Pertolongan Allah Selalu Tepat Waktu—2 : Kelak kamu akan bersyukur pada apa yang Allah tunda
Kelak kamu akan bersyukur pada apa yang Allah tunda
(dari ig dewi sandra)

bersyukur, walau masih sendiri :P
Sebenarnya banyak sih pertolongan-pertolongan Allah dalam hidup kita yang mungkin kalau dituliskan satu per satu bisa jadi lebih tebal dari 7 seri novel Harry Potter. But, aku mau cerita yang cukup bikin berderai air mata saja ya, setelah dikabulkan doa bisa kuliah di luar kota. Haha!
Sewaktu akan lulus dari jenjang strata satu, entah siapa yang membisiki aku, timbullah keinginan untuk langsung lanjut ke jenjang strata dua. Terus nemu sama temen yang punya visi sama. Namanya Ummi. Waktu itu kita samaan pembimbing dua, jadi ngerjain revisi bareng-bareng. Trus tau kalau dia mau lanjut s2 juga. Akhirnya aku dan Ummi sibuk cari beasiswa lanjutan. Mulai dari Bidikmisi S2, beasiswa unggulan, LPDP, dan lain-lain.
Singkat cerita akhirnya kita daftar S2 dengan beasiswa bidikmisi S2 yang saat itu sebenarnya keberlangsungan beasiswa ini masih tanda tanya. Tapi karena bagian kerjasama kampus aku memastikan ada, jadi kami daftar saja. Daftar via online juga daftar via offline ke bagian akademik kampus. Udah beres semua, aku pulang kembali ke Jayapura.
Setelah lebaran, ada balasan dari UGM. Berkasku keterima dan dipanggil wawancara. Sedihnya, berkas Ummi kececer dan dia nggak dipanggil wawancara. Aku jadi merasa bersalah dan gak enak. Tapi aku tetap ikut wawancara. Wawancaranya via telepon dan aku mengacaukan semuanya karena enggak fokus. Pas keluar pengumuman, aku gak diterima. Huhu~
Karena masih baru-baru saja lulus, jadi aku gak terlalu sedih sih. Karena masih banyak kayaknya peluang di luar sana. Waktu itu lagi recruitment besar-besaran BPJS kesehatan. Daftarlah aku. Aku juga daftar CPNS karena pas bukaan. Dan sederet berkas-berkas lainku yang kusebar kemana-mana sampe aku lupa kemana saja aku ngirim berkas. Haha!
Eh, pas bulan Agustus aku terima email dari LPDP karena aku pernah mendaftar beasiswa bidikmisi S2. Kata LPDP beasiswa bidimisi S2 dialihkan ke LPDP bukan lagi dibawah Dikti. Dan aku diberitahukan jika ingin mendaftar bisa langsung melengkapi berkas yang mereka kirimkan. Ih seneng banget. Kan, ditunda karena ada yang lebih pasti. Akhirnya aku daftar dan dibantu sama Ummi juga buat urusan minta lembar rekomendasi. Terima kasih Ummi.
Sambil menunggu itu, aku tetap ikut tes-tes kerja atas berkas-berkas yang sudah kukirim. Bahkan aku pernah hampir ketipu juga karena saking percayanya sama info-info recruitment. Haha. Pengalaman~
Bulan Oktober. Ada dua tes yang harus kuikuti. Satunya tes BPJS, satunya tes LPDP. Syukurnya, Allah memberikan kemudahan disitu. Karena kuota untuk mengadaka tes di Jayapura tidak cukup untuk mendatangkan reviewer dari Jakarta, akhirnya aku diberi dua pilihan, Mengikuti tes di Makassar atau menunggua tiga bulan lagi. Hmm~ pilihan yang berat sebenarnya. Karena enggak punya ongkos juga, akhirnya aku pilih ikut tiga bulan lagi.
Tak apa~ kalau rejeki gak kemana. Benar deh.
Januari, aku ikut tes LPDP akhirnya. Sementara BPJS dan CPNS sudah terdiskualifikasi. Haha. Saat itu, aku sebenarnya bingung sekali. Aku harus ngapain ya? Akhirnya aku milih daftar di bank. Wkwk. Aku bertahan sampai tes terakhir, sebelum akhirnya aku dinyatakan enggak diterima. Haha!
Sedih?
Iya sih.
Setelah itu aku gak tes apa-apa lagi. Bingung. Gak tau mau ngapain. Down , iya. Tapi disisi lain, aku yakin kalau Allah sudah menyediakan yang terbaik. Tinggal gimana aku mengenali petunjuk dari Dia.
Maret. Grup line ku berisik. Teman-teman chat dengan kata ciye.. ciye.. Terus aku lihat status temenku yang daftar LPDP juga. Sepertinya sudah pengumuman. Aku takut sekali. Takut gagal. Akhirnya aku matikan hapeku seharian. Seharian aku beraktivitas kayak biasa aja, terus sholat dan doa yang bener-bener pasrah.
Ya! Aku berdoa ke Allah supaya aku diberi kekuatan dan ketabahan atas apa yang menjadi ketetapan-Nya. Pasrah.
Pas malem, aku keluar buat belanja sama tante. Sepanjang jalan aku lihatnya ke langit, bukan ke tanah. Untung gak kesandung. Langit malam saat itu indah banget, ada bintang bulan dan berwarna biru (cerah). Sambil jalan gitu aku berdoa ke Allah lagi untuk diberikan yang terbaik.
Pulangnya, aku sholat isya dulu. Baru kuambil hapeku. Gemetar. Karena ini harapan terakhirku. Kalau gagal, aku harus mulai menyusun rencana lagi. Suara notif-notif yang tertunda mulai terdengar. Aku buka grup line yang chatnya sudah lebih banyak dari tadi pagi. Dan, aku membaca satu chat dari temen yang bilang “Selamat”.
Aku mulai narik napas dan membaca terus ke bawah. Kata mereka nama aku ada di daftar penerima beasiswa LPDP. Aku belum percaya sepenuhnya. Lalu aku buka emailku, mendownload lampiran pengumuman. Dengan berdebar, kubaca ke bawah pelan-pelan, mencari satu nama. Karena namaku diawali dengan huruf A jadi tidak perlu mencari sampai ke bawah untuk menemukan namaku di list tersebut. Kubaca lagi berulang-ulang jangan sampai salah orang. Ternyata itu benar aku. Air mataku terjatuh. Terharu. Bahagia. Setelah hampir 8 bulan. Haha!
Ini memang bukan akhir, tapi awal dari masa-masa sulit selanjutnya. Tapi aku senang karena Allah mengabulkan salah satu impianku. Mari kita lebih berusaha ke depannya!
![]() |
| saat PK LPDP |
Kelak kamu akan bersyukur pada apa yang Allah tunda.
Believe than seeing, memang luar biasa.
Sampai jumpa di bagian ketiga
Mulai ngantuk
Tasangkapura, home sweet home

Comments