Posts

Sudah pernahkan kamu ke desa?

            Saya berasal dari desa. Ya, saya sebut desa karena memang belum seramai di kota. Meskipun daerah tempat saya lahir itu adalah ibukota kabupaten, namun belum terlalu ramai jika dibandingkan dengan ibukota kabupaten lain yang sudah lama berdiri. Dan meskipun saya lahir di sana, namun saya dibesarkan di ibukota provinsi Papua yang jauh lebih ramai dan pada dibandingkan tempat lahir saya.             Saya besar di Papua. Di sebuah provinsi paling timur Indonesia. Orang luar Papua selalu berpikir kalau Papua adalah hutan. Bahkan setelah mudahnya komunikasi dengan adanya internet yang bisa mempermudah orang luar mengetahui situasi di Papua, masih saja ada orang yang beranggapan Papua adalah hutan-hutan. Kenyataannya, Papua terdiri dari dua Provinsi yaitu Provinsi Papua dan Papua Barat. Pada masih-masing Provinsi terdapat ibukota Provinsi dan kota-kota Kabupaten yang...

Pengalaman : When Your Leg Broken

Operasi Lepas Pen             Perbedaan itu terasa pada masa-masa menjelang operasi yang bersangkutan dengan administrasi untuk menjalani rawat inap. Rasanya beda saja, kalau saat pemasangan pen, rawat inap dan segala sesuatunya dilakukan dengan keadaan ‘harus’. Sehingga perasaan yang muncul pun adalah perasaan “aku ingin sembuh” dan segala macam rasa takut dan sakit dihadapi dengan penuh ketegaran dan kekuatan karena satu kalimat itu. Aku ingin sembuh. Jadi, saat jarum suntik menembus kulitku, perihnya tidak lagi terasa. Mungkin efek lebih sakit nyeri di kaki daripada nyeri disuntik atau juga karena ketegaran yang tercipta dengan seketika. Pengurusan kamar saat itu alhamdulillah di bantu oleh teman-teman baik hati yang semoga Allah membalas segala kebaikan kalian satu per satu. Aamiin.             Nah, saat pelepasan pen ini rasa yang muncul berbanding seratus delapan pu...

keluar dari zona nyaman

Sejak bisa jalan lagi, aku banyak berpikir tentang bagaimana aku harus menjalani hari-hari ke depanku. Cap sebagai orang sakit jelas sudah tidak ada padaku. Aku sebagai orang yang sedang mengawali masa-masa pulih kembali. Bayang-bayang untuk kembali belajar berkendara aku buang jauh-jauh karena entah mengapa aku sadar kalau semua yang aku jalani begitu sulit jika harus mengalami yang kedua kalinya. Sehingga aku bersabar dengan segala kesusahan mobilitas saat ini dan kenyataan bahwa kamu harus mengeluarkan banyak uang untuk menutupi biaya penelitian yang tidak semuanya dicover pemberi beasiswa. Terutama masalah transportasi. Dan dengan banyak pemikiran tersebut, aku lebih memilih untuk sering tidak berada di kamar lagi, meskipun WiFi kosan masih sangat kencang (haha). Keinginan itu sebenarnya juga tercipta karena suatu keadaan yang tiba-tiba membuatku berpikir dua kali dengan memberikan cap nyaman pada kamar kos ketigaku di Jogja. Pascanya suatu malam yang tenang dan tidurku y...