Posts

Sebelum Aku Pulang

Image
Lambat laun peristiwa demi peristiwa mendekap memori Meminta dengan halus untuk dikenang saja, juga lupakan lebih baik Matahari di penghujung bulan Mei tidak sepanas yang dulu-dulu Entah mengapa Meski keringat masih tetap menetes ketika kaki merajut langkah di jalanan kota daeng Ah.. Kota ini, bukan kota impian Impianku... Bukan untuk tinggal di sini, Bukan untuk menuntut ilmu di sini Bukan untuk merasakan coto makassar setiap pekan, mungkin dua kali sepekan Hanya saja, aku menorehkan banyak harapan Sejak menyatu bersama udara kota daeng Mimpi-mimpi-ku masih tersisa di kota ini Yang aku torehkan, dengan terpaksa, ada juga sukarela Empat tahun yang lalu Panasnya, debunya, cotonya, burasa-nya, konronya, pisang ijonya, Semuaaa akan dirindukan Tak lupa pete-pete-nya, bukan makanan! Tempat-tempat indahnya Losari dan kawan-kawan Meski jauh lebih indah, pondokan tempat aku menghabiskan waktu Pondok hijau yang penuh ilmu Ah.. K...

Have You Ever Seen A Dream Come True??

Image
             Aku hampir menyerah akan mimpi.  Mimpi (bukan dalam artian bunga tidur) adalah salah satu hal yang paling saya sukai. Impian membuat saya tetap hidup. Memiliki tujuan dalam kehidupan membuat kita hidup dengan arah yang pasti. Tidak sembarang serta tidak hanya mengikuti kemana air mengalir. Banyak impian yang aku harapkan akan terwujud dalam kehidupanku. Mimpi-mimpi besar yang katanya sulit diwujudkan yang akhirnya aku pecah menjadi mimpi-mimpi yang kecil, biasa saja. Mimpi besarku mulai dari ingin menjadi menteri kesehatan, bekerja di WHO, jadi konsultan di UNICEF, jadi kepala dinas kesehatan, jadi kepala puskesmas, mendirikan perusahaan penerbitan, punya yayasan untuk anak yatim, dan masih banyak lagi impian besar yang semakin hari semakin aku sadari terlalu besar untuk diimpikan olehku, yang masih punya naluri pesimistis dalam kehidupan sehari-hari. Aku kecil selalu hidup dengan impian. Ak...

Aku dan Mei

Image
            Hallo Mey.. sudah mau berakhir yaa?             Mei, selama empath tahun terakhir ini, seingat saya tidak pernah memberikan kenangan yang begitu indah ataupun begitu buruk. Biasa-biasa aja. Tidak ada yang istimewa. Hanya di isi oleh kesibukan dengan tugas kuliah dan persiapan menghadapi ujian semester. Benar-benar tidak ada yang istimewa.             Hanya saja, tadi, sambil melihat pelangi yang menghiasi langit sore kota daeng, saya teringat sesuatu. Bukan karena pelanginya, juga bukan langit sorenya. Tetapi pikiran saya melayang-layang karena sebuah desas-desus sambil menatap indahnya kedua ciptaan Allah itu. Desas desus yang seketika membekukan hatiku. Dan menghantarkanku pada pemikiran-pemikiran yang lainnya. Penasaran dan berusahan untuk tegar. Sampai ketika aku sadar bahwa ini semua terjadi di ...