Re-watch : Dil Hai Tumhara (2002)


Hidup adalah tentang suka dan duka



Nostalgia waktu SD kayaknya saya suka nonton film India. Karena pada mas itu film India lagi banyak-banyaknya masuk ke Indonesia. Film-filmnya pun memenuhi hari-hari anak-anak 90an. Bahkan saat pulang sekolah (SD), pasti makan siang ditemani sama film India di televisi. Haha!

Oh ya. Saya mau nulis tentang film ini, film yang kalau gak salah pertama kali ditonton waktu masih SD, sekitar tahun 2004 atau 2005 pas masih kelas 5 SD. Film yang buat saya yang masih kecil itu nangis bombay karena sedih sekali. Padahal saya jelas belum mengerti tentang pengorbanan, perselingkuhan, dll. Karena pada usia itu yang bisa bikin saya nangis mungkin karena apa ya. Kayaknya gak ada deh yang bisa bikin saya nangis waktu itu. Masa SD adalah masa-masa penuh kebahagiaan. Main-main aja sampai capek. Haha!

Saat WFH ini, saya pun memutar kembali film yang sudah cukup lama ini. Pemerannya pun masih muda. Tapi, cukup buat saya bisa merasa sedih lagi, air mata ini gak tau udah jatuh aja. Meskipun ratingnya enggak tinggi-tinggi amat, tapi bagi saya film ini sukses bawa pesannya.

Tentang pengorbanan (Spoiler Alert)

Pengorbanan pertama dimulai oleh Shirita, seorang istri yang memergoki suaminya berselingkuh. Suaminya berbohong tidak bisa mengantar anak mereka ke taman bermain karena tugas kantor, tetapi ternyata dia akan menemani anak hasil perselingkuhannya ke taman bermain. Di taman bermain itu semuanya terbongkar, Shirita melihat suaminya sedang tertawa bahagia bersama selingkuhan dan anak hasil perselingkuhannya. Saya rasa semua wanita di dunia ini yang sudah dewasa akan setuju jika kemudian Shirita menjadi marah dan sakit hati. 

Karma datang, suami dan selingkuhannya mengalami kecelakaan yang menyebabkan selingkuhannya itu meninggal dunia. Sementara suaminya dalam keadaan sekarat. Dalam keadaan tersebut, suaminya meminta tolong pada Shirita untuk menjaga anaknya yang kini seorang diri setelah ibunya meninggal dunia. Dengan berat, Shirita berjanji akan menjaga anak tersebut. Saat janji itu diucapkan, suaminya turut menghembuskan nafas terakhirnya. Wanita yang sakit hati itu kemudian harus membesarkan anak suaminya hasil dari perselingkuhan. Mengorbankan semua luka hatinya untuk memenuhi janji terakhirnya. Tapi luka tetaplah luka, selama apapun Shirita tidak bisa memberikan kasih sayang yang sama kepada anak kandungnya dan anak angkatnya. Setiap melihat Shalu tentu bayangan perselingkuhan suami akan muncul. Tapi Sharita cukup tegar untuk menanggung semua itu, meskipun dengan tindakan yang membuat ia tidak memberikan kasih sayang yang seharusnya. Yang kemudian membuka hatinya untuk menerima Shalu, anak angkatnya, adalah pengorbanan yang dilakukan oleh Shalu. 

Anak yang dibesarkannya tidak tahu apapun tentang dosa orang tuanya. Dia terlahir suci sebagai anak manusia, yang kemudian memiliki sifat yang berbeda dari orang tuanya. Demi kebahagian kakak angkatnya, Nimi, Shalu mengorbankan perasaannya. Membiarkan kakaknya untuk menikah dengan pria yang dia cintai dan juga mencintainya. Pengorbanan inilah yang membuat Sharita memahami bahwa selama ini tidak seharusnya ia turut membenci Shalu atas perselingkuhan suaminya dengan ibu Shalu. Anak itu tidak memiliki salah apapun. Suami dan ibu Shalu sudah membayar dosa mereka, dan sekarang Sharita perlu menyanyangi Shalu seperti anaknya sendiri. 






The best moment mungkin pas acara lamaran. Semua terlihat sedih dan berusaha terlihat  bahagia atas pengorbanan Shalu, kecuali Nimi, kakaknya. Diiringi dengan lagu yang musik dan liriknya cukup membuatku untuk tidak tidak menangis. Kisah yang indah meskipun ini hanya fiksi. Namun, aku merasa bahwa terdapat pesan yang selalu ingin disampaikan lewat film, lagu atau jenis karya lainnya melalui karya fiksi. 

Ikhlas 

Shalu mengajarkan ibu angkatnya untuk ikhlas. Saat Shalu mengetahui kebenaran tentang dirinya, dia menyadari bahwa dia tidak berhak untuk membuat kakaknya sedih setelah semua pengorbanan yang sudah dilakukan ibu angkatnya. Tentu tidak mudah untuk menerima dan membesarkan anak hasil perselingkuhan suami. Dan juga atas semua kasih sayang kakaknya selama ini semakin membuat Shalu berusaha melupakan rasa cintanya pada Dave, pria yang akan menikahi kakaknya. Shalu ikhlas merelakan segalanya, karena tidak ingin kehilangan ibu dan kakaknya yang sudah menjadi keluarganya selama ini.
Ikhlas. Mungkin ini yang belum dilakukan oleh Sharita sehingga sulit menerima Shalu. Lalu, Shalu mengajarkannya untuk ikhlas dengan apa yang dilakukan Shalu untuk kebahagiaan anak kandungnya. 

Ikhlas memang susah, karena hadiahnya surga :)

Hari baru, minggu baru, dan selalu bingung mau buat apa hari ini
Padahal banyak to do list :D
Tasangkapura, Jayapura

Comments

Popular posts from this blog

KEEP SHINING AND KEEP THE FAITH

S U D D E N L Y