Perjalanan Menuju Seratus Persen
![]() |
| di perjalanan kembali ke rumah kedua |
Tak ada yang sempurna di dunia ini. Tentu saja, kesempurnaan hanya milik Allah. Dan Seratus Persen yang ku maksud adalah sebuah status kepegawaian. Seratus persen dapat dikatakan sebagai ungkapan lain dari kata pegawai tetap.
Hari ini dua tahun lalu, adalah hari yang cukup bersejarah. Hari dimana aku membuat keputusan besar untuk hidupku. Keputusan yang kubuat dengan cukup berisiko. Namun, keputusan itu aku buat karena aku percaya Allah tidak akan meninggalkanku atau memberikan aku ujian diluar batas kemampuanku. Dan keputusan itu juga dibuat atas pertanda yang kuyakini dari-Nya.
Maka, kemudahan demi kemudahan diberikan-Nya saat menjalani kehidupan setelah keputusan besar itu. Mungkin juga kemudahan-kemudahan itu adalah pertanda dari-Nya bahwa aku menempuh jalan yang tepat. Namun, jalan yang tepat itu juga dipenuhi dengan pasang surut suasana hati. Kadang senang, kadang sedih, kadang gelisah, kadang pasrah.
Di usiaku yang sekarang, aku banyak belajar dari pengalaman hidup bahwa setelah kebahagaian akan ada kesedihan, dan begitupun sebaliknya. Sebab hidup ini seperti roda yang berputar, tidak selamanya tertawa. Ada kalanya kesedihan datang untuk menyadarkan atau memberi pelajaran.
Jalan yang terjal yang awalnya tidak mungkin dilalui, nyatanya berhasil terlewati. Just like today, meskipun ada kesedihan yang mewarnai dua tahun terakhir untuk hidup sendirian di kota paling timur Indonesia, tapi ada kebahagiaan-kebahagian yang patut disyukuri. Allah mengabulkan setiap doa. Satu per satu.
Dan lagi seneng dengerin lagu Andmesh yang liriknya kayak gini.
Senyumlah, syukuri hidupmu
Tunjukkan pada dunia bahwa kau mampu
Masih banyak yang lebih susah hidupnya
Senyumlah, syukuri hidupmu
Bila esok nanti kau sudah lebih baik
Jangan lupakan masa-masa sulitmu
Ceritakan kembali pada dunia
Caramu mengubah keluh jadi senyuman
Ingin juga kubercerita bahwa saat melalui semua kesulitan hidup, semua kesedihan yang datang aku diingatkan untuk selalu bersyukur, tersenyum. Bukankah Allah berfirman;
“Dan (ingatlah juga), tatkala Rabbmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (QS. Ibrahim: 7)
Persis kayak jawaban sahabatku beberapa waktu lalu.
Alhamdulillah masih ada rumah untuk ditinggali, makanan untuk di makan dan orang tua yg biayain... Masih banyak yang lebih gak beruntung, jadi yah banyak2 bersyukur aja—Fara
Hari ini, setidaknya tahun dua puluh dua puluh tidak hanya diisi berita duka. Pasti ada berita gembira, kabar baik, yang bisa dikatakan sebagai buah dari rasa syukur yang harus direspon dengan rasa syukur juga. Selamat untuk berjuang :D
Dan jika di hari depan ada jalan terjal lagi, ingatlah bahwa kamu sudah pernah melalui banyak jalan terjal. Syukuri hal-hal yang harus disyukuri, bersabarlah lalui semua itu.
Weekend di Tasangkapura—
Persiapan sambut minggu-minggu penuh suka :p





Comments