungkin akan didapatkan seperti, kok
sendirian? Pasangannya mana? Cepat nyusul ya.. wkwk Padahal berdasarkan
observasi dan pengalaman dari orang-orang yang aku baca di literatur (haha), ada
beberapa hal yang seharusnya bisa diakali agar kondangan sendirian menjadi
lebih nyaman.
Pertama,
sebisa mungkin carilah teman untuk menemani. Kalau belum punya pasangan, kita
bisa mengajak teman, adik atau kakak, untuk menemani ke kondangan.
Kedua, misalnya enggak ketemu, ya sudah
pasrah saja pergi sendirian. Toh yang menjadi pusat perhatian para tamu adalah
pengantinnya, bukan kamu. wkwk
Ketiga,
berpikirlah positif bahwa tidak ada yang salah dengan pergi kondangan
sendirian. Khususnya buat cewek, pakai pakaian terbaik dan ternyaman, angkat
kepalamu tinggi-tinggi dan yakinkan dirimu bahwa masalah hidup yang paling
berat bukan pergi ke kondangan sendirian. Mungkin ada masalah hidup yang jauh
lebih berat yang kamu alami dan berhasil kamu lewati. Jadikan itu sebagai
motivasi bahwa kamu adalah gadis yang tangguh. Toh, kamu hanya perlu datang,
salaman, makan dan pulang. Haha
Dan
dari tips-tips yang aku baca, sebenarnya aku sudah cukup meyakinkan diriku
bahwa aku bisa. Apalagi yang menikah adalah teman baik, kalau enggak datang kan
enggak enak banget kalau ntar ketemuan. Plus, sebagian besar tamu kan enggak aku
kenal. Biasanya sebagian besar tamu adalah kenalan orang tua dari mempelai,
teman-teman sekolah yang datang bisa dihitung jari. Kesibukan dan prioritas
yang membuat banyak teman mungkin tidak akan datang. Itulah mengapa kamu tidak
perlu malu untuk datang sendirian. Untungnya, pada kondangan kemarin, Allah
belum ngizinin aku menunjukkan keberanian itu, dan semoga nggak akan pernah.
Ditulis di ruang kamar tercinta
Pagi mendung pas libur
Comments