Garda Terdepan Melawan Coronavirus : Is Us


            Quarantine day 10. Dua puluh tujuh hari setelah terdapat warga negara indonesia positif menderita virus corona jenis baru, Covid-19, jumlah kasus Covid-19 menjadi 1.155 orang dan menyebar ke hampir semua provinsi di Tanah Air. Sebuah angka yang tidak sedikit untuk diremehkan dengan masih tidak mematuhi peraturan pemerintah. Sebanyak 102 orang yang telah meninggal karena menderita penyakit ini. Mengantarkan Indonesia menjadi negara yang memiliki CFR paling tinggi se-Dunia (8,83%). Di Jakarta, gerbang masuk Indonesia, sebanyak 603 kasus di hari ke 27 ini. Dimana 61 diantaranya adalah tenaga medis. Banyaknya tenaga medis yang turut tertular Covid-19 dinilai karena kurangnya kelengkapan APD ditiap RS. Kelengkapan APD merupakan hal yang wajib bagi tenaga medis yang menangani penyakit yang sangat infeksius. 

Covid-19 merupakan penyakit yang menular secara langsung dan tidak langsung. Penyakit yang menular langsung berarti penularan terjadi ketika ada kontak langsung dengan penderita. Dalam hal Covid-19, kontak langsung dengan penderita bisa terjadi melalui droplet atau percikan ludah penderita saat batuk/bersin. Dikatakan kontak langsung sebab penularan terjadi dalam jarak dekat. Biasanya droplet atau percikan ludah yang mengandung bakteri/virus dapat menularkan kepada orang disekitarnya dalam jarak 1-2 meter. Selain melalui droplet, penularan Covid-19 dikatakan sebagai penularan secara langsung jika kita bersentuhan langsung dengan penderita seperti berjabat tangan. Virus corona dapat hidup di permukaan benda seperti tangan manusia sehingga ketika penderita batuk atau bersin, virus corona dapat menempel di tangan manusia. Selain pada tangan manusia, virus corona juga bisa hidup di permukaan benda lain seperti baju, gagang pintu, dll. Jika manusia yang sehat menyentuh benda yang sudah terkontaminasi virus, kemudian menyentuh mata, hidung atau mulut (area wajah) maka dapat terjadi penularan disitu. Ini disebut penularan tidak langsung yaitu ketika virus/bakteri membutuhkan media perantara agar masuk ke dalam tubuh manusia yang rentan. Namun, lama virus corona dapat hidup di permukaan suatu benda bervariasi. Sehingga, virus corona dikategorikan sebagai bukan airborne disease atau tidak menular melalui udara. Kecuali di dalam Rumah Sakit. 

Ya! Ketika pasien covid-19 dirawat di dalam ruang ICU ataupun ruang Isolasi, penularan virus dari penderita bisa dikategorikan menular melalui udara (airborne). Virus corona secara khusus menyerang paru-paru manusia, sehingga pasien covid-19 akan mengalami kesulitan bernapas. Untuk membantu pasien, tenaga medis akan memasangkan ventilator dan ET (selang nafas). Tindakan ini menyebabkan terjadi aerosolisasi yang memungkinkan virus corona dapat mengambang di udara. Droplet menyebarkan virus dengan partikel yang sedikit besar sehingga tidak mampu mengambang di udara dalam waktu yang lama. Biasanya akan langsung terjatuh ke bumi dan menempel di perbukaan benda. Sementara virus corona yang mengalami aerosolisasi memiliki partikel yang lebih kecil sehingga mampu mengambang di udara. Karenanya, tenaga medis yang merawat pasien covid-19 wajib menggunakan APD. Jika ada kebocoran sedikit saja pada pakaian APDnya maka dapat terjadi penularan.

Sementara di negeri kita, fasilitas kesehatan masih kurang memadai. Pun jika ada yang memadai itu hanya di kota-kota besar. Di Papua saja, kepemilikan ventilator hanya sekitar 60an menurut Sekdinkes Papua dan dokter Paru di 28 kab/kota hanya 7 orang. Ratio Kapasitas tempat tidur di RS hanya 1 per 1000 orang. Apalagi, rumah sakit tidak hanya dihuni oleh penderita Covid-19, melainkan penderita-penderita penyakit lain juga. Jika kasus terus bertambah, tenaga medis adalah yang paling kesulitan. 

Virus Corona belum ada obatnya. Vaksin pun masih dalam penelitian. Satu-satunya cara untuk mencegah penularan penyakit ini adalah dengan TIDAK TERTULAR dan TIDAK MENULARI ORANG LAIN. Ya! Kita yang harus menjadi garda terdepan dalam memerangi coronavirus, bukan tenaga medis. Tenaga medis harus menjadi pertahanan terakhir ketika kita sudah tidak mampu lagi berada di depan. Berada di garda terdepan, berarti kita TIDAK BOLEH TERTULAR dan TIDAK MENULARI orang lain. Caranya? Melakukan Jaga Jarak dan Pembatasan Sosial (di rumah aja), selain itu melakukan pola hidup bersih dan sehat seperti mengkonsumsi makanan bergizi dan rajin mencuci tangan dengan sabun. Jika terpaksa harus keluar rumah, gunakan masker dan selalu ber PHBS. Jika kita banyak yang TERTULAR, tempat tidur RS tak cukup, tenaga medis kewalahan, maka hanya kematian jalan keluar dari semua itu. 

Kita belum lupa kan bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati? 

Mari tolong tenaga medis kita dengan berusaha sebisa mungkin menghindari TERTULAR CORONAVIRUS!

Belajar dari negara-negara maju yang sekarang kewalahan menangani coronavirus. Jalanan New York, London, Itali, sunyi senyap seperti di film zombie. Bandara tersibuk di dunia menjadi sepi. Bahkan Mekah :( 

www.worldometers.info

www.worldometers.info

Menuju Puncak (www.worldometers.info)

USA terdepan (www.worldometers.info)

Semengerikan ini tapi kita merasa aman dari pandemi???

Pandemi ini gak kenal status sosial. Kemudahan transportasi saat ini bisa membawa virus ini ke desa sekaligus dalam waktu kurang dari 24 jam. 

Siapa yang bawa?

Kita.


Hari ke 10 self quarantine
22.18
Menunggu keputusan rektor perpanjang WFH atau segera masuk di 1 April :D



           

Comments

Popular posts from this blog

KEEP SHINING AND KEEP THE FAITH

S U D D E N L Y