Posts

Kita Yang Jadi Realistis

Tadi berbincang dengan Innah dan Ainum. Lalu Ainum menyinggung status-status Innah yang saat ini seperti sedang berbunga-bunga cinta bermekaran *loh malah nyanyi* . Innah mengutip status-status cinta penuh makna dari penulis Tere Liye. Terutama tentang menahan diri untuk mendapatkan cinta yang diridhai Allah SWT. Kita sudah berubah dari mahasiswi yang malu-malu kucing dan ababil, menjadi seorang wanita yang sebentar lagi harus berumah tangga. Pembicaraan kami bukan seputar artis korea yang lagi manggung di Seoul atau touring mereka di beberapa negara. Pembicaraan kami sekarang adalah tentang pernikahan. Sehingga kalau dipikir-pikir dan seperti celetukan Ainum, sekarang kami menjadi realistis. “Emang kenapa, Num?” “Dulu kan kalian mengidolakan orang-orang tidak nyata.” Aku dan Innah tertawa. Yeah. Itu kami yang dulu. Sedih karena idola sedih dan senang karena idola senang. Sampai tidak punya waktu untuk memikirkan kenapa kita masih menjomblo. Yah walaupun tidak ada peneliti...

PEMBUAT JEJAK (selipan Happy Mother Days)

Image
             Bisa saja kita berpikir bahwa di usia 20an bukan lagi waktunya membuat catatan-catatan impian yang ingin kita jadikan nyata. Tidak. Sebenarnya tentu saja itu tidak benar. Di usia berapapun kau saat ini tetaplah menuliskan target-target yang ingin dicapai. Maka sebagai seseorang yang sudah duduk di usia 20-an dan masih tersentuh dengan semacam video motivasi di bawah ini, terasa sah-sah kan saja. Yeah, walaupun sebenarnya sudah banyak video yang aku tonton selama beberapa tahun terakhir dan cukup membuatku tergerak untuk menuliskan target. Permasalahannya adalah bagaimana target itu diubah menjadi nyata. Bukan hanya menuliskannya tetapi membuatnya menjadi nyata.               Lalu, ada lagu dari sekian video penyemangat yang menarik perhatianku. Aku memang menyukai Jepang, dan aku belajar bahasa Jepang selama 3 tahun, tapi yang aku tahu da...