LATSAR CPNS ANGKATAN 45 TAHUN 2019 (1)



            Selagi menulis ini, aku percaya sekali kalau Allah sangat menyayangiku. Dan aku merasa bersalah sebab sebanyak apapun kesalahanku, Dia masih mengabulkan doa-ku ketika aku meminta maaf kepada-Nya. Benar, tidak ada cinta yang sejati selain cinta Allah kepada mahkluk-Nya. Lalu kenapa kamu masih tidak bisa terlalu mencintai Dia melebihi segalanya?

            Iya. Ini adalah penyesalanku karena tidak melakukan pelatihan ini dengan baik. Padahal, Allah telah mengabulkan doa-ku agar bisa mengikuti pelatihan dasar di Jakarta. Jadi, ini adalah ceritaku tentang Latsar CPNS. 

            Berawal dari pemberitahuan Ibu PD2 bahwa nama-nama kami diajukan untuk mengikuti Latsar Akhir Tahun di Jakarta. Namun, karena belum ada surat resmi, aku menjadi santai dan sibuk dengan pekerjaan saja. Hingga tiba-tiba di akhir Oktober kita mendapatkan surat resmi itu. Suratnya datang kurang dari seminggu jadwal keberangkatan. Plus, di hari-hari tersebut kita lagi disibukkan dengan ujian skripsi mahasiswa sehingga aku benar-benar pusing harus melakukan mulai darimana, mencari persiapan latsar atau menyelesaikan jadwal ngajar yang akan ditinggal tiga minggu, dll. Belum lagi kita diwajibkan untuk mengisi e-learning sebelum memulai kegiatan. Benar-benar minggu yang terlalu padat. Hingga aku membawa baju putih dan rok hitam yang belum dicuci untuk langsung digunakan di sana. Haha!

            Begitu tiba di Jakarta, kita mendapat shock teraphy berikutnya. Ternyata Lastar kami tidak bersama rekan-rekan dari Dikti, tetapi dari Mahkamah Agung. Plus, lokasinya bukan di Pusdiklat Ristedikti (kala itu), melainkan di Pusdiklat Kemnaker. Wkwk. Kesempatan ketemu dosen-dosen muda dari seluruh indonesia pun pupus bagiku. Haha. Tapi, mau tidak mau harus tetap dijalani dengan baik walaupun tidak sepenuh hati.

            Minggu pertama di kegiatan ini adalah minggu yang paling berat plus minggu yang terasa begitu lama berlalu. Sejak awal aku sudah tahu kalau aku memiliki fisik yang lemah, kelelahan dikit aja langsung pusing dan mual. Di malam kedua pun, aku langsung mimisan saking shocknya dengan kegiatan kami yang berlangsung dari jam 3 subuh sampai jam 9 malam. Meskipun katanya, katanya, kegiatan kami tidak terlalu berat dibandingkan angkatan-angkatan sebelumnya. Bagiku, tetap saja ini cukup melelahkan. Di enam hari pertama ini kita diajarkan mengenai Bela Negara dan Wawasan Kebangsaan. Semacam kegiatan untuk menumbuhkan rasa cinta kepada Tanah Air. Semacam membuat kita mencari tahu dulu kenapa kita mau menjadi Aparatus Sipil Negara. Sepertinya demikian. Kegiatannya terbagi menjadi kegiatan di lapangan dan di dalam kelas. Belum lagi kita harus menyiapkan beberapa kegiatan untuk dilombakan dari hari puncak kegiatan Bela Negara yaitu perlombaan baris-berbasis, upacara sipil, dan lomba yel-yel. Di malam puncak Bela Negara pun kegiatan kita berlangsung sampai jam 2 dini hari kalau tidak salah ingat. Sungguh melelahkan. Pada hari-hari itu aku seperti tidak memiliki diriku, sebab aku hanya berjalan sesuai kewajiban yang harus aku lakukan. Namun, sebenarnya aku bahagia karena ternyata tidak terlalu sulit ketika hati sudah ikhlas menerima segala kegiatan yang akan dilakukan. Apalagi ada libur di sabtu minggu. Aku benar-benar sangat tidak sabar menunggu hari itu hingga melakukan semua yang perlu dilakukan. 

            Dari lima hari pertama itu, kegiatan yang paling berkesan adalah kegiatan di hari Jumat. Rasanya menyenangkan meskipun melelahkan. Di hari itu kita melakukan semua lomba yang yang sudah dipersiapkan selama empat hari. 

Lomba baris berbaris.
            Aku paling tidak suka sebenarnya baris berbaris. Suka bingung mana kanan sama kiri aku itu. Bahkan bedain mana shaf mana banjar aja aku bingung. Haha. Memang tak cocok jadi polwan (emang pernah mimpi jadi polwan?). Tapi di hari itu rasanya deg deg an juga ketika nama angkatan kami dipanggil untuk mulai melakukan perlombaan. Latihan yang sudah dilakukan rasanya kurang cukup untuk tampil sempurna. Dan benar saja, terdapat beberapa kejadian lucu yang kalau diingat bikin ngakak berjamaah. Jadi, di barisan sebelah kanan terdapat beberapa orang yang ketika disuruh lencang kanan eh mereka malah spontan hadap kanan. Lucunya lagi, meskipun terdapat kesalahan selucu itu, angkatan kami tetap memenangkan posisi pertama atau dikatakan sebagai pemenang. Lucu ya? 

Lomba Tata Upacara Sipil
            Meskipun zaman SD pernah jadi petugas upacara andalan seperti sering jadi pemimpin upacara, pembawa bendera, dan segala jenis petugas upacara, namun karena beranjak dewasa sudah tak melakoninya lagi, aku mulai tumbuh menjadi orang yang tidak suka upacara. Rasanya enggak betah berdiri tegak lama-lama. Dan seperti disini, ketika teman-teman ada yang semangat mengajukan diri jadi ini itu, aku sudah senang mengajukan diri menjadi paduan suara (padahal suara pas-pasan wqwq). Di lomba ini, meskipun sudah berusaha sekuat tenaga, kami malah berhasil merebut posisi keempat atau posisi terakhir. Semangat!

Yel-Yel Angkatan
            Yeah! Aku paling excited pada part ini. Meskipun pas latihan malem-malem sempat badmood juga sih. Jadi pas latihan malem-malem entah kenapa aku melihat enggak ada semangat yang berapi-api dari temen-temen lain. Semacam bentuk sikap yang penting latihan dan jadi. Untuk semangatnya, mungkin lebih baik di save buat hari H. Soalnya selain mempersiapkan lomba di hari jumat, kita juga punya kelas di pagi hari sampe sore hari. Mungkin karena saving energy itu, di hari H kita semangat betul. Teriak-teriak keluarin semua suara kita pas persembahkan yel-yel angkatan. Dan anehnya, kita malah menang juara pertama (lagi). Luar biasa memang teman-teman angkatan 45 itu (kecuali aku ;p)

Minggu kedua...
            Kita mulai mempelajari materi selanjutnya, yaitu tentang Nilai-nilai dasar PNS yang disebut sebagai ANEKA atau Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi. Di minggu ini tidak terlalu sulit dibandingkan minggu pertama. Ya bisa dibilang agak santai meskipun terkadang ngantuk di tengah-tengah materi (haha). Maklum sih, kita tetap beraktivitas dari jam 3 pagi sampe jam 9 malam. Plus materi dari jam 8 pagi sampe jam 6 sore. Meskipun begitu, masih lebih nyaman dibandingkan minggu pertama. Haha. Minggu kedua pun terlewati dengan indah.

            Menariknya dari minggu kedua adalah kita benar-benar membahas masalah-masalah terkait ANEKA pada realita di lapangan. Atau implementasinya pada pekerjaan PNS sehari-hari. Tentu kita sebagai pegawai baru melihat bagaimana kondisi lingkungan kerja PNS selama ini. Ya ada yang bisa mengedapkan ANEKA dan ada yang tidak. Bahkan, kita juga mempertanyakan bagaimana kita bisa hidup dengan idealitas ditengah-tengah lingkungan yang realistis. Menarik-menarik sampai sebenarnya lupa kalau materinya mulai dari jam 8 pagi sampai jam 6 sore. Terkadang malah aku merasa terlalu cepat waktu berlalu. Tapi karena matahari yang mulai tenggelam, jadi pengen istirahat juga. Wkwk.
           
Minggu ke 3
            Minggu terakhir berjalan begitu cepat dengan deadline tugas-tugas yang harus segera diselesaikan. Di hari Senin, semua materi tentang nilai-nilai dasar PNS dan lain sebagainya sudah selesai. Sehingga kami siap untuk ujian tertulis di hari selasa. Sangat mendadak dan bahkan aku tidak tahu harus mulai belajar dari mana. Sebenarnya sudah diberitahukan jadwalnya, jadi jika rajin tentu saja sudah mempelajarinya ketika libur. Namun, karena ingin mencari refreshing jadi di hari minggu yang seharusnya libur aku malah bepergian melihat jakarta dari dekat lagi.

            Ujiannya sudah dilaksanakan dengan secara paper less. Mungkin mirip tes CAT namun tidak menggunakan komputer melainkan menggunakan tablet. Berasa seperti tes CPNS lagi karena harus belajar seperti ini. Cukup membuat degdegan juga karena banyaknya materi yang harus dipahami dalam waktu yang singkat. Aku bahkan tidak sanggup makan siang. Terutama ketika akan menjawab soal essay. Ah, aku merasa langsung lupa semuanya. Wkwk

            Selain ujian tertulis, salah satu syarat untuk melewati tahapan pelatihan dasar CPNS ini adalah membuat rancangan aktualisasi dan melaksanakannya selagi menerapakan nilai-nilai PNS di lingkungan kerja. Rancangan aktualisasi ini seperti kita membuat kegiatan yang bermanfaat terhadap tempat kerja kita, dimana pada saat kita melakukan kegiatan tersebut kita turut menerapkan atau menghabituasikan nilai-nilai PNS seperti jujur, anti korupsi, tepat waktu, integritas, dan lain-lain. Karena aku orangnya susah untuk konsisten, jadi judul RA aku berubah beberapa kali sampai akhirnya aku putuskan untuk mengambil tema tentang jurnal. Sama seperti ujian tertulis, waktu untuk membuat rancangan aktualisasi pun tidak banyak. Meskipun demikian, seminggu sebelum pelaksanaan seminar RA kita sudah diberikan bimbingan oleh coach terpilih. Jadi dalam waktu seminggu kami menyusun RA tersebut.

            Minggu terakhir ini meskipun sudah tidak ada materi lagi di hari rabu dan kamis, namun waktu berlangsung sangat lama. Mungkin karena kami disibukkan dengan menyusun RA yang harus dipresentasikan di hari Jumat. Karena tidak terlalu percaya diri dengan tema yang aku usung, aku benar-benar gugup ketika harus mempresentasikan RA-ku. Haha. Padahal sudah biasa koar-koar di depan mahasiswa. Wkwk. Apalagi aku dapat giliran paling terakhir untuk presentasi, huaah semakin tak karuan dan hanya menampilkan “yang penting selesai”. Kegiatan seminar berakhir di jam 12 siang. Aku bersyukur karena aku kemudian bisa makan siang. Hahah. Sujud syukur karena rangkaian kegiatan selama 3 minggu akan segera berakhir. Aku tidak sabar untuk segera pulang. 

            Hari sabtu pun tiba. Aku senang karena akan segera pulang. 

            Eh lupa, yang paling aku senangi di minggu ketiga ini selain bisa pulang adalah berakhirnya apel pagi dan apel malam. Maafkan aku, para komandan :D 

18.08 WIB
Ahh~ mulai sekarang waktuku hanya WIT saja...

*fotonya nyusul karena lagi sibuk ngurus UAS mahasiswa



Comments

Popular posts from this blog

KEEP SHINING AND KEEP THE FAITH

S U D D E N L Y