Kita Yang Jadi Realistis
Tadi berbincang dengan Innah dan Ainum. Lalu Ainum menyinggung status-status Innah yang saat ini seperti sedang berbunga-bunga cinta bermekaran *loh malah nyanyi* . Innah mengutip status-status cinta penuh makna dari penulis Tere Liye. Terutama tentang menahan diri untuk mendapatkan cinta yang diridhai Allah SWT. Kita sudah berubah dari mahasiswi yang malu-malu kucing dan ababil, menjadi seorang wanita yang sebentar lagi harus berumah tangga. Pembicaraan kami bukan seputar artis korea yang lagi manggung di Seoul atau touring mereka di beberapa negara. Pembicaraan kami sekarang adalah tentang pernikahan. Sehingga kalau dipikir-pikir dan seperti celetukan Ainum, sekarang kami menjadi realistis. “Emang kenapa, Num?” “Dulu kan kalian mengidolakan orang-orang tidak nyata.” Aku dan Innah tertawa. Yeah. Itu kami yang dulu. Sedih karena idola sedih dan senang karena idola senang. Sampai tidak punya waktu untuk memikirkan kenapa kita masih menjomblo. Yah walaupun tidak ada peneliti...