Sejarah Epidemiologi 1

source : pinterest


Lagi pengen nulis yang agak berat dikit. Padahal hidup udah berat, eh tumben mau nulis yang berat-berat juga.

Honestly, aku yang suka banget pelajaran sejarah ini paling seneng pas menjelaskan sejarah epidemiologi di depan “adik-adik”-ku. Aku antusias buanget karena menurutku dengan memahami sejarah perkembangan epidemiologi, aku jadi semakin jatuh cinta buanget dengannya. Dan, kuharap dengan membangikan kisah perkembangan epidemiologi, adik-adik aku akan turut jatuh cinta dengannya. Meskipun harapan tak sesuai kenyataan, karena ketika aku bercerita dengan mata berbinar-binar, mereka hanya menatap dengan padangan “kosong”. Hahaha

Skip skip!

Sebelum masuk lebih lanjut mengenai sejarah epidemiologi, ada baiknya kita kenalan dulu dengan epidemiologi itu sendiri.

Epidemiologi adalah ilmu yang tentang distribusi dan determinan dari masalah kesehatan pada suatu populasi, yang kemudian dengan mengetahui distribusi dan determinan dari masalah kesehatan tersebut maka dapat disusun perencanaan untuk pencegahan dan penanggulangan masalah kesehatan.

Distribusi dari masalah kesehatan diketahui melalui dua hal yaitu:

a.   Frekuensi berbicara mengenai besar atau jumlah masalah kesehatan dalam populasi

b. Pola Penyebaran berbicara mengenai penyebaran masalah kesehatan dalam populasi ditinjau dari beberapa aspek, seperti aspek orang atau manusia yang terpapar, aspek waktu kejadian masalah kesehatan, dan aspek tempat atau lokasi terjadi masalah kesehatan.

Lalu, determinan dari masalah kesehatan adalah proses identifikasi faktor penyebab dari masalah kesehatan, dan juga identifikasi penyebab dari distribusi masalah kesehatan tersebut.

Sehingga, Epidemiologi dapat dikatakan sebagai sebuah metode yang digunakan untuk mengetahui faktor penyebab dari masalah kesehatan dan penyakit pada suatu populasi.

Nah, bagaimanakah sejarah Epidemiologi?

Berdasarkan bukti sejarah yang ada, penerapan ilmu Epidemiologi sudah dilakukan sejak zaman Hipocrates.

400 SM

Hipocrates dalan bukunya “Udara, Air, dan Tempat” menuliskan tentang peran faktor manusia dan lingkungan dalam perkembangan penyakit.

1662

Jhon Graunt melakukan analisis data kematian yang mendapatkan adanya pola kematian yang berkaitan dengan jenis kelamin, tempat tinggal—perbedaan kota dan desa, musim, kejadian penyakit, dan lain-lain

1840

William Farr mengikuti apa yang dilakukan Jhon Graunt, dia fokus dalam melakukan analisis data statistik vital sepeti kematian dan kelahiran untuk mengetahui penyebab kematian.

1854

Jhon Snow—yang dikenal sebagai “The father of Field Epidemiology” melakukan serangkaian investigasi pada pertengahan tahun 1800-an. Dia menerapkan apa yang kita kenal sebagai epidemiologi saat ini. Pada saat itu terjadi wabah Kolera di London. Orang-orang percaya bahwa yang menyebabkan banyak orang sakit diare dan muntah-muntah adalah karena miasma atau menghirup udara yang kotor. Pada saat itu, Sungai Thames di London memang sangat kotor dan mengeluarkan bau tak sedap sebab menjadi tempat pembuangan sampah, mayat hewan, dll. Namun, Jhon Snow tidak percaya jika miasma yang menyebabkan banyak orang menderita diare parah hingga berujung kematian.

To be continued..

 

>,<

Comments

Popular posts from this blog

KEEP SHINING AND KEEP THE FAITH

S U D D E N L Y