Posts

saat dimana kamu tidak ingin bertemu orang lain.

Image
              Dia selalu akan menjadi tidak bersemangat ketika tidak ada yang memperhatikannya.                Sejak kecil, satu hal yang membuatnya bisa berdamai dengan rasa depresinya adalah membaca buku. Saat membaca buku, dia bisa menghilang sejenak dari realita hidup yang menyesakkan. Tidak pernah mengucapkan “mama” dan “papa” untuk beberapa tahun lamanya. Dia bisa pergi ke dunia yang tidak menyenangkan untuknya. Dunia yang baru. Dia merasa tenang, dan menjadi betah berlama-lama di dalam kamar dengan buku-buku. Atau berlama-lama di perpustakaan dengan buku yang sangat banyak. Yang tidak akan habis dibacanya dalam sehari. Sehingga kadang diam-diam dia mengumpulkan banyak buku di kamarnya dari perpustakaan tentunya.               Stok buku di perpustakaan tidak banyak. Kadang, dia ...

The Physician dan Fiksi Sejarah Ibnu Sina

Image
Terlalu tertarik pada dunia fiksi membuat hanyut dalam sebuah fiksi mengenai ilmu kedokteran di masa lalu. Berasal dari novel ber-genre sama dengan “Da vinci Code”-nya Dan Brown, Noah Gordon hadir dengan The Physician atau der Medicus yang kemudian di filmkan. Selayaknya film barat yang sering membolak-balikkan sejarah islam, seperti The Dracula Untold, maka di film ini barat menunjukkan kebaikannya dengan menyajikan sejarah yang lumayan mirip dengan sejarah aslinya. Karena pada dasarnya ini adalah fiksi maka jangan dianggap sejarah sebenarnya.    Bercerita mengenai Rob Cole, seorang tukang cukur atau ‘barber’ dari Inggris yang terpukau dengan ilmu penyembuhan penyakit dari kelompok Yahudi yang melintas di Inggris saat itu. Rob sudah tertarik dengan kesehatan saat ibunya meninggal tanpa pengobatan apapun. Ia kemudian bergabung dengan seorang tukang cukur yang pada abad ke 11 di Inggris dianggap mampu mengobati beberapa penyakit seperti menyatukan tulang yang pat...

UNTUK MENJADI BERBEDA

Image
Aku pernah kecewa. Semua orang pernah kecewa. Tidak sedikit orang yang marah karena kecewa. Tidak sedikit juga yang hanya diam. Banyak yang bercerita kepada teman tentang kekecewaannya. Banyak juga yang hanya diam. Namun ada juga yang menulis ke dalam sebuah cerita. Tujuannya setali tiga uang. Curhat sekaligus melatih kebiasaan menulis. Seperti aku... Malam ini aku kecewa. Sebenarnya bukan satu kali saja. Tetapi banyak. Hanya saja tidak semua bisa aku tulis di sini. Di sini, aku hanya ingin berbagi mengenai kekecewaan yang sebenarnya bisa di atas dengan mengikhaskan. Tapi menjadi ikhlas itu susah. Bahkan ketika mengatakan ikhlas pun, tidak akan pure ketika kita masih terus mengungkitnya. Kembali ke malam ini. Malam dimana aku merasa kecewa. Kecewa pada diriku sendiri. Karena terlalu cepat memutuskan untuk kesal. Padahal itu merupakan sebuah hal yang dilakukan karena mereka semua sayang padaku. Hehe Dua hari sebelum pergantian hari Natal, temanku mengirimi pesan...

SINGKAT AJA : KEREEN! AKU SENANG

Image
            Kalau ditanya kenapa aku suka novel, aku akan menjawab karena dengan menulis novel aku jadi punya alasan untuk tidak tinggal sejenak di bumi. Berlari sejenak dari dunia nyata yang menyita sebagian otakku dengan rumus biostatistik yang memusingkan dan sulitnya untuk mempelajari perilaku orang lain bahkan untuk merubahnya. Tapi bukan berarti aku suka lari kenyataan. Aku suka dilan! *gak nyambung* Aku suka rehatku dengan seperti itu.              Semua novel bagiku bagus, terlepas bagaimana itu dimana pasar. Novel bagiku dengan cerita-ceritanya selalu menyediakan tempat baru yang bisa aku kunjungi ketika lelah. Seperti saat membaca Daun Yang Jatuh Tak Membenci Angin, aku merasa sedang pindah ke daerah Jakarta hingga Singapura. Menyaksikan bagaimana kehidupan seorang penulis baik hati dengan anak remaja yang dia cintai diam-diam. Lalu tentang Aku dan Sepu...