Sejarah Epidemiologi 3

Cartoon by Jim Borgman, first published by the Cincinnati Inquirer and King Features Syndicate 1997 Apr 27; Forum section: 1 and reprinted in the New York Times, 27 April 1997, E4.



Abad 19 dan 20—saat ini

Penerapan Epidemiologi kemudian terus berkembang dengan tidak hanya fokus pada penyakit menular, tetapi juga penggunaan metodenya dapat diterapkan pada penyakit tidak menular, dan masalah kesehatan lainnya, perilaku, pengetahuan dan sikap yang berhubungan dengan kesehatan.

1940-an

Pada periode perang dunia ke 2, penerapan ilmu epidemiologi mulai fokus pada masalah penyakit tidak menular yang insiden kasusnya mulai tinggi. Penelitian Doll dan Hill yang menghubungkan kanker paru-paru dengan merokok dan studi tentang penyakit kardiovaskular di antara penduduk Framingham, Massachusetts adalah dua contoh penerapan metode epidemiologi untuk mengetahui penyebab penyakit tidak menular.

1960-an

Petugas kesehatan menerapkan metode epidemiologi untuk memberantas cacar yang terjadi secara alami di seluruh dunia. Ini merupakan pencapaian dalam epidemiologi terapan dengan proporsi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

 

Pada 1980-an, epidemiologi diperluas ke studi tentang cedera dan kekerasan. 

Pada 1990-an, bidang terkait epidemiologi molekuler dan genetik (perluasan epidemiologi untuk melihat jalur, molekul, dan gen tertentu yang memengaruhi risiko berkembangnya penyakit) berakar. 

Sementara itu, penyakit menular terus menjadi tantangan bagi para ahli epidemiologi ketika agen infeksi baru bermunculan (virus Ebola, Human Immunodeficiency virus (HIV) / Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS)), diidentifikasi (Legionella, Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS)), atau diubah (obat -resisten Mycobacterium tuberculosis, Avian influenza). Dimulai pada 1990-an dan semakin cepat setelah serangan teroris 11 September 2001, ahli epidemiologi harus mempertimbangkan tidak hanya penularan alami dari organisme menular tetapi juga penyebaran yang disengaja melalui perang biologis dan bioterorisme.

 

Saat ini, petugas kesehatan masyarakat di seluruh dunia menggunakan epidemiologi secara teratur untuk mencegah dan menggendalikan masalah kesehatan, termasuk untuk pencegahan dan pengendalian covid19 saat ini. 

Selesai-

 

Sumber :

History of Epidemilogy - https://www.coursera.org/lecture/epidemiology-tools/history-of-epidemiology-N9odV

Section 2: Historical Evolution of Epidemiology—

https://www.cdc.gov/csels/dsepd/ss1978/lesson1/section2.html

 

lagi rajin :p

home sweet home, jayapura

Comments

Popular posts from this blog

KEEP SHINING AND KEEP THE FAITH

S U D D E N L Y