Sebulan Tanpa Internet


Internet kemudian mulai mensejajarkan dirinya dengan kebutuhan kehidupan lainnya seperti listrik dan air.

            Saya baru saja selesai menonton film The Five Wave yang salah satu ceritanya adalah serangan elektromagnetik yang melumpuhkan dunia. Telepon tidak bisa digunakan, televisi yang tidak bisa dinyalakan, mobil-mobil yang bertabrakan karena kehilangan laju mendadak dll. Ketika itu, sinyal provider telepon saya yang merupakan salah satu provider ternama di Indonesia, mendadak hilang. Awalnya saya kira ponsel saya butuh restart ulang karena merupakan ponsel dengan harga murah. Tetapi, setelah melihat ponsel yang lain, keadaanya sama. Itu artinya kerusakan bukan ada pada handphone saya, melainkan ada pada penyedia provider. Selama semalam, kita tidak menggunakan handphone sebagaimana mestinya. Tidak bisa menggunakan internet, bahkan tidak bisa untuk telepon dan sms. Handphone yang selalu dipegang setiap saat kemudian mulai kehilangan daya tariknya. Semua manusia di kota itu pun tidur, berharap besok semua kembali seperti semula. 

            Keesokan harinya, secercah cahaya muncul. Sinyal telepon dari provider muncul lagi di layar handphone. Manusia-manusia pecandu gadget pun mulai semangat. Namun, meskipun bisa menggunakan telepon dan mengirim sms, kita masih tetap tidak bisa menggunakan internet. Setiap orang kemudian bertanya-tanya, what happened? Apakah penggunaan internet telah dicabut keberadaan karena telah menyebabkan kecanduan bukan hanya pada remaja tapi juga pada anak kecil dan orang tua? Jika biasanya kita mudah mendapatkan informasi melalui media sosial dengan dukungan internet, maka ketika internet tidak ada, sumber informasi menjadi jauh sekali. Untungnya, kita masih menyukai mendengar radio lokal dan membaca koran lokal. Padahal, jika ternyata sinyal telepon pun tak ada, mungkin kita akan kembali ke zaman dulu. Dimana surat menyurat melalui kantor pos terasa sangat romantis dibandingkan dengan video call. 

            Informasi yang pertama saya dapatkan adalah dari seorang teman yang kebetulan kerja di dinas komikasi dan informasi. Menurut dia, kejadian ini disebabkan karena putusnya kabel fiber optik di laut akibat gempa yang terjadi di sekitar Kabupaten Sarmi. Pesan dari kementrian komunikasi dan informasi juga masuk di handphone masing-masing orang yang isinya sangat mengejutkan. Perbaikan yang dilakukan memakan waktu sebulan untuk dapat pulih kembali. Itu artinya selama sebulan kita harus puasa menggunakan media sosial. Sanggupkah kita?

            Ternyata kita mampu. Sebab sebelum menjadi masyarakat dunia maya, kita adalah masyarakat sosial yang hidup bertentangga. Dengan tanpa internet semoga kehidupan sosial kita bisa kembali seperti biasa. Jika dulu dalam satu rumah saja kita saling berkirim pesan melalui media sosial hanya untuk mengatakan hal-hal yang terlalu remeh temeh, maka dengan ketiadaan internet kita mulai menyuarakan apa yang kita inginkan dengan suara. Pelan-pelan, kita juga belajar untuk melakukan kebiasaan menggunakan gadget. Setidaknya setiap bangun pagi kita tidak melihat gadget. Eh, tapi tetep sih. Tiap bangun pagi tetep lihat gadget sambil berharap sudah ada tulisan 4G di layar handphone. 

            Walaupun kita mampun puasa untuk tidak bermedia sosial, namun keadaan perekonomian yang mengandalkan internet untuk menjalankan usaha tidak mampun untuk hidup. Sebut saja usaha penjualan tiket yang memerlukan akses internet untuk proses pencarian dan pembelian. Pengusaha yang menyediakan barang dan jasa melalui online juga harus bersabar selama sebulan. Institusi pemerintah dan instansi lainnya juga membutuhkan sinyal internet untuk saling menukar informasi dengan pusat, provinsi lain, bahkan negara lain. 

            Kesimpulannya adalah ketiadaan internet ini sangat menyusahkan semua pihak. Kejadian ini kemudian harusnya menjadi pembelajaran pada instansi yang mengurusi hal tersebut. Bahwa saking pentingnya ketersediaan internet, maka biaya perawatannya harus dimaksimalkan. Apalagi, masyarakat tidak membayar murah untuk dapat menikmati akses internet.

*kejadian ini terjadi pada bulan April tahun 2018

 Diselesaikan saat lagi mood nulis,
sehingga isinya terkesan sudah basi
heheh

Comments

Popular posts from this blog

KEEP SHINING AND KEEP THE FAITH

S U D D E N L Y