Kebiasaan Mengutil
Buku bagiku layaknya duit ribuan rupiah. Begitu melihat buku, mataku langsung ijo. Tidak peduli buku tersebut akan sanggup aku beli maupun akan sanggup aku baca. Aku sudah tertarik. Buku menjadi teman setiaku ketika masih duduk di sekolah dasar. Saat itu, kakakku yang pertama melanjutkan kuliah di luar kota. Kakakku yang kedua meninggal dunia setahun sebelum kakak pertamaku lulus SMA. Kamar mereka yang penuh akan buku diberikan padaku. Dunia yang sepi tanpa saudara di dalam rumah membuatku nyaman dengan koleksi buku mereka. Bukan buku-buku cerita. Bukan pula komik. Itu buku pelajaran. Lucu kan? Aku menyukai membaca buku pelajaran. Tetapi, lambat laun. Kesukaanku menjadi menyukai buku cerita. Padahal, satu-satunya buku cerita yang ada adalah cerita di dalam buku bahasa indonesia mereka. Tidak juga sih. Bahkan, buku sejarah pun bisa menjadi buku cerita. Aku lebih suka menghabiskan waktu di dalam kamar. Membaca. Berulang-ulang. Sesekali aku juga bermain dengan teman-teman. Tap...