Posts

Pengalaman : When Your Leg Broken

Operasi Lepas Pen             Perbedaan itu terasa pada masa-masa menjelang operasi yang bersangkutan dengan administrasi untuk menjalani rawat inap. Rasanya beda saja, kalau saat pemasangan pen, rawat inap dan segala sesuatunya dilakukan dengan keadaan ‘harus’. Sehingga perasaan yang muncul pun adalah perasaan “aku ingin sembuh” dan segala macam rasa takut dan sakit dihadapi dengan penuh ketegaran dan kekuatan karena satu kalimat itu. Aku ingin sembuh. Jadi, saat jarum suntik menembus kulitku, perihnya tidak lagi terasa. Mungkin efek lebih sakit nyeri di kaki daripada nyeri disuntik atau juga karena ketegaran yang tercipta dengan seketika. Pengurusan kamar saat itu alhamdulillah di bantu oleh teman-teman baik hati yang semoga Allah membalas segala kebaikan kalian satu per satu. Aamiin.             Nah, saat pelepasan pen ini rasa yang muncul berbanding seratus delapan pu...

keluar dari zona nyaman

Sejak bisa jalan lagi, aku banyak berpikir tentang bagaimana aku harus menjalani hari-hari ke depanku. Cap sebagai orang sakit jelas sudah tidak ada padaku. Aku sebagai orang yang sedang mengawali masa-masa pulih kembali. Bayang-bayang untuk kembali belajar berkendara aku buang jauh-jauh karena entah mengapa aku sadar kalau semua yang aku jalani begitu sulit jika harus mengalami yang kedua kalinya. Sehingga aku bersabar dengan segala kesusahan mobilitas saat ini dan kenyataan bahwa kamu harus mengeluarkan banyak uang untuk menutupi biaya penelitian yang tidak semuanya dicover pemberi beasiswa. Terutama masalah transportasi. Dan dengan banyak pemikiran tersebut, aku lebih memilih untuk sering tidak berada di kamar lagi, meskipun WiFi kosan masih sangat kencang (haha). Keinginan itu sebenarnya juga tercipta karena suatu keadaan yang tiba-tiba membuatku berpikir dua kali dengan memberikan cap nyaman pada kamar kos ketigaku di Jogja. Pascanya suatu malam yang tenang dan tidurku y...

Pengalaman : When Your Leg Broken

Image
            Takdir itu benar-benar rahasisa Allah. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada kita semenit kemudian. Namun, kita tahu bagaimana kita menerima segala keputusan tersebut dengan ikhlas, karena yakin semua rencana Allah adalah yang terbaik. Baik dalam memberikan pelajaran hidup. Juni 2015, saat seharusnya saya menghabiskan waktu dengan belajar serius dan memupuk rencana-rencana kedepan, saya mengalami kecelakaan tunggal yang disebabkan oleh kebodohan pribadi. Kecelakaan itu cepat sekali terjadi, tapi dampaknya luar biasa tidak cepat. Tulang tibia fibula saya di diagnosis patah oleh dokter ortopedi UGD. Saya seharusnya menangis, tapi tidak saya lakukan karena saat itu yang ada hanya kebingungan. Ini kenapa? Kok bisa begini? Perasaan jatuhnya biasa aja. Nggak begitu parah. Namun nasi telah menjadi bubur. Tulang kaki telah patah harus segera disambung lagi. Aku tidak tahu harus bagaimana memberitahu orang tua akan ap...