M E N I K A H



Akhirnya aku tau mau nulis apa.

Setelah kertas kosong ini dibiarkan kosong selama seminggu yang membuat laptop yang ini juga tidak pernah tidur nyenyak selama waktu itu. Bahkan yang punya laptop ini pun tidak tidur nyenyak karena ‘galau’ mau nulis apa.

Yak. Jadi setelah beberapa hari yang aku nggak tau kenapa aku jadi sulit tidur lagi. Yang membuat aku seakan menghilang dari dunia nyata dan dunia maya. Yang membuat beberapa temanku mulai nanya kenapa aku jarang banget nimbrung di grup private kami. Wkwk. Tapi, mungkin karena aku kebingungan mau membuat apa. List kerjaan banyak tapi belum kusentuh-sentuh sebab baru aja aku marathon serial netflix yang trending pas masa awal pandemi kemarin. Yang membuat aku kaget karena harus berhadapan dengan dunia nyata lagi setelah menyelesaikan tiga season dalam satu minggu. Hahah! Untung aja nggak kaget karena tiba-tiba bangun di universe yang beda. Haha!

Oke skip.

Jadi mungkin karena itu aku jadi agak gagap dan seketika bingung mau buat apa. Parahnya, ketika aku sudah berada pada kondisi dimana aku nggak tau mau ngapain lagi, pasti aku akan langsung terjatuh dalam kondisi dimana aku akan ‘ngegalau’ sepanjang weekend atau sepanjang minggu. Kondisi seperti itu akhirnya membuatku susah tidur karena kebanyakan mikir tapi tidak ada aksi. Bahkan aku bisa tiba-tiba nangis karena inget kejadian-kejadian menyedihkan. Lalu bisa tiba-tiba tertawa lagi pas nyadar kenapa aku menangis kayak anak kecil di tengah malam yang dingin dan sunyi.

Lalu~ sore tadi nemu ‘ilham’ untuk nulis apa lagi di blogku saat meng-scrolling twitter yang mengarahkanku pada satu video di youtube yang sudah pernah aku tonton dua tahun yang lalu.

Video apa kah?

Oke itu adalah video opini tentang Marriage yang dibuat oleh salah satu youtuber indonesia. Ada salah satu kalimat yang terngiang-ngiang sampai aku ingin menuliskan hal ini. Yaitu, pertanyaan “Kapan sih waktu terbaik yang tepat untuk menikah?” Mendengar itu aku sedikit flashback sama pertanyaan yang sering aku utarakan dalam hati dan mungkin pernah aku tanyakan sama beberapa orang. Yaitu, “Apa sih yang membuat kalian memutuskan untuk menikah?”

Dulu sewaktu lagi investigasi wabah di salah desa di kabupaten Bantul, aku terpana sama sepasang suami istri yang sudah berada pada usia lanjut. Mungkin sekitar 50an. Kedua sedang diwawancara oleh orang dinas kesehatan yang tentunya fasih berbahasa jawa. Keduanya tinggal di rumah yang sebenarnya layak huni, ditengah desa yang cukup sepi siang itu. Nggak tahu kenapa tiba-tiba saja pertanyaan itu muncul di benakku. ”Apa ya yang membuat mereka memutuskan untuk menikah?”

Kepo banget ya aku. Namun sebenarnya pertanyaan seperti itu cukup mengusikku. Karena sebenarnya aku adalah salah satu orang yang sulit membuat keputusan. Dan kupikir, memutuskan untuk menikah dengan misalnya menerima lamaran seseorang adalah suatu keputusan yang sangat besar. Sebab, kita akan menghabiskan sisa hidup kita dengan orang tersebut yang ketika kita salah mengambil keputusan dengan menerima orang yang ‘salah’, maka mungkin di sisa hidup kita itu akan dihabiskan dengan orang yang kurang tepat karena salah mengambil keputusan.

Karena di video tersebut banyak komen netizen yang aku baca, aku menemukan beberapa jawaban atas pertanyaan yang pernah aku tanyakan dalam hati itu.

Ada yang bilang:

“Menikahlah karena kamu sudah puas dengan dirimu sendiri”

“Menikahlah karena kamu merasa surga lebih dekat jika hidup bersamanya”

“Menikahlah karena bener-bener karena panggilan hati, bukan karena presure dari orang lain.”

dan lain sebagainya.

Menurutku benar sih, tapi menurutku itu hanya kalimat-kalimat positif yang ditujukan untuk memberikan motivasi pada orang lain saja. Kenyataannya, untuk menjawab pertanyaanku dan pertanyaan youtuber di atas itu adalah aku gak tahu.

Kapan waktu yang tepat untuk menikah?

Menurutku pertanyaan ini tidak ditujukan untuk diri sendiri ataupun orang lain. Sebab hanya Allah yang tahu kapan waktu yang tepat bagi kita untuk menikah.

Apa yang membuat mereka memutuskan untuk menikah?

Aku gak tahu. Yang tahu hanya mereka. Ya iyalah :D

Tapi satu yang aku tahu, ketika waktu itu sudah tiba, kita akan tahu kenapa kita memutuskan mengambil keputusan berat untuk menikah.

 

Random banget sih. Haha

Nanti dilanjutin kalau aku sudah nikah dan sudah tau apa yang membuatku memutuskan untuk menerima lamaran seseorang XD

Yang kuharap alasannya adalah bukan karena kesepian, umur yang sudah cukup, desakan orang tua dan keluarga, lelah ditanyain kapan nikah, untuk menyempurnakan agama, untuk menghindari zina, sudah mapan, atau alasan klasik karena dia orangnya, dll.

 

-Tasangkapura

1 September 2020

 

Comments

Popular posts from this blog

KEEP SHINING AND KEEP THE FAITH

S U D D E N L Y